Perjodohan Berakhir Cinta

Perjodohan Berakhir Cinta
ʙᴀᴢᴀʀ


__ADS_3

Lea terbangun karena suara alarm nya yang berbunyi, menatap jam ternyata masih pukul 03.50. Lea membalikkan badannya, matanya masih menatap sosok tampan yang sedang tertidur pulas dengan mimpinya.


Wajahnya sangat tenang, dengan deru nafas yang teratur. Tangan Lea membelai wajah Al menyentuh lembut pip milik Al.



Al yang merasa terusik dengan sentuhan lembut tersebut membuka matanya perlahan.


Al tersenyum hangat karena pertama kali membuka mata sudah di suguhi oleh wajah Lea yang sangat cantik, putih dan tentunya dengan muka bantal Lea yang membuat Al gemas sendiri.


"Morning istri" Ucap Al dengan serak yang berat.


"Too"


"Singkat banget?" Kesal Al yang membuat Lea tertawa geli.


"Terus gimana yang bener?"


"Yang panjang"


"Morning suami" Ucap Lea menatap manik mata milik Al.


"Jam berapa? Hoam"


"Jam empat kurang" Jawab Lea.


"Tumben bangun, biasanya kebo!" Ucap Al yang membuat Lea mencabik bibirnya.


"Lo lupa kalau ada bazar, gue belum nyiapin minumannya"


"Kenapa gak buat kemarin malem?"


"Kalau gue buat tadi malem, mau taruh mana?" Tanya Lea.


"Kulkas lah!"


"Lo lupa di sini kan banyak SETAN nya kalau lo lupa" Sindir Lea sambil menakan kata setan yang membuat Al menatapnya tajam.


"Hm" Menutup kembali matanya dan membawa Lea kedalam pelukannya.


...…...


Lea sudah siap dengan pakaian santainya, turun kebawah melirik jam yang berada pada lengannya. Ternyata sudah jam 09.00 tadi dirinya tertidur karena Al, mereka berdua sama-sama telat shalat subuh.


Walaupun begitu masih saja mereka tidur kembali, entah jam berapa mereka berdua tidur sampai-sampai kesiangan begini.


Karena bazar akan dibuka saat duhur sampai maghrib. Jadi Lea dan yang lain masih bisa santai terlebih dahulu. Lea membuka kulkas dan mendapatkan daging cincang, keju dan juga bawang bombay.


Kepala Lea langsung tertuju pada pasta. Sarapan kali ini Lea akan membuat pasta, mengambil pasta yang berada rak. Lea melupakan satu hal, yaitu saus menatap ke rak yang paling atas membuat Lea menghela nafas kasar.


"Kenapa harus tinggi banget sih" Guman Lea yang berusaha mengambil saus di rak paling atas.


Melompat-lompat tetap saja Lea tak berhasil mengambilnya, menatap sekeliling, ada kursi tuh dengan cepat Lea mengambil kursi dan menaruhnya di depannya.


Mengambil saus tersebut dengan senang sampai Lea tak tersadar bahwa kakinya tak seimbang yang membuat dirinya jatuh kebelakang.


1...


2...


3...


Lea membuka mata perlahan dirinya tak merasakan sakit bahkan bahannya merasa tak menyentuh lantai, menatap ke depan ternyata ada Al yang memeluk pinggangnya agar tak terjatuh.


Muka mereka begitu dekat hingga hidung mereka saling bersentuhan, tangan Lea yang memegang kedua pundak Al dan Al yang memegang pinggang rampingnya.


Masih terdiam dengan tatapan masing-masing, Al yang tersenyum melihat muka Lea yang bersemu. Bagaimana tidak jarak mereka hanya tinggal beberapa senti lagi.


Jangan ditanya soal Lea jantungnya sudah hampir mau lepas dari tempatnya. Tampan satu kata yang Lea lihat dari Al.


Walaupun mereka nikah sudah hampir 3 bulan setengah tak membuat Lea dagdigdug ketika berhadapan langsung dengan Al.


"Ceroboh!" Satu kata yang keluar dari mulut Al.


Dengan cepat Lea melepas pelukan dari Al, jantungnya udah gak bisa diajak kompromi. Semoga gak kedengaran gimana jantung Lea yang berdetak lebih cepat.

__ADS_1


"Enak aja! Gak ya gue gak ceroboh!" Ucap Lea yang tak terima.


"Lo ngapain naik-naik segala! Kalau jatuh gimana? Hm" Tanya Al dengan ketus, walaupun begitu dirinya takut Lea kenapa-napa.


"Ambil saus tapi ketinggian"


"Makanya jangan pendek kalau gitu" Ucap Al dengan menekan kata pendek yang membuat Lea memutar bola mata malas.


Oh mentang-mentang tinggi terus bilang Lea pendek enak aja! Gini-gini Lea termasuk tinggi ya orang banyak kok malahan temannya yang lebih kecil darinya.


Bukan Lea yang kependekan tapi Al yang ketinggian!


"Lo nya yang kayak tiang! Udah sana gue mau masak" Usir Lea agar Al pergi.


"Gue bantu sini"


"Gak usah! Nanti lo malah bikin ribut lagi"


"Gak!"


"Gak us-" Ucap Lea yang terpotong ketika Al menatap dirinya tajam.


"I-iya deh, masak air aja sama tuh potong bombay nya" Ucap Lea yang mengambil beberapa bahan yang ada di kulkas.


Al mengikuti ucapan Lea mengambil panci dan diisi dengan air. Memotong bawang bombay, tak sedikit pula mereka bercerita.


Akhirnya pasta buatan Lea selesai dengan keju sebagai hiasan. Al yang mencium aroma wanginya pasta buatan Lea langsung mematikan HP.


"Nah udah jadi" Memberikan dua piring pasta.


Al mencoba dirinya tersenyum ketika pasta tersebut masuk dalam mulutnya. Melihat ekspresi Al yang menikmati membuat Lea tersenyum, dirinya berhasil membuat pasta.


Walaupun begitu menurut Al makanan Lea enak semua, apalagi martabak manis buatan Lea kemarin.


"Lo mau buat minuman di sini apa sekolah?" Tanya Al sambil membantu Lea membersihkan dapur.


"Sekolah aja deh, lagian cepat juga buatnya"


"Kenapa gak sekarang aja? Kan jualannya sampai sore, sekalian gitu biar lo gak usah bungkus-bungkus" Usul Al.


Al mengangguk, selesai membereskan dapur mereka berkutat dengan minuman, Lea ingin membuat susu dan yang lainnya.


"Ini takarannya segini?" Tanya Al memperlihatkan sendok yang berisi bubuk minuman.


"Iya nanti lo tambahin susu"


Akhirnya setelah hampir satu jam karena adanya keributan diantara mereka, semuanya selesai sekitar 25 bungkus. Al juga sempat mencoba dan rasanya pas dan enak apalagi kalau dingin.


"Yang jaga sapa aja?"


"Lidya, Acha sama gue"


Jam sudah menunjukan pukul 10.25 mereka pun naik dan berganti baju dengan pakaian bebas tapi rapi, selesai dengan gantinya, Lea mengambil tas belanja untuk di isinya dengan minuman miliknya. Acha yang akan membawa es batu untuk pendinginnya.


"Udah semua?" Lea mengangguk, Al. mengambil alih tas tersebut.


...…...


Sampai sekolah ternyata sudah banyak anak yang sudah datang, karena sekolah Lea cukup luas jadi bisa cukup banyak juga nanti lapak yang berjualan.


Acha datang, membantu membawakan barang-barang Lea. Mereka menuju ke kelas untuk membuat minumannya. Membuka air dan menaruhnya pada baskom membuat beberapa macam rasa minuman.


"Lidya lo lanjutin ya, gue sama Lea mau beli sedotan kurang deh kayaknya"


"Oke gue lanjutin"


Sudah hampir semua selesai tinggal 20 bungkus yang belum terisi. Mereka akan membuat 300 bungkus. Lidya melanjutkan kembali membuat minuman, sedangkan lidya dan Lea keluar membeli sedotan.


"Eh Lid, gue mau dong satu. Berapa?" Ucap Danish.


"5000 aja"


"Oke nih uangnya" Ucap Danish.


Minuman pun telah selesai, Lea dan Acha juga sudah balik, mereka berjalan menuju ke lapangan untuk menata jualan mereka.

__ADS_1


"Gila udah rame aja nih sekolah"


"Iya juga ya, eh tapi kan ada yang dari luar juga jadi bisa dong"


"Eh anak-anak yang bagian makanan jualan apa?" Tanya Lea sambil menata minum.


"Katanya corn dog sama kentang"


Hingga tak terasa jam bazar di buka membuat, cukup banyak juga yang membeli minuman Lea, Lidya, dan Acha.


"Gue dong yang rasa anggur sama coklat dua"


"10.000"


"Makasih"


"Es nya yang seger-seger bund silahkan mampir, yuk"


"Strawberry 3"


"Eh entar gue mau ke toilet dulu kebelet" Izin Lidya.


"Oke"


Lidya pergi ke toilet sedangkan Lea dan Acha melanjutkan jualan mereka. Al dan yang lainnya datang membeli minuman Lea cukup banyak lumayan biar cepat habis.


Udah setengah jualan mereka habis, padahal baru satu jam. Tak terasa akhirnya minuman mereka habis juga bertepatan jam setengah tiga sore.


Tak sedikit pula jajanan anak-anak ada yang ludes. Kalau soal jual menjual mereka jagonya. Buktinya mereka bisa habis duluan, dan tadi mereka sempet membuat beberapa bungkus lagi.


"Akhirnya habis juga!" Ucap Acha dengan senang.


Membereskan barang-barang yang lainnya, sekarang giliran mereka mencicipi makanan dan minuman anak-anak yang lain. Cukup banyak yang mereka pesan.


"Gue mau coba piscok nya dong, Lin gue dong piscok nya satu, lo mau gak?" Tawar Lea.


"Boleh dong kalau gratis" Ucap Acha.


Siapa sih yang gak seneng kalau gratis pasti gak ada. Lumayan gak usah buang-buang uang.


"Nih Le, makasih ya" Ucap Linda memberikan makanan pesanan Lea.


"Ya udah gue ke yang lain ya! Bye Lin"


Sambil menikmati piscok yang Lea beli, mereka mengobrol sebentar sampai tak sadar bahwa Lidya tak ada di samping mereka. Mereka mengangkat bahu acuh mungkin Lidya sedang mencari makanan.


"Lho Lidya mana?" Tanya Lea sambil memakan jajan yang lain.


"Ada kok di- lho kok gak ada?" Tanya Acha dengan bingung.


"Mungkin lagi jajan udah yuk ke sana tuh ada Danish sama Ghea" Ajak Lea menuju ke Ghea dan Danish.


"Gimana ludes gak?" Tanya Ghea.


"Ludes dong ya kali enggak, kita gitu lho"


...…...


Alvaroadbr_



Alvaroadbr_ Dua tiga kucing berlari, muka kau macan tai


Lealou_ sapa yg fotoin?


Alvaroadbr_ @Lealou_ cwek gw


Jojo.abraham @Alvaroadbr_ @Lealou_ Cie yang berduaan


Alvaroadbr_ @Jojo.abraham bct!


...…...


Jangan lupa buat Komen sebanyak-banyaknya dan juga vote nya. Sayang kalian banyak-banyak ❤

__ADS_1


__ADS_2