Perjodohan Berakhir Cinta

Perjodohan Berakhir Cinta
ᴘᴇʀɪɴɢᴀᴛᴀɴ


__ADS_3

"lo bisa gak sih! gak ganggu orang hah!" ucap Amel.


"gue gak ada urusannya sama lo ya" ucap Sania.


"ada lah lo ganggu Rika berarti lo juga ganggu gue" ucap Amel.


"oh ya, tapi gue bodo amat" ucap Sania.


Rika hanya melihat mereka berdua dengan muka datarnya, berantem, berantem dan berantem tak ada hari yang menyenangkan selain berantem.


"urusan gue sama j****g ini, gue mau kasih pelajaran ke dia, yang udah menjelekan nama kampus" ucap Sania.


"heh perasaan anak-anak udah gak ada tuh yang ungkit masalah kemarin" ucap Amel.


"ya terserah gue, lagian dia itu harus di kasih pelajaran kalau gak gini dia gak akan jera, orang nyokap nya aja sama" ucap Sania.


Rika yang memang moodnya sudah buruk ketika Sania datang, dan sekarang Rika tak Terima apa-apaan ini? orang tua yang di bawa, helooo masalah lo itu ke gue bukan nyokap gue!.

__ADS_1


Bruk


Rika langsung mendorong meja dan pasti membuat Sania terjatuh, dan itu membuat semua murid memperhatikan mereka berdua, Rika menghampiri Sania yang terduduk dibawah dengan cepat Rika langsung menggenggam dagu Sania dengan kasar dia tak peduli Sania terluka, toh dia sendiri yang mulai.


"agh sakit, lepasin" ucap Sania berusaha melepas cengkraman dari Rika.


"sakit iya? sakit hah! sakit an mana ketika orang tua lo percaya aja sama omongan orang daripada anaknya? sakit mana ketika orang tua lo udah main tangan sama lo hah!" teriak Rika.


Rika tak peduli sampai tulang rahang Rika patah, dia sudah membuat singa yang ada di dalam tubuh Rika bangun jadi bersiap-siap lah untuk diterkam.


"lepasin! gue bisa lapor lo dan bikin lo keluar dari sini!' ucap Amel.


"lepasin! mau lo apa?" tanya Sania.


"mau gue gak banyak, hanya ingin lo ngerasain aja setiap yang lo lakuin" ucap Rika.


"gue udah kasih kesempatan beberapa kali kan? jadi jangan salahin gue buat bongkar kebusukan lo" ucap Rika.

__ADS_1


"lo yang busuk! lo gila!" ucap Sania.


"gak usah banyak bacot! lo liat tuh temen yang lo bangga-banggain liat! dia diem ketika lo ditindas gini yang lo kata temen baik hah!" ucap Rika.


"gue udah sabar selama ini sama lo, dan gue juga udah kasih lo kesempatan bahkan lebih dari satu dari kemarin. Jadi lo siap-siap aja buat semuanya" bisik Rika yang membuat Sania merinding.


"lo kenal sama orang ini" ucap Rika sambil memutar rekaman suara. Sania yang mendengarkan tersebut kaget dan gugup Rika yang melihat itu hanya tersenyum remeh.


"Amel silahkan putar" ucap Rika lalu berdiri.


Amel yang mendapatkan perintah itu pun langsung menyalakan laptop dan memasangkan ke kabel LCD Proyektor, vidio dimulai di sana melihatkan Sania yang bermain dengan om-om tapi, bagian tubuhnya Rika blur hanya wajah saja yang dia perlihatkan.


Dan di sana desahan demi desahan keluar, Sania yang melihat itu terbelalak kaget, dari mana dia dapat? bahkan pemilik hotel itu sudah dia bayar mahal. Badan Sania bergetar hebat semua anak membicarakannya dan menghinanya Rika dan Amel hanya tersenyumlah kemenangan.


"gila gue gak nyangka kalau Sania ngelakuin itu" ucap salah satu dari mereka.


"iya tega banget sih sampai fitnah orang gitu, ih amit-amit deh gue punya teman kayak dia" ucap yang lainnya.

__ADS_1


"lo gak usah fitnah! sebenarnya lo yang malu lo yang udah buat nama baik sekolah jelek" ucap Sania.


"gak semua bohong! dia cuma fitnah gue'' teriak Sania lagi.


__ADS_2