Perjodohan Berakhir Cinta

Perjodohan Berakhir Cinta
ᴍᴀʀᴀʜɴʏᴀ ᴀʀᴅɪᴛ


__ADS_3

...Hai-Hai apa kabar?...


...Siapa nih yang nunggu PBC up?...


...Jangan lupa jejaknya!!!...


...Happy reading...


...-------------...


Kandungan Rika sudah berjalan lima bulan. Yang artinya tinggal beberapa bulan lagi akan lahir. Dan Amel ya Amel juga mengandung, kandungan nya sudah satu bulan.


Rika sedang berkeliling ke supermarket membeli beberapa bahan makanan. Dan juga beberapa susu bumil.


Setelah dirasa sudah cukup, Rika mendorong troli menuju ke tempat kasir. Rika mengelus perutnya sesekali yang sudah mulai membuncit sambil menunggu antrean.


... -----------------------...


Rika di bantu bu Jum untuk menyebrang menuju ke parkiran mobil.


Ya bu Jum dan pak Yanto bekerja di rumah Rika sudah satu bulan mereka bekerja di sini, Rika yang meminta Ardit karena biar Rika ada yang bantu juga dan bu Jum dan pak Yanto juga sudah di percaya.


Namun saat Rika dan bu Jum ingin menyebrang tiba-tiba ada mobil dengan kecepatan yang tinggi, yang hampir menabrak mereka.


Untung saja dengan sigap bu Jum menarik tangan Rika, tapi malah bu Jum yang terkena walaupun hanya luka kecil.


Rika mengelus dadanya akibat kaget, menatap mobil tersebut yang berhenti sebentar, lalu langsung tancap gas pergi.


Pak Yanto yang melihat hal tersebut langsung lari menghampiri Rika dan bu Jum.


"non, non Rika gapapa, ibu juga?"


"ibu gapapa pak, non Rika gimana?" tanya bu Jum dengan khawatir.


"Rika gapapa bu, Rika aman syok dikit aja" ucap Rika sambil tersenyum.


Dari kejauhan, terdapat seseorang yang melihat kejadian tersebut dan langsung melapor pada atasannya.

__ADS_1


Dia adalah orang suruhan Ardit, sudah dari satu minggu ini Ardit menyuruh orang tersebut untuk mengawasi Rika dari kejauhan.


... --------------------------...


Ardit yang mendapatkan kabar tersebut langsung mengambil kunci dan pamit kepada Clara serta Arko.


Ardit tau siapa pelaku dari ini semua. Menjalankan mobil dengan kecepatan sedang, sampailah Ardit di depan perusahaan PT. AG Group.


Memasuki perusahaan tersebut banyak karyawan sana yang mengenalinya dan menyapanya, kali ini Ardit tak peduli matanya mencari siapa orang yang mencelakai Rika.


Hingga matanya mendapatkan tertuju pada orang tersebut, dengan langkah cepat Ardit langsung menggenggam lengan wanita tersebut.


"siapa sih ya-"


"eh Ardit ada apa?" mendapatkan Ardit yang memegang lengannya.


"maksud lo apa buat celaka istri gue!" tanya Ardit menepis tangan Zabrina dengan kasar.


Banyak mata yang melihat mereka berdua.


"apaan sih? aku gak ngelakuin apa-apa kamu kenapa sih dateng-dateng malah marah-marah gini"


"lo yang apaan! nyuruh orang buat celaka istri gue"


"selama ini gue diem sama lo, bukan berarti gue masih CINTA SAMA LO! gue gak akan kasar sama cewek kalau dia gak mulai duluan"


"DAN GUE KASIH PERINGATAN SAMA LO! GUE GAK AKAN SUKA SAMA LO DAN GUE GAK AKAN PERNAH TERIMA CEWEK KAYAK LO! LO YANG MULAI DULUAN DAN LO YANG TERIMA SEMUANYA" ucap Ardit dengan suara yang keras, sampai seisi kantor mendengarkannya.


"sebenernya lo itu sadar sama apa yang lo lakuin, gue udah punya istri dan sebentar lagi gue juga punya anak jadi jangan pernah rebut kebahagian orang demi apa yang lo mau!"


"dan satu lagi, jangan pernah lo usik keluarga gue atau lo bakal Terima ganjarannya" lanjut Ardit.


Zabrina diam mendengarkan bentakan dari Ardit, baru kali ini dirinya di bentak apa lagi sama orang yang dia suka.


Haduh haduh Zabrina-Zabrina padahal lo yang ninggalin Ardit entah demi apa lo sampai tinggalin dia.


Dan sekarang ketika Ardit bahagia dengan apa yang dia mau lo malah mau ngerusak nya? BIG NO!.

__ADS_1


Ardit pun pergi meninggalkan Zabrina yang diam mematung di sana. Ardit menancapkan gas untuk balik ke rumah memastikan keadaan Rika baik-baik saja.


... -----------------------...


Dengan langkah tergesa-gesa Ardit masuk ke dalam rumah setelah dibuka oleh pak Yanto..


"assalamualaikum, sayang kamu dimana?" matanya mencari Rika di setiap Ruang.


"waalaikumsalam eh den, non Rika ada di atas den"


Ardit pun mengangguk "makasih bu" menaiki satu persatu anak tangga.


"assalamualaikum sayang" membuka pintu mencari Rika di setiap sudut kamar.


"waalaikumsalam by, udah pulang cepet banget" ucap Rika yang baru keluar dari walk in closet.


Ardit mengecek keadaan Rika "kamu gapapa kan gak ada yang terluka kan?" membolak-balik badan Rika.


"aku gapapa kamu tenang aja" Ardit pun menghela napas lega menarik Rika ke dalam peluk kan nya.


"tapi tadi kaki bu Jum aja yang luka dikit, maafin aku ya by"


Melepaskan pelukan, memegang kedua bahu Rika "gapapa sayang, aku yang minta maaf gak bisa jaga kamu"


"sebentar aku mau bicara sama ditya junior" berjongkok di depan Rika. Menaikkan pakaian Rika, memperlihatkan perut putih milik Rika yang buncit.


Mengelus perlahan "assalamualaikum anak papa, gimana kabarnya? baik-baik ya di sana, papa sama bunda tunggu kamu di sini. Yang kuat ya sayang, jangan nakal di sana" mengecup lama perut Rika.


Rika tersenyum melihat interaksi Ardit dengan calon bayinya. Mengelus rambut Ardit. Ardit berdiri mendekatkan diri dan menempelkan bibirnya pada bibir Rika.


... --------------------------------...


Gimana nih responnya?


Semoga Zabrina bisa berubah dan sadar!


Satu kata buat episode ini?

__ADS_1


Jangan lupa tinggalkan jejaknya karena satu jejak berarti banget buat author!


Nb : maaf banget ada beberapa nama visualnya yang author ganti, karena author ngerasa kurang pass aja 😁 jadi kalau ada kesalahan nama atau yang lain bisa kalian komen di bawah!


__ADS_2