
...Happy reading!!!...
...jangan lupa tinggalkan jejaknya...
...-----...
Lima tahun kemudian
Sekarang umur Al sudah memasuki usia delapan tahun, Al sudah memasuki sekolah dasar.
"Pagi Bunda, Papa" Ucap Al.
"Pagi pangeran Bunda, mau makan apa?" Tanya Rika.
"Mau makan sereal aja bun"
"Al kamu kemarin bolos ya?"
Al mengangguk "Iya Al bolos, lagian Al males gurunya banyak omong gak seru sukanya marah-marah mulu apalagi Al terus yang kena marah padahal kan Al kemarin gak sengaja putusin penggaris Bu Mirna" Ucap Al dengan santai.
Rika dan Ardit hanya bisa menggelengkan kepalanya. Fix Al turunan Rika tapi kayaknya lebih parah sih.
Flashback ON
Al sedang bermain dengan teman-temannya di kelas. Biasalah kalau gak bermain kejar-kejaran ya tonjok-tonjokan.
Sekarang Al dan Vino berebut penggaris untuk bermain pukul-pukulan.
"Ih lepasin Vino dulu yang dapet" ucapnya sambil menarik penggaris.
__ADS_1
"Apaan sih orang Al yang dapet duluan" Ucap Al yang tak kalah.
"Gak mau! Ini punya Vino!"
Terjadilah tarik-tarikan diantara mereka berdua. Semuanya hanya bisa melihat tingkah laku mereka berdua. Semua tak berani dengan Al apalagi Al jago beladiri.
Sudah dari TK Al mengikuti banyak sekali lomba beladiri, banyak sekali piagam serta piala yang berjejer di kamarnya.
"Ini kan punya semua! Jadi semua bisa pakai. Lepasin"
"Gak mau! Orang Vino yang dapet lepasss"
Sampai akhirnya penggaris tersebut patah karena mereka berdua tak ada yang mau mengalah.
"Tuh kan patah penggaris nya!" Ucap mereka secara bersamaan.
"Nih ambil aja" Ucap Al memberikan penggaris yang patah tersebut kepada Vino.
Suara bariton yang membuat seluruh murid menatap kearah orang tersebut. Mereka menatap orang tersebut. Orang tersebut adalah Bu Mirna.
Wali kelas Al, menatap mereka berdua lelah gak ada capeknya buat berantem?
"Itu kenapa penggaris nya?" Tunjuk Bu Mirna.
"Vino ini kenapa penggaris nya?"
"Em g-gak tau bu" Ucap Vino sambil menunduk.
Bu mirna memutarkan badannya, menatap ke arah Al yang duduk santai dengan muka tanpa salah. Kalau gak Al ya Vino mereka berdua gak ada berhentinya buat bikin masalah.
__ADS_1
Herman Bu Mirna gak ada capeknya buat di hukum.
"Alvaro? Penggaris nya kenapa?"
"Gak tau bu" Ucap Al dengan santai.
Bu Mirna hanya bisa menghela napas lelah, lelah dengan kedua muridnya tersebut. Memijit pelipisnya.
"Ibu kenapa? Capek? sama bu saya juga" Ucap Al.
"Kamu dan Vino berdiri di luar kelas sampai ibu bilang kalian boleh masuk"
Al mengangguk berdiri dan keluar kelas. Bukannya menjalankan hukuman malah menuju ke kantin. Ngapain jalanin hukuman? buang-buang waktu aja, mending ke kantin beli jajan buat perut kenyang.
Flashback OFF
"Gak salah kan Bun?"
"Anak siapa sih? perasaan gue dulu gak kayak gini deh" Batin Rika.
"Iya-iya sekarang kamu makan sarapan kamu terus berangkat sama papa, jangan lupa sama Lea juga" Memberikan mangkok yang berisi sereal.
"Ih bun kenapa sama Lea lagi kan dia udah ada om Arko" Ucap Al degan kesal.
Gak ada gitu selain Lea yang dia ajak yang lain kek, bosen tau gak berantem mulu. Tapi kan yang ajak berantem Al juga jadi ya yang salah Al kenapa usil banget tangannya.
...-----...
Hay Assalamu'alaikum semua apa kabar nih? semoga baik ya! Akhirnya Nana bisa buat extra part lagi maaf ya kalau sedikit otak Nana cuma bisa sampai sini haha 😆
__ADS_1
Makasih atas support kalian semua! Maaf sekali lagi kalau ceritanya ada yang membuat hati para readers gak nyaman 🙏
Semoga suka 🥰