Perjodohan Berakhir Cinta

Perjodohan Berakhir Cinta
ᴢᴀʏɴ


__ADS_3

Satu minggu sudah Al dan Lea menjalani bahtera rumah tangga, Lea sudah mulai sedikit tau apa kebiasaan Al.


Seperti satu minggu ini Al selalu menganti pakaian sebanyak lima kali. Bayangin lima kali sehari.


Boro-boro lima, Lea aja yang dua kadang males kok. Gimana yang ini yang lima? katanya sih panas, padahal AC nyala terus, dan Al juga jarang keluar rumah kecuali beberapa hari ini buat beli bahan makanan.


Lea sedang santai di ruang tamu, menonton TV setelah tadi cuci-cuci pakaian Al yang segunung sangking banyaknya.


Hingga suara bariton yang membuat Lea kesal setengah mati.


"LEA!" Teriak Al dari atas.


"Ada apa lagi sih?" Batin Lea.


"Apa?" Ucap Lea sedikit teriak.


"NAIK LO!" Teriak Al kembali.


Menghela nafas sabar, mematikan TV dan naik ke atas. Dari tadi Lea tak berhenti menyumpah serapah Al, gak bisa gitu bikin orang santai?.


"Iya ada ap-" Ucap Lea terhenti ketika melihat keadaan kamar yang berantakan seperti kapal pecah.


"Astagfirullah Al lo apain kamarnya?" Tanya Lea dengan heran.


Baru juga di tata rapi tadi pagi, ini malah di berantakan balik. Gak tau apa beres-beres itu capek?.


"lo kan yang cuci baju gue?" Tanya Al.


"Iya gue yang cuci, kenapa?"


"Baju gue mana?" Tanya Al menyodorkan tangan di depan muka Lea.


"Baju? Baju yang mana baju lo banyak!" Tanya Lea kembali.


"yang warna item"


Lea berfikir sejenak, item? perasaan baju Al item semua deh, kenapa dia cari sampai-sampai kamar berantakan seperti ini.


"item, baju item lo banyak! yang bener aja" Ucap Lea kesal.


"Yang kemarin lusa, yang lo cuci, mana?"


"Ada di lemari udah lo cari belom?"


"udah tapi gak ada, lo taruh mana?"


"Mana gue tau, lo aja ganti udah lima kali sehari. Ya kali gue absen satu-satu baju yang lo pakai gitu?" Tanya Lea.


"Emang yang mana sih?" Tanya Lea kembali.


"Yang belakangnya ada logo Alvarebos, lengan pendek"


"Udah lo cari dimana aja? Di jemuran udah belom"


"Udah Lea! kalau udah nemu gue juga ga ba-"

__ADS_1


"Terus ini apa?" Tanya Lea menenteng kaos item yang Al maksud.


"Ini apa?" Tanya Lea kembali.


"k-kok lo nemu?" Tanya Al, langsung merampas kaos yang ada di tangan Lea.


"Jelas-jelas ada di samping lo, makanya cari tuh pakai mata bukan pakai mulut. Ngomong mulu!" Sindir Lea.


"Bodo amat! minggir gue mau ganti" Ucap Al menerobos Lea dan masuk kedalam kamar mandi.


Menatap kembali kamar "baru juga beresin tadi pagi, sekarang udah berantakan lagi kayak kapal pecah" Guman Lea mengambil pakaian yang berantakan kemana-mana.


Ceklek


Pintu kamar mandi terbuka, Lea menoleh ke Al melihat Al dari atas hingga bawah. Satu kata yang memperlihatkan penampilan Al, rapi dengan kaos hitam serta celana jeans hitam.


Al duduk di atas kasur, sambil memainkan handphonenya.


"Mau kemana?"


"keluar"


"Ya tau, maksudnya keluar kemana?"


"Sama anak-anak" Ucap Al tanpa menoleh ke Lea dan sibuk dengan handphonenya.


Lea mengangguk pelan "entar berarti gue sendiri dong?" Tanya Lea masih dengan menata pakaiannya.


"Buruan ganti gue tunggu dibawah" Ucap Al meninggalkan Lea.


Lea mengangguk, meninggalkan pakaian yang masih belum terlipat. Mengambil pakaian dan menuju ke kamar mandi.


Selesai dengan gantinya, Lea turun kebawah menyusul Al yang menunggunya di bawah. Berjalan keluar apartemen menaiki lift dan menuju ke parkiran apartemen.


Al berjalan terlebih dahulu, meninggalkan Lea yang berjalan dibelakang. Kening Lea berkerut, ada geng Alvarebos, semuanya cowok dan dirinya aja yang cewek. Yang berjumlah 15 orang.


Jangan bilang kalau mereka mau tawuran? tapi masa iya tawuran kalau pun iya gak mungkin dong kumpul sini, pasti bakal kumpul di markas. Dan ngapain juga ngajak Lea kalau gitu?.


Ya kali Lea jadi penonton bayaran, penonton tawuran gitu.


"Buruan!" Suara Al yang membuat Lea tersadar dari lamunannya.


Melanjutkan jalannya, menghampiri Al dan juga para anggota yang lain.


"Duar!!"


"Akh" Kaget Lea, menoleh ke kanan dan kiri.


Danish, Acha dan juga Ghea dengan senyum pepsodent, temen gak ada akhlak emang udah tau Lea kagetan masih aja di kagetin.


"Lea, kita kangen" Ucap mereka semua lalu berpelukan melepas kangen. Kayak teletubbies aja.


"Udah-udah, sekarang berangkat aja" Lerai Al.


"Emang mau kemana sih?" Tanya Lea dengan bingung.

__ADS_1


"Nanti lo tau sendiri, nih pakai" Menyerahkan helm kepada Lea.


Menyalakan motor, meninggalkan pekarangan apartemen Al. Al membonceng Lea, Revan membonceng Acha, Jojo membonceng Ghea dan Thony membonceng Danish.


Memotong padatnya jakarta. Menjalankan motor dengan kecepatan sedang.


Banyak sekali yang melihat kearah mereka, siapa sih yang tak tau Alvarebos? Dengan prinsip Maju Terus Pantang Mampus.


Menjalankan kembali motor ketika lampu berubah menjadi warna hijau. Al berjalan terlebih dahulu dan di susul dengan yang lain.


Sore hari seperti ini memang enak buat keliling, apalagi dengan pasangan yang halal lagi. Kekesalan Lea terhadap Al hilang seketika, keliling begini doang aja udah bikin seneng kok gak perlu mahal-mahal.


...…...


Motor terhenti disebuah mushola, mereka akan melaksanakan shalat Ashar berjamaah. Memarkirkan motor, dan menuju ke tempat wudhu.


Walaupun suka dengan tawuran apalagi dengan kekerasan, Al tak akan lupa untuk mengingatkan kepada yang lain untuk melaksanakan kewajiban mereka. Bukankah sebagai umat manusia kita harus saling mengingatkan?.


Selesai shalat mereka semua melanjutkan perjalanan mereka menuju ke suatu tempat. Tak begitu jauh hanya 30 menit saja.


Walaupun ini bukan pertama kalinya Lea ikut keliling apalagi dengan geng Alvarebos. Tapi menurutnya ini sedikit berbeda daripada sebelumnya.


...…...


Sampailah mereka di sebuah bangunan yang menjulang tinggi dengan beberapa lantai. Sekarang Al serta yang lain sampai di Rumah Sakit.


"Siapa yang sakit?" Tanya Lea yang membuat mereka semua menatap Lea.


"Zayn Le" Ucap Jojo.


Astaga Lea baru ingat bahwa Zayn sedang dirawat di rumah sakit. Kenapa bisa lupa sih, padahal kan dirinya sering dengar cerita tentang Zayn.


Al dan lain masuk kedalam rumah sakit, menuju ke ruang dimana Zayn dirawat. Sampai di ruangan Zayn di sana sekitar 5 orang yang menjaga.


Lea tau kenapa ada penjagaan di sini. Sebelum Lea menikah Al pernah cerita bahwa Zayn pernah diserang dengan anggota Vellix hingga dirinya koma di rumah sakit hingga sekarang.


Setelah beberapa hari, ada beberapa anggota Vellix yang menerobos masuk kedalam, melepas alat yang terpasang di badan Zayn. Untung saja suster datang dengan tepat waktu.


Zayn langsung di bawa ke ICU untuk penanganan lebih lanjut. Beruntung nyawa Zayn masih bisa di selamatkan tapi dia tak bisa seperti dulu. Zayn masih harus melawan komanya kembali.


Antara hidup dan mati.


"Gimana keadaan Zayn?" Tanya Al.


"Masih sama seperti biasa" Ucap Daniel.


Al mengangguk mengajak yang lain untuk masuk, pintu terbuka menampakan Zayn yang terbaring di kasur rumah sakit dengan berbagai alat yang terpasang di tubuhnya.


Al menghampiri Zayn, menatap Zayn. Al tak bisa membayangkan bagaimana perasaannya orang tua Zayn.


Ayah Zayn juga harus berjuang melawan penyakit jantungnya, Ibu serta adik Zayn harus bolak-balik melihat keadaan Zayn.


Untung Ayah Zayn juga dirawat di rumah sakit yang sama dengan Zayn, jadi ibu Zayn tidak harus bolak-balik terlalu jauh.


...…...

__ADS_1


Gimana episode kali ini?


Komen dan Vote nya dong yang banyak biar Nana semangat terus 😆


__ADS_2