Perjodohan Berakhir Cinta

Perjodohan Berakhir Cinta
ʙᴇʀᴘɪᴋɪʀᴀɴ ɴᴇɢᴀᴛɪғ


__ADS_3

"Sebentar gue lupa mau kasih oleh-oleh nih buat kalian" Ucap Lidya memberikan beberapa papper bag kepada yang lain.


"Lid kemarin gue becanda lho" Ucap Lea yang merasa tak enak.


"Gak ambil aja gapapa, orang nyokap kok yang suruh" Ucap Lidya dan dapat anggukan dari mereka semua.


Mereka melanjutkan mengobrol entah membahas drama atau yang lainnya, para lelaki hanya sebagai pendengar tentunya, mereka tak paham sama sekali sama ucapan para wanita.


...…...


Sekarang semuanya sudah ada di kelas masing-masing, Lea dan Danish sedang menceritakan drama kesukaan mereka, sedangkan Ghea dan juga Acha menceritakan idola mereka, Dan Lidya hanya sebagai pendengar saja Lidya tak begitu suka dengan yang begituan.


Dari tadi mata Lidya tak putus menatap kearah Lea. Menatap Lea dengan ekspresi yang susah diartikan.


"Eh Lid gimana sekolah lo yang di sana seru gak? Terus kenapa lo gak sekolah sana aja dan kenapa lo balik sini?" Tanya Acha yang membuat Lidya merubah ekspresi wajahnya seketika.


"Maksud mereka mau gue gak balik lagi gitu? Atau mereka gak suka sama gue?" Batin Lidya yang salah paham.


Lidya pikir dirinya tak di Terima di sini, ya setiap orang bisa aja memiliki pemikiran yang berbeda-beda.


"Gak karena gue udah kangen aja di Indonesia, kalau kuliah gue gak tau sih mau di mana. Kalau bisa di sini kenapa gak"


"Oh gitu, di sana banyak cogan gak?" Tanya Ghea dengan becanda.


"Lumayan"


"Heh pertanyaan lo cowok mulu yang di pikirin!" Ucap Danish.


"Biarin terserah gue daripada lo meresahkan mulu" Ucap Ghea.


"Udah-udah jangan berantem"


"Ogah gue berantem sama Ghea gak penting, lebih penting lo dari pada Ghea" Ucap Danish dengan becanda.


"Oh oke, lo juga gak penting awas aja ya kalau lo ajak gue toilet bareng dan suruh gue" Ucap Ghea sambil memalingkan wajahnya kearah lain.


"Oke deal lo gak penting!"

__ADS_1


Acha dan Lea hanya bisa menggelengkan kepala melihat tingkat laku mereka berdua yang selalu berantem dimana pun dan kapan pun. Lidya hanya bisa melihat saja.


...…...


Bel pulang sekolah berbunyi, membuat semua siswa-siswi berhamburan keluar kelas untuk pulang ke rumah mereka masing-masing.


Lea, Danish, Acha, Ghea dan juga Lidya berjalan menuju ke parkiran untuk menunggu jemputan mereka. Kali ini karena kedatangan Lidya membuat Lea dkk membuat rencana untuk keluar bersama.


Entah ke mall atau hanya berkeliling, mumpung cuaca hari ini lumayan bagus. Tak begitu terang dan tak begitu hujan.


"Al"


"Apa?"


"Ke cafe biasa yuk buat rayain kedatangan Lidya" Bisik Lea. Al mengangguk memberikan helm pada Lea.


"Lid ikut kita yuk" Ajak Lea.


"Kemana?"


"Kafe, buat rayain kedatangan lo udah lama juga kan kita gak kumpul bareng"


Lidya berjalan terlebih dahulu dan disusul oleh Al dan yang lain. Di dalam mobil mata Lidya tak berhenti menatap kearah motor Al.


"Sejak kapan mereka jadi dekat gini? Bukannya dulu cuma antar jemput doang ya? Tapi kenapa sekarang deket banget, apa mereka punya hubungan?" Batin Lidya dengan mata yang dari tadi tak berhenti menatap ke spion mobil.


"Astaga gak-gak lo kenapa jadi gini sih Lid? Kenapa pikiran lo jadian berfikir negatif gini sih" Guman Lidya.


...…...


Sampai di depan kafe, mereka semua turun dan masuk kedalam. Menuju ke lantai dua, cukup ramai. Acha mengajak duduk di paling pojok dekat jendela.


Lea duduk dengan Al, Acha dengan Revan, Ghea dengan Jojo, Danish dan Thony sedangkan Lidya duduk diantara Acha dan Ghea.


"Mbak" Panggil Revan pada salah satu pelayan.


Setelah pesan beberapa makanan mereka mengobrol ringan sambil menunggu pesanan mereka.

__ADS_1


...…...


Lea bersandar pada sofa, tubuhnya cukup capek hari ini. Al duduk di samping Lea menaruhkan kepalanya pada pundak Lea dan memeluk pinggang ramping Lea.


"Sejak kapan lo suka bolos?" Tanya Al yang membuat Lea membuka matanya.


"E-enggak kapan gue bolos?"


"Tadi, ngapain bolos bukannya jalanin hukuman malah ke kantin sama Ghea. Kenapa bolos?"


"Enggak Al tadi itu gue cuma.."


"Jawab jujur bisa kan?" Ucap Al menatap tajam Lea.


"I-iya gue bolos, tapi kan gue kasian Al sama Ghea dia kayak kelaparan gitu kan gue gak tega jadinya. Lagian itu kan pertama kalinya gue bolos, gak bohong suwer" Ucap Lea mengangkat kedua tangannya.


"Walaupun itu pertama atau yang ke berapa gue gak peduli. Gue gak mau punya cewek bolos kayak gitu, Walaupun gue sering bolos gue gak mau nanti ibu dari anak-anak gue bandel" Ucap Al dengan serius.


"Iya-iya maaf ini yang terakhir deh"


"Bagus, udah gak usah nunduk lagi. Gue cuma gak mau lo bandel aja, cukup gue" Ucap Al mengangkat dagu Lea agar tak menunduk.


Lea mengangguk "Udah sana lo mandi buruan, bentar lagi maghrib"


"Lha lo gak mandi?" Tanya Al.


"Nanti setelah lo"


"Ntar Maghrib lo ketinggalan dong?" Tanya Al.


Lea menepuk dahinya, ini Al lupa apa gak ingat? Kan Lea masih halangan masa iya mau shalat? Kan dosa.


"Lo lupa apa gak ingat? Gue lagi halangan gimana sih"


"Emang belum selesai"


"Belum lah, orang baru kemarin juga. Udah-udah lo kayak mak-mak tanya mulu sana mandi terus shalat gue mau beres-beres" Ucap Lea mendorong badan Al kearah kamar mandi.

__ADS_1


...…...


Jangan lupa buat Komen sebanyak-banyaknya dan juga vote nya. Sayang kalian banyak-banyak ❤


__ADS_2