Perjodohan Berakhir Cinta

Perjodohan Berakhir Cinta
ᴘᴇɴᴀɴɢᴋᴀᴘᴀɴ #𝟹


__ADS_3

"sial! aku gak boleh ketangkep tapi gimana aku mau lari kalau aku dikepung gini" batin Veronika.


"VERONIKA ANDA SUDAH KAMI KEPUNG, ANGKAT TANGAN!"


"ada apa ya pak? kenapa anda mengepung tempat saya?" nah mulai nih aktingnya.


"jangan banyak alasan! anda telah melakukan tindakan kriminal pembunuhan, jadi sekarang anda kami tangkap"


"lho kok main tangkap aja, bapak punya bukti apa kalau saya membunuh orang? kalau bapak gak punya bukti mending bapak keluar dari sini"


"ini surat penangkapannya anda, anda tidak bisa mengelak, sekarang anda ikut kami ke kantor polisi untuk pengecekan"


Veronika pun mengambil surat tersebut dan membacanya dengan ekspresi yang susah diartikan.


"saya gak membunuh orang dan saya gak melakukan itu, jadi bapak silahkan keluar dari rumah saya!"


"heh! lo itu udah salah masih aja ngelak, mending lo nyerahin diri lo aja deh daripada gue bongkar semuanya"


"kamu lagi! kamu itu siapa? kenal aja gak"


"yakin gak kenal gue VERONIKA"

__ADS_1


Oh iya banyak yang tanya siapa itu Veronika. Veronika adalah nyokap dari Sania Veronika Hamdan, sifatnya 11 12 sama Sania, suka foya-foya dan tak akan berhenti jika korbannya tak merasakan apa yang dirinya rasakan. Ya itu lah Veronika dia tak tinggal diam dan akan terus balas dendam dengan korban yang membuat anaknya dan keluarganya menderita.


Sebenarnya ini juga salah Sania sendiri kenapa dia meneror dan mencoba melakukan pembunuhan? kalau seandainya Sania tak melakukan itu Rika pun tak akan memasukan Sania ke dalam jeruji besi.


Veronika termasuk pintar dalam hal licik seperti ini, tapi entah mengapa kali ini dirinya cepat sekali tertangkap padahal biasanya dia paling pandai melakukannya.


"bukannya kita pernah ketemu di suatu tempat?"


"haha, kamu ini siapa? saya aja baru liat muka kamu, dan kamu bilang kita pernah ketemu? gak usah ngaco jadi orang"


"udah anda jangan banyak bicara sekarang anda ikut kami ke kantor polisi" ucap polisi tersebut memborgol tangan Veronika.


"lho kok main tangkap saya gak saya gak pernah bunuh orang! bapak jangan main tangkap aja dong"


Amel pun menyuruh mereka untuk keluar, Veronika yang melihat anak buahnya ada di sana pun kaget. Kok bisa ada di sini? bukannya jaga sana malah kesini pikir Veronika, tapi sebentar kalau polisi tau kemana dirinya berada berarti ada udang dibalik rempeyek eh bukan batu maksudnya. Oh atau jangan-jangan mereka yang kasih tau dimana keberadaan Veronika.


Kurang ajar, awas aja kalian, kalian udah melanggar semua peraturan. Liat saja nanti kalau sampai Veronika di penjara dia pastikan keluarga mereka berdua harus menderita terlebih dahulu. Ya bisa aja kalau bisa lakuin kalau gak sama aja dong.


"kalian? kenapa kalian ada disini, oh saya tau kalian yang memberitahu tempat ini?!"


"iya anak buah lo yang ngasih tau dimana keberadaan lo. kenapa? gak terima?" tanya Amel

__ADS_1


"diam kamu, saya gak bicara sama kamu!"


"tapi saya punya mulut" ucap Amel.


"ka-"


"udah pak bawa aja, biarin mendekam dipenjara sekalian busuk aja dipenjara" ucap Arko menyuruh polisi segera membawa Veronika pergi.


"diam kamu, kamu gak usah ikut campur sama urusan saya"


"terus gue peduli gitu?"


"bawa dia!"


"gak saya gak bersalah, lepasin lepasin saya! saya gak pernah melakukan iku gak lepasss!" berontak Veronika yang tak terima.


"diam! anda bisa jelaskan semuanya nanti sekarang anda ikut kami"


"kalian berdua awas aja kalian, kalian akan dapat ganjaran yang setimpal. Dan pastinya keluarga kalian gak akan tenang!"


"helooo! yang sebenarnya dapat ganjaran itu lo malah nyalain orang lagi. Sebenernya lo itu sadar udah tua, udah bau tanah masih aja ngelakuin ginian, inget umur orang gak ada yang tau! mending lo cepet-cepet taubat deh"

__ADS_1


"haha terus saya peduli dengan omongan kamu, kamu juga liat aja kamu, kamu akan dapat balasan dari saya"


"ya saya tunggu"


__ADS_2