Perjodohan Berakhir Cinta

Perjodohan Berakhir Cinta
ᴘᴇɴɢʜɪᴀɴᴀᴛ


__ADS_3

Sekarang mereka berada di kantin, mereka menikmati makanan pesanan mereka masing-masing. Selesai dengan makanannya terjadi keheningan.


Hanya suara anak-anak yang lalu-lalang.


Semuanya diam, mereka sedang berfikir dengan pikiran masing-masing. Acha menatap kearah Lidya dengan selidik.


Risih? Tentu saja!


Siapa yang tak risih ketika diliat?


"Diantara kita berlima, kayaknya ada......" Acha berbicara membuka keheningan diantara mereka.


"Penghianat!" Sambung Acha menatap tajam lidya.


"Maksud lo apa tatap gue!" Ucap Lidya tak suka.


"Gak gue cuma ngomong"


"Tapi ucapan lo menuju ke gue! Seakan-akan gue yang lakuin itu!"


"Emang gue ngomong gitu?" Ucap acha menatap Lidya tak suka.


Lea hanya bisa menghela nafas sabar! Sabar dengan kelakuan mereka! Sudah dari beberapa hari Lidya dan Acha ribut, Acha yang menuduh Lidya dibalik ini semua.


But?


"Tapi tatapan lo dari kemarin menuduh gue ngelakuin hal yang gak pernah gue lakuin!" Lidya berucap dengan menekan setiap katanya.


"Lidya-lidya!"


"Gue gak nuduh lo! Gue cuma bilang kayaknya!" Ucap Acha menekan kata kayaknya.


"Halah! Bacot lo! Dari kemarin lo tuduh gue ngelakuin itu ke Lea"


Acha menggenggam telapak tangannya, nih bocah bisa dibilangin gak sih?. Jelas-jelas acha nyebut kalau dia bilang kayaknya! Bukan ada!


"Emang gue bilang!" Ucap Acha menaikkan satu alisnya.


"Lo bisa bedain gak sih kata adanya sama kayaknya itu memiliki arti yang beda, adanya itu berarti ada. Sedangkan kayaknya bisa ada dan gak!" Lanjut Acha.


"Kayaknya lo punya dendam deh sama gue! Gue ngelakuin apaan sih sampai-sampai lo natap gue sebagai orang yang ngelakuin ini ke Lea!" Ucap Lidya dengan ngegas.


Acha menatap Lidya tak suka kok dia yang ngegas. "Kenapa lo yang ngegas sih!"


"Sapa gue! Lagian lo juga aneh banget bilang gue yang ngelakuin ngapain juga gue nyakitin sahabat gue sendiri"


"Teman adalah musuh paling jahat diantara kita, so bisa jadi lo" Ucap Acha asal.


Asal! Tapi nyelekit ke hati.


Jangan salah! Acha? Kalau udah gak ketahan emosi keluar tuh kata-kata mutiara nya.


"Bangsat! Kalau lo mau ngajak ribut ayo! Ngapain pakai clue-clue segala!" Ucap Lidya yang tak Terima.


"Heh siapa yang mau ajak lo ribut anjing! Tapi tunggu kok muka lo kayak ketakutan gitu?" Tanya Acha asal.


Lidya dengan cepat mengubah ekspresi wajahnya. Acha yang asal bicara tersenyum melihat keanehan dari Lidya.

__ADS_1


"Apaan sih! Terserah lo deh mau ngomong apa ke gue. Tapi asal lo tau gue gak pernah ngelakuin apapun yang lo omongin tadi"


"Realita tak sesuai dengan ekspetasi"


Kalimat tersebut bisa dibilang sebagai kata-kata yang...


Omongan tak sesuai dengan isi hati! Ya itu lha kata yang cocok untuk menggambarkan Lidya.


Sial!


Lidya tertawa ringan. "Kalau lo punya masalah sama gue bilang! Bukan jatuhin gue"


"Gue gak jatuhin lo! Entar kenapa mainnya jadi jatuh-jatuhan gini?! Oh atau jangan-jangan lo dibalik kasus ini semua?" Mata acha menatap tajam mata Lidya.


Bukan mau fitnah! Tapi hati Acha berkata demikian? Felling nya berkata bahwa Lidya lah topeng dari ini semua.


"Gak usah fitnah lo jadi orang!" Ucap Lidya yang mulai emosi.


"Gak fitnah, ngapain gue fitnah"


"Gue ngomong sesuai realita!"


Ucapan acha yang terbilang biasa tapi ngejleb di hati.


Lea yang tak tahan dengan keributan mereka akhirnya melerai. Kepalanya pusing! Bahkan sangat pusing.


"STOP!"


"Kalian bisa gak sih gak udah ribut! Dari kemarin lho kalian ribut terus. Please berhenti! Lagian percuma juga kalian berantem semuanya udah kejadian sekarang mau diapain? Di putar?"


Tulul!


Goblok!


Bego!


Udah tau temennya berantem malah becanda, gini nih otak dongo. Udah dongo! Goblok! Meresahkan! Mau nambahin gak? Sekalian nanti di kemas jadi satu.


Paket kali di kemas bwahahaha.


"Aw.. Sakit anying!" Ringis Danish mengelus kepalanya.


Ghea hanya memutar bola mata malas, capek? Banget apalagi punya temen yang sifatnya astagfirullah seperti Danish.


"Lo suruh gue diem! Gak gue gak diem. Gue gak akan diem kalau sahabat gue kena kayak gini? Lo sadar gak sih! Nama lo itu sedang anjlok sekarang"


"Bukan masalah keracunan kemarin! Tapi juga masalah lo yang berduaan di dalam gudang sama kevin! Masa lo gak sadar!" Ucap Acha dengan emosi menggebu-gebu


"Dan lo sadar! Ketika lo ada masalah dia! Dia gak ada di samping lo!" Menunjukkan Lidya "Dia hilang. Hilang bak di telan bumi"


"Dia ada ketika lo senang tapi ketika lo sedih dia kemana? Kemana? Ilang! Gak ada tuh ngakuin apa gitu" Acha mengeluarkan semua unek-unek yang dia rasa.


Dia gak rela sahabatnya kena masalah apalagi nama Lea menurun seketika. Ketika kabar bahwa Lea dan Kevin berbuat mesum di dalam gudang!.


Apakah Acha akan diam? Tidak!


Apa dia percaya?

__ADS_1


Tentu tidak! Ngapain juga Lea ngelakuin itu? Dia aja udah punya suami.


Ucapan Acha membuat Lea dan Ghea berfikir ada benarnya juga! Lea menggelengkan kepalanya gak! Dia gak boleh negatif, Lea harus positif thingking.


"Terserah! Terserah lo mau ngomong apapun. Gue gak pernah ngelakuin apa yang lo omong" Lidya dengan cepat meninggalkan Lea dan yang lain.


Telinganya panas!


Apalagi dia bukan di kelas melainkan kantin. Tak sedikit orang yang membicarakan mereka.


"Sial" Umpat Acha.


"Apa! Pada liat-liat! Nguping aja kerjaannya. Kerjain sono urusan lo gosip mulu udah bener belom hidupnya!" Ucap Acha yang membuat semuanya menoleh kearah yang lain.


"Udah Ca! Sabar" Ghea menghampiri Acha dan menenangkannya.


Lea hanya menghela nafas kasar. Kenapa jadi membingungkan gini. Siapa orang dibalik ini semua? Kenapa dia melakukan ini pada Lea?.


"Sorry Le! Gue gak bermaksud tadi, gue kesel aja insting gue selalu ke arah Lidya. Gue ngerasa ada yang janggal sama dia, gue gak mau nama lo di injak-injak" Ucap Acha dengan menyesal.


Lea tersenyum "Gak gue gapapa, lo gak salah. Maafin gue ya, karena gue kalian jadi terlibat sama ini semua" Ucap Lea memeluk ketiga sahabatnya.


Karena kejadian Lea dan Kevin di gudang waktu itu, bukan hanya Lea yang kena tapi juga sahabatnya yang kena karena membela dia.


Untuk Al, dia! Dia akan membentak siapapun itu ketika mereka membicarakan Lea, siapa yang gak marah gadisnya di omongin?.


Al juga sudah mengurus semua masalah ini. Jadi hanya beberapa hari saja, walaupun begitu tak sedikit juga yang membicarakan kelakukan Lea.


"Gak kita kan sahabat! Kalau lo kena kita juga kena, kita gak tega tau lo di injak-injak seakan-akan mereka itu benar! Padahal mereka gak tau yang aslinya" Ucap Ghea dengan tegas.


Ucapan Ghea ada benarnya, mereka hanya melihat Lea dari luar saja padahal mereka tak tau kejadiannya bagaimana.


"Udah ah gak usah nangis, gue gapapa! Ada Al kok yang bisa bantu juga"


"Ye yang punya mah beda!"


"Makanya jadian jangan jomblo mulu!" Ucap Acha ada benarnya juga.


"Mirror kali! Lo juga jomblo, setan!" Ucap Ghea yang tak Terima.


"Lo"


"Jncok!"


"Astagfirullah mulut lo anying"


"Gak usah nyebut, kalau ujung-ujungnya sama"


Bacot!


...…...


Bener gak tuh ucapan Acha? Ish kalau bener jahat banget 😖


Satu kata buat episode ini?


Jangan lupa jejaknya ya!!

__ADS_1


__ADS_2