Perjodohan Berakhir Cinta

Perjodohan Berakhir Cinta
ᴘᴇɴʏᴇʀᴀʜᴀɴ ᴊᴀʙᴀᴛᴀɴ + ᴀᴄᴀʀᴀ


__ADS_3

Tiga bulan kemudian


Keadaan rumah Al sangat ramai, banyak sekali yang datang. Menghadiri kelahiran Shaka yang di nantikan oleh banyak orang.


Lea, gadis itu yang mengusulkan acara ini. Malam ini mereka akan melakukan acara kecil-kecilan. Hanya orang-orang terdekat saja yang datang.


"Bun, Shaka mana?" tanya Al, yang tak melihat anaknya itu di pangkuan sang Bunda.


"Oh itu sama mertua kamu, di taman" Rika, sang bunda sedang sibuk menyiapkan bahan-bahan makanan.


Al mengangguk, meninggalkan sang bunda dan menghampiri Mama serta anaknya.


"Ma"


Amel menoleh, "Al ada apa nak?"


"Biar Al aja yang gendong Shaka, Mama duduk aja" ucap Al, mencoba mengambil alih Shaka.


"Gak usah, mama gapapa, sekarang kamu naik ke atas. Panggil Lea, acara mau dimulai" suruh Amel, serasa menimang Shaka.


Al mengangguk, menatap jam. Benar sebentar lagi acara akan dimulai. Al pamit untuk memanggil Lea ke bawah. Menaiki satu persatu anak oo, Al tersenyum melihat Lea yang berdiri di meja rias.


"Gak usah cantik-cantik" bisik Al tepat di samping Lea.


"Al. Shaka mana?"


"Shaka mulu yang ditanya" rajuk Al. "Dibawah sama Mama" lanjut Al.


"Ya ampun papanya Shaka cemburu, bukannya gitu Al. Aku takut Shaka kenapa-napa. Udah ih jangan ngambek, udah bapak-bapak juga" Lea, cewek itu sekarang menggunakan dress putih.


"Enak aja, bapak-bapak. Aku itu Papa muda, masa masih muda gini bapak-bapak" ucap cowok itu, tak terima.


"Apa bedanya coba, kan sama aja" Tanya Lea, bingung.


"Beda dong Mamanya Shaka, aku itu papa muda, kalau bapak-bapak itu seumuran Papa. Baru bapak-bapak"


"Oh, gitu" Lea berucap, sambil menganggukkan kepala beberapa kali.


Teriakan terdengar dari atas, membuat Al dan Lea terlonjak kaget. Bagaimana tidak? Sang Mama kalau teriak merusak telinga.


"Al! LEA! BURUAN TURUN, SHAKA NANGIS NIH!" Teriak Amel dari bawah.


Al dan Lea hanya saling lirik, keceng banget, batin keduanya. Padahal di kamar Al sudah memasang pengedap suara, tapi emang suara Amel aja yang seperti toa.


"Turun" Al menarik lembut tangan Lea dan menggenggamnya erat. Mereka berdua turun kebawah, benar hampir semuanya sudah datang.


Al melihat Shaka yang berada di gendongan Jojo, langsung berlari menghampiri mereka berdua dan merebut Shaka dari gendongan Jojo dan memberikan kepada Lea.


"Lo apain Shaka?" Tanya Al dengan curiga.


"Ya Allah, Shaka gue tenangin doang. Su'udzon amat lo" Ucap Jojo yang merasa ditindas.


Jelas-jelas Shaka nangis tadi, dan bertepatan dengan itu Jojo serta yang lain datang, Jojo mengambil alih Shaka dari gendongan Amel. Karena Amel terlihat sibuk menata makanan.


"Gak lo kasih apa-apa kan?" Tanya Al, yang masih curiga.


"Seterah lo lah, seterah. Gue merasa ditindas sama pertanyaan lo. Jahat sekali kau mas, menuduh saya" Jojo, cowok itu memulai dramanya.


"Jijik setan!" teriak semuanya.


...…...


Semuanya telah berkumpul di taman belakang. Jam sudah menunjukan pukul setengah delapan.

__ADS_1


Acara dimulai dengan mengobrol sambil mempersiapkan makan malam yaitu dengan bakar-bakar.


"Gans banget sih anak lo Le, gue culik boleh gak?" Danish, cewek itu dari tadi tak berhenti bermain dengan Shaka.


"Culik bilang-bilang. Buka culik namanya, pinjem yang bener" celetuk Acha.


"Seterah gue"


"Ghe, lo gak jadi pindah ke Jogja?" Tanya Lea.


Ghea menggeleng. "Gak, gue mau disini, lagian kan ada Shaka sekarang, gak bisa dapetin dia bisa dapetin Shaka ya gak?"


Semuanya menatap satu sama lain, ketika Ghea mengucapkan kata dia. Maksudnya? Oh jangan bilang kalau-


"Dia?" ucap mereka bertiga.


Ghea mengangguk, "Iya dia, ck pasti kalian kagak tau kan?" tanya Ghea, yang sangat menyebalkan di telinga yang lain.


Udah tau, nanya lagi!


"Ya, gak tau lah bego! Kalau tau juga ngapain tanya" kesal Acha.


"Jojo ya?" Tanya Danish, yang membuat Acha tersenyum miring.


Acha berdecih "Cih, sok-sokan kemarin nolak, sekarang bilang dia-dia. Udahlah gengsi lo itu kurangin dikit. Jojo dapet baru nyaho lo" ejek Acha.


"Tau lo Ghe, udah balikan aja daripada lo jomblo. Kasian gue" Ucap Danish yang membuat Ghea mencabik bibirnya kesal.


"Punya temen gini amat" Batin Ghea, sambil mengelus dadanya sabar.


Makan malam dimulai, semuanya mengambil piring dan lauk mereka. Malam semakin ramai apalagi kedatangan anggota alvarebos yang lainnya.


"Gue ambil makan ya" pamit Danish.


"Sama, lo mau titip gak? Sekalian gue bawain" tawar Acha.


"Gak usah, nanti aja gue gampang" tolak Lea. Acha mengangguk, meninggalkan Lea yang sedang mengobrol dengan Shaka.


Tak lama Al datang dengan sepiring nasi. Dirinya tersenyum tipis melihat Shaka yang tersenyum membalas celotehan Lea.


"Lea"


Lea mendongak mendapatkan Al yang menghampiri dirinya, dengan gitar yang melkat pada tangannya.


"Al"


Al duduk di samping Lea. Menaruh gitarnya di samping. "Nih makan dulu, biar Shaka aku yang urus. Kamu belum makan dari tadi" Al, memberikan piring itu pada Lea.


Al mengambil alih Shaka, sedangkan Lea memakan makanan dari Al.


Tak berapa lama Lea selesai dengan makanannya. Mengembalikan piring itu ke tempat piring kotor, setelah itu mengambil alih Shaka kembali.


"Udah yakin sama keputusannya?" tanya Lea, sambil menepuk pelan pantat Shaka.


Al mengangguk yakin. "Yakin"


Al menegakkan tubuhnya. "Selamat malam semua, buat anak alvarebos bisa kumpul semua" instruksi Al, semua anggota Alvarebos pun langsung berkumpul.


"Oke, gue kumpulin semuanya ada hal yang harus gue bahas. Jo lo bawa yang gue suruh kan?" Tanya Al pada Jojo.


Jojo mengangguk memberikan tas tote bag berisi buku dan yang lainnya. "Iya nih yang lo suruh" Ucap Jojo memberikan barang tersebut.


Al tersenyum tipis. "Baik, malam ini gue selaku ketua alvarebos memberitahu bahwa gue bakal turun dari jabatan dan posisi gue bakal gue kasih ke Deon." Ucapan Al yang membuat semuanya kaget, begitupun dengan Deon. Sang pemilik nama.

__ADS_1


"G-gue bang?" tanya Deon.


"Hm iya lo, gue mutusin buat lo jadi ketua dari alvarebos"


"Tapi bang?"


"Udah Yon Terima aja, mumpung Al udah percaya sama lo" ucap Jojo.


Al, adalah tipe cowok yang sulit buat percaya sama orang. Kecuali dia udah kenal terlebih dahulu, makanan jika seperti ini. Berarti Al sudah sangat sangat percaya sama orang itu.


"Gue percaya sama lo, dan gue mohon lo jangan pernah kecewain gue nantinya. Dan buat wakil gue serahin ke Leo, sekertaris ke Fatur dan bendahara ke Kei sama Juan" Jelas Al.


Al memberikan buku serah jabatan serta yang lainnya, Al memeluk Deon seperti adiknya sendiri begitupun dengan yang lainnnya.


"Thanks bang" ucap Deon, masih tak menyangka.


"Jangan kecewin gue" bisik Al.


Akhirnya Al bisa bernafas lega, semua tanggungannya mulai selesai. Tinggal mengurus kuliah serta perusahaan. Dan jangan lupa Shaka.


...…...


Al merapikan anak rambut Lea yang menutupi wajahnya, gadis itu sudah tertidur dengan bantalan tangan Al selama tiga jam yang lalu.


Orang tua Al dan Lea serta kawan-kawan yang lain telah balik, acara malam ini cukup membuat Al dan Lea kewalahan apalagi dengan Shaka.


"Cantik" guman Al.


Mengecup kening Lea cukup lama serta kedua pipi gembul Lea, wajah Lea begitu mengemaskan ketika tidur.


Rengekan Shaka terdengar ditelinga Al, membuat cowok itu menoleh ke ranjang Shaka.


Menarik perlahan tangan Al dan mengantikannya dengan bantal, bangkit dari kasur perlahan Al berjalan menuju ke ranjang Shaka.


"Hei boy, kenapa sayang haus ya? kasian, sini" Mengangkat Shaka perlahan dan menggendongnya.


Al berjalan menuju ke kulkas kecil yang berisi susu asi. Ya, Lea selalu memompa asi dan memasukannya kedalam kulkas, untuk berjaga-jaga. Apalagi ketika Lea gak sempat memberikan ASI-nya langsung.


Menepuk pelan pantat Shaka, sambil memegang botol asi Shaka. "shut tidur ya, kasian Mama"


Lea terbangun ketika mendengarkan suara tangisan kecil Shaka Menoleh kesamping mendapatkan Al yang sedang menimang Shaka.


Lea tersenyum melihat Shaka yang anteng didalam gendongan Al.



"Al" panggil Lea dengan suara pelan.


Al menoleh, menempelkan jari telunjuknya pada bibir. Menyuruh Lea untuk dia sebentar.


"Shut"


"Shaka udah tidur, kamu taruh aja di box nya" ucap Lea tanpa suara.


Al mengangguk, menaruh Shaka kedalam box perlahan. Setelah itu menyelimutinya. Al kembali ke ranjang, menarik Lea kedalam pelukannya, Al cukup capek untuk hari ini.


Mereka bertiga pun sama-sama tertidur pulas.


...…...



__ADS_1


__ADS_2