
...Enjoy and happy reading!!!...
...…...
Lea duduk di atas kasur dengan kaki yang bersila, menatap ke layar laptop yang menayangkan drakor kesayangannya.
Untung aja ada laptop sebagai penyelamat Lea kalau ingin maraton drama, di kamar ini tak ada TV jadi kalau mau nonton harus turun dulu.
Setelah shalat isya, Lea melanjutkan kembali menonton drakor yang baru saja tayang.
"Gue gak mau lo deket-deket sama Kevin" Ucap Al yang baru saja keluar dari kamar mandi.
"Kenapa?" Tanya Lea yang masih fokus dengan layar laptopnya.
"Gue gak mau lo nanti yang kena imbasnya, lo gak tau seberapa licik Kevin"
"Hem, iya gue usahain ya"
"Ya lakuin Lea! Awas aja kalau gue liat lo deket-deket sama Kevin lo bakal terima hukumannya"
Lea mengangguk "Iya siap, tapi kenapa sih kalian semua buruk sangka mulu sama Kevin"
"Sekarang gue tanya sama lo, ada angin apa Kevin tiba-tiba pindah? Sekolah mana yang mau Terima cowok yang modelnya kayak gitu?" Tanya Al
"Lo bilang Kevin gitu tapi lo?" Tanya Lea balik.
"Ya kan masih mending gue, yang masih bisa harumkan nama sekolah" Ucap Al dengan bangganya.
"Terserah! Gue mau masak, lo mau makan apa?"
Al berfikir, Tiba-tiba ide muncul di pikirannya. Jahil lagi sama Lea seru tuh. Berjalan menghampiri Lea yang menatap Al bingung. Lea yang melihat Al mendekat pun memundurkan badan hingga mentok dengan pintu.
Mengunci Lea dengan kedua lengannya, nafas Al menerpa muka Lea yang membuat nafasnya berhenti sejenak.
"M-mau ngapain?" Tanya Lea dengan gugup.
Al sudah menahan ketawanya dari tadi melihat muka Lea yang gugup setengah mati. Mendekatkan kembali hingga tersisa beberapa senti.
Lea menutup kedua matanya, gugup itulah yang Lea rasakan. Apakah hari ini dirinya harus melepaskan harta yang paling dia jaga selama ini.
Mendekatkan bibirnya pada telinga Lea dan membisikan sesuatu "Gimana kalau.. Gue makan lo hari ini" Bisik Al dengan suara beratnya.
Tak ada jawaban dari Lea, Al sudah tak bisa menahan tawanya hingga akhirnya tawanya lepas.
"HAHAHAHAHAHAHA" Tawa Al yang berhasil mengerjai Lea.
__ADS_1
"Ish jahat banget sih lo" Kesal Lea sambil memukul lengan Al.
"Aduh... Duh sakit Lea!" Ringis Al.
"Bodo amat jadi orang nyebelin banget sih"
"Iya, iya berhenti dulu sakit"
Lea langsung menarik kembali tangannya "Sorry, lagian kalau gak ngerjain lo tuh ada yang kurang gak seru"
"Gak seru mata kau!"
"Seru dong bisa buat lo gugup gitu, tau gak muka lo kayak kepiting di rebus tau gak? Merah banget"
Lea langsung memegang kedua pipinya, memastikan apa benar yang di bicarakan oleh Al.
"Haha, gak gue becanda kali" Ucapnya sambil mengelus kepala Lea.
Lea menatap kearah Al, merasakan usapan Al yang lembut. Dirinya bingung dengan sifat Al kadang nyebelin, kadang galak, kadang manja (kalau ada maunya) dan kadang manis.
"Udah sana masak, gue laper" Ucap Al menarik tangannya kembali.
Lea masih belum sadar, hingga dirinya sadar ketika wajah Al yang sangat dekat dengannya.
"Kenapa mau gue usap lagi kepalanya hm?" Tanya Al.
"G-gue mau masak" Ucap Lea langsung pergi meninggalkan Al yang menatap Lea dengan gemas.
"Lucu banget sih" Batin Al.
Mengambil handphone nya dan menyusul Lea di bawah. Melihat Lea yang sepertinya bingung untuk masak apa malam ini.
"Mau gue bantu gak?"
Lea menoleh kearah Al "Eh, tapi gue bingung mau masak apa"
"Gimana kalau lo gak usah masak aja. Bikin cemilan aja" Ucap Al.
"Cemilan, enak juga sambil nonton drakor. Lo mau apa? Gue bikinin"
"Gimana kalau martabak manis"
"Ide bagus, yuk buat" Ucap Lea dengan semangat.
Mencuci tangan dan memakai celemek. mengambil bahan-bahan untuk membuat martabak manis. Semua bahan sudah tercampur, Lea mengambil plastik warp dan menutup adonan martabak.
__ADS_1
"Kenapa gak langsung di masak?" Tanya Al.
"Belom dong Al, entar tunggu dulu"
Al mengangguk, Lea mengajak Al untuk membereskan semuanya. Membereskan tumpahan tepung dan yang lain.
...…...
Akhirnya martabak jadi juga, mengoleskan mentega dan tak lupa menaburkan keju serta susu kental manis kedalam martabak sebagai topingnya. Setelah itu memotongnya menjadi beberapa potongan.
"Udah jadi?" Tanya Al.
"Udah nih coba" Mengarahkan piring kearah Al.
Mengambil satu dan memasukkan kedalam mulutnya, Al tersenyum senang enak juga buatan Lea tak kalah dengan yang dipinggiran.
"Gimana enak gak?" Tanya Lea.
Al mengangguk "Enak kok gak kalah sama yang dipinggiran, tapi.." Ucap Al yang menggantung.
"Kenapa ada yang aneh ya? Atau adonannya bantet?" Tanya Lea dengan panik.
"Hei gue ngomong apa tadi, gak kalah sama pinggiran. Kenapa lo panik gini sih" Ucap Al.
"Tapi, tadi?" Tanya Lea.
"Gue belum selesai ngomong kali. Jangan dipotong dulu makanya" Ucap Al yang diakhiri kekehan.
"Terus?"
"Martabak nya kemanisan"
Lea menunduk. Haduh kenapa dirinya bisa lupa kalau Al tak suka manis. Tapi kenapa Al juga baru bilang.
Al mengangkat dagu Lea dengan lembut "Karena manisnya ada di lo" Ucap Al.
Lea merasa dirinya terbang ke angkasa. Kenapa hari ini Al sangat manis, Lea merasa perutnya terisi oleh kupu-kupu yang berterbangan. Bisa dibilang sedikit alay memang tapi itu yang Lea rasakan.
Al yang dingin, bisa mengucapkan kata-kata manis yang membuat Lea tersenyum.
"Kenapa ngefly karena gue gombalin?" Ucap Al yang membuat Lea tersadar.
"Apa sih" Ucap Lea yang membuang muka menutup mukanya yang sudah dipastikan seperti kepiting rebus.
"Udah sini duduk" Menarik lengan Lea agar duduk di sampingnya.
__ADS_1
...…...
Jangan lupa buat Komen sebanyak-banyaknya dan juga vote nya. Sayang kalian banyak-banyak ❤