Perjodohan Berakhir Cinta

Perjodohan Berakhir Cinta
ᴋᴏɴғᴇʀᴇɴsɪ ᴘᴇʀs


__ADS_3

Setelah membahas semuanya, mereka semua menginap di AP Hotel di ruangan khusus untuk keluarga, Rika dan Ardit telah sampai di kamar, mereka membersihkan badan dan beristirahat.


Rika tak bisa menutup kedua matanya, gugup itu yang pertama Rika rasakan apa semua baik-baik saja?. Ardit yang sebenarnya juga belum tidur dia berusaha meyakinkan Rika bahwa besok akan baik-baik saja.


"udah ya, gak usah dipikirin sekarang bobok" ucap Ardit sambil mengelus kepala Rika.


"tapi kak kalau esok.." ucap Rika menggantung.


"udah gak usah dipikirin itu nanti urusanku, sekarang kita istirahat aku gak mau kamu kecapean" ucap Ardit.


Akhirnya Rika bisa tidur mereka tidur saling berpelukan tanpa terasa waktu subuh tiba, mereka mengambil wudhu dan shalat di kamar, sambil menunggu acara Rika mencoba untuk menghilangkan rasa gugup dengan membuka aplikasi yang menurutnya seru.


Pintu terketuk Ardit langsung membuka dan ternyata Ayah ada di sana memberitahukan bahwa acara akan dimulai setelah memberikan itu Ardi pergi.


"Rik acara mau di mulai buruan ganti" ucap Ardit.


Rika langsung ke lemari dan menyiapkan jas untuk Ardit dan pakaian untuknya yap Ardit selalu menyiapkan pakaian terlebih dahulu agar jika ada apa-apa tak perlu bolak-balik.


Rika dan Ardit pun turun ke bawah dimana di sana sudah banyak wartawan yang akan meliput mereka berdua, Ardit tak henti-hentinya memberi semangat dan melawan gugup yang akan di Rika. Ya sebenarnya Rika hampir setiap hari dikejar media apalagi sang papa termasuk seorang pengusaha sukses dan sering riwa riwi ke televisi, tapi Rika tak peduli dan tak acuh karena menurutnya itu membuang waktunya.


Sekarang mereka berdua telah berdiri di depan awak media, semua telah siap menanyakan apa benar mereka menikah?. Acara hari ini ditayangkan secara LIVE.


"selamat siang semua, acara bisa dimulai sekarang untuk yang ingin bertanya silahkan angkat tangannya" ucap MC.


semuanya pun mengangkat tangan, sang MC pun memilih salah satu dari mereka.

__ADS_1


"selamat pagi, saya dari saluran TV JKT mau bertanya apa benar anda dan istri anda sudah menikah sekitar satu bulan ini?" tanyanya.


"pagi, iya kita berdua telah menikah, lebih tepatnya satu bulan setengah" jawab Ardit dengan tenang sambil menggenggam tangan Rika.


"pagi pak, saya dari saluran TV 05 mau bertanya kenapa pernikahan anda baru dibuka sekarang? setelah satu bulan menutupinya?" tanyanya.


"baik, kita buka sekarang karena kita tak ingin terjadi sebuah fitnah atau hal yang lainnya" jawab Ardit.


Pertanyaan demi pertanyaan telah terjawab oleh Ardit dengan tenang sedangkan Rika memperlihatkan senyum paksa nya.


"sumpah males banget, lama banget lagi wawancaranya. Wawancara apa interogasi sih kepo amat ama urusan sini" batin Rika.


Tanpa basa-basi Rika menarik tangan Ardit karena malas menangapi ucapan mereka yang unfaedah menurutnya, Ardit yang tertarik oleh Rika tak bisa berbuat apa-apa dan memang waktunya juga sudah habis hanya sekitar dua puluh menit saja.


Mereka berdua pun sampai di sebuah ruangan dimana di sana telah ada orang tua mereka, Rika langsung duduk sambil memaparkan wajah datarnya yang membuat semuanya bertanya-tanya apa yang terjadi?.


"gimana gak ditekuk orang yang ngasih pertanyaan aneh semua" ucap Rika.


"aneh gimana?" tanya semuanya.


"ya aneh, masa pertanyaannya apa Rika udah mencintai Ardit? kan aneh ngapain juga ngurusin idup orang" kesal Rika.


"tapi udah cinta kan?'' goda semuanya.


blush.

__ADS_1


"a-apaan sih" ucap Rika sambil menutupi mukanya yang sudah merah seperti kepiting rebus.


Semuanya tertawa melihat tingkah Rika, lain halnya disebuah apartemen seseorang sedang menonton siaran dimana Rika dan Ardit melakukan konferensi pers, seseorang tersebut menatap mereka dari layar televisi sambil menahan marahnya.


"sialan, tau gitu gue bongkar semua! jadi ini yang lo bilang suruh gue buka ternyata lo udah siapin semua, oke gue pastiin sebentar lagi lo hancur ditangan gue" ucapnya.


Orang tersebut tak lain tak bukan Bobby, dia merasa dibohongi oleh Rika. Kalau tau seperti itu dia pasti akan membukanya lebih awal dari ini.


"lo sendiri yang salah, ngapain gak buka dari awal dasar bodoh!" ucap Seseorang.


"Sania! ngapain lo di apartemen gue'' ucap Bobby.


Dari tadi tanpa sepengetahuan Bobby Sania telah ada di sana mendengarkan ucapan Bobby, Sania pun menghampiri Bobby.


"gini aja deh, rencana lo gagal kan?" tanya Sania.


"gimana kalau......" bisik Sania.


"lo serius? gue gak mau ya kalau Rika benci gue nantinya" ucap Bobby.


"cih dasar bodoh, terus apa yang lo lakuin kemarin yang ancam dia? hah! sama aja lo itu udah dibenci sama Rika dasar" batin Sania.


"ya terserah lo, itu sih cara satu-satunya dan buat ancaman lo ke bonyoknya Rika mending gak usah gak ada gunanya lo ngancem ke sana" ucap Sania.


"oke-oke deal, kapan kita mulai" ucap Bobby.

__ADS_1


"bagus, secepatnya sekarang kita susun perlahan" ucap Sania.


Mereka pun menyusun beberapa rencana yang akan dia lakukan untuk Rika, Sania merasa senang bisa membodohi Bobby udah tau Sania licik masih aja mau kerja sama. Bobby, Bobby.


__ADS_2