Perjodohan Berakhir Cinta

Perjodohan Berakhir Cinta
ᴀʟᴠᴀʀᴏ ᴀʟᴅᴇʙᴀʀᴀɴ


__ADS_3

...Hai Hai kembali lagi sama author!...


...siapa nih yang nungguin author up...


...Jangan lupa jejaknya!!!...


...Happy reading...


...----------------------------...


Semuanya telah berada didalam ruang rawat Rika. Begitu ramai seperti pasar malam, banyak sekali yang menjenguk Rika.


Ardit masuk membawa sang buat hati, setelah tadi Ardit mengadzani sang bayi.


Ardit memberikan kepada Rika. Tangis Rika kembali pecah ketika menerima dan memandangi wajah pangeran kecilnya tersebut. Sangat tampan begitu mirip dengan Ardit dengan hidung yang mancung.


"Hai anak Bunda, selamat datang di dunia sayang! Bunda janji Bunda akan menjaga kalian seumur hidup Bunda"


Ardit tersenyum hari, begitupun dengan semuanya tersenyum haru, melihat interaksi mereka berdua.


"dan papa juga berjanji akan menjaga kalian berdua sekuat tenaga papa. Dan akan membuat impian Bunda terkabul" sambung Ardit.


"makasih Rik udah berjuang" ucap Ardit mengecup kening Rika kembali.


Rika mengangguk sambil tersenyum. Kebahagian Rika bertambah semuanya telah Rika lalui, banyak krikil yang Rika tempuh hingga saat ini.


"sudah punya nama untuk untuk putra kalian?" tanya papa Rusdy.


"Rika mau, Kak Ardit aja yang kasih nama buat putra Kami" ucap Rika tersenyum sambil menatap Ardit.


"tenang aja, hubby udah kasih nama buat anak kita"


"oh ya? siapa?" tanya Rika penasaran.


Mengecup kening Rika, memandang putra mereka yang berada di gendongan Rika "untuk pangeran papa, papa akan kasih nama Alvaro Aldebaran yang artinya pengikut yang bijaksana dan adil. Papa mau nanti ketika kamu besar bisa menjadi orang yang bijak dan adil untuk semua orang" mengecup pipi mungil Al.


"nama yang bagus"


"iya dong seperti bundanya"


Semuanya tersenyum mendengarkan nama yang diberikan oleh Ardit, begitu indah dan penuh makna tentunya.

__ADS_1


Rika tak bisa mengucapkan apa-apa kembali dirinya bersyukur mendapatkan suami seperti Ardit.


Suami yang bisa membuat dirinya mengerti kembali arti kehidupan. Mulai sekarang Rika berjanji akan memberikan kasih sayang yang penuh kepada anak mereka.


Rika tak mau kejadian dirinya akan terulang kembali ke anaknya nanti. Cukup Rika saja, dan anaknya tak perlu.


...-------------------------...


Sudah empat hari Rika ke di rawat di rumah sakit. Mereka ingin bersiap-siap untuk pulang ke rumah Aldebaran, Bunda dan Mama akan membantu Rika merawat Al, Rika dan Ardit sepakat untuk tak menyewa baby sister.


Mereka tak ingin nantinya Al akan kekurangan kasih sayang. Tunggu jika memang mereka benar-benar kewalahan atau pun Al sudah bertumbuh besar.


"by kamu makan aja dulu, nanti aku susul di bawah" ucap Rika menenangkan Al yang dari tadi rewel.


"sayang, kamu belum makan lho. Gimana hubby mau makan kalau kamu aja belum makan"


Duh bener-bener suami idaman.


"gapapa by aku nanti aja. Kamu belum sarapan lho aku tadi udah sarapan sama roti, tuh udah aku siapin di meja" menepuk pantat Al.


Akhirnya Ardit pun memakan sarapan yang di buat Rika. Sambil mendengarkan lantunan tangisan dari Alvaro.


Tiba-tiba Bunda dan mama datang karena mendengarkan tangisan dari cucu mereka "Al kenapa Rik?" tanya Bunda menghampiri Rika dan Al.


"coba kamu cek popok nya, mungkin penuh" ucap Mama. .


Rika mengangguk menaruh Al perlahan di atas kasur. Membuka celana Al, benar saja popok Al sudah penuh. Rika mengambil ember yang berisi air serta handuk.


"assalamualaikum"


Semuanya menoleh ke arah pintu "waalaikumsalam"


Amel datang sambil membawa papper bag. Mencium tangan Veni dan Santi "selamat tante yang udah jadi oma"


"makasih Amel, gimana kandungan kamu baik-baik aja kan?" tanya Veni mengelus perut buncit milik Amel.


"alhamdullilah tan baik-baik aja" ucap Amel sambil tersenyum.


"Rika selamat, cie akhirnya jadi mommy juga" diakhiri kekehan.


"sorry ya, gue kemarin gak dateng perut gue gak enak kemarin"

__ADS_1


"yaelah kayak sama siapa aja sih lo! gapapa kok, gue malah makasih lo nya udah dateng ke sini"


Amel. melihat anak Rika yang begitu lucu "siapa namanya?" tanya Amel sambil memainkan jari Al.


"Alvaro onty"


"gemes bangett gue bawa pulang boleh gak?" tanya Amel dengan tampang tanpa dosa.


Langsung dapat tatapan tajam dari mak nya "enak aja! kalau Al lo bawa pulang terus anak lo gimana?"


"ya gue rawat juga lah, gue rawat dua-dua nya"


Ardit meninggalkan mereka berdua, Al di bawa oleh oma mereka keluar, Rika dan Amel mengobrol seputar kehamilan, entah mulai ngidam dan yang lainnya.


Rasanya seru, mereka berdua besar bersama walaupun umur mereka cukup jauh berbeda yaitu Mel 23 dan Rika 21. Mereka bermain bersama, nikah beda beberapa bulan, menikah bersama, hamil beda beberapa bulan hingga sekarang mereka menjadi ibu.


Semua mereka lewati dengan suka dan duka. Bersama-sama mereka lewati semua nya hingga sampai ke titik ini. Perjuangan, kerja keras, air mata mereka terbalas oleh semuanya.


"eh lupa nih gue bawa hadiah buat ponakan gue, lo gak ada rencana buat bikin yang kedua gitu?"


Ucapan Amel membuat Rika membuka lebar mulutnya. Ngadi-ngadi nih anak, orang Al aja baru lahiran. Rika langsung melempar bantal yang ada di sampingnya.


"lo pikir bikin donat langsung jadi, aneh lo!" kesal Rika.


Amel hanya tertawa "ya kan bisa aja sekali coblos langsung gitu dua kek atau tiga gitu"


Mulai nih ngelantur nya, udahlah lama-lama deket Mel bisa gesrek tuh kepala. "edan lo!" meninggalkan Mel membuang popok Al ke tempat sampah.


...--------------------------...


Alvaro Aldebaran



...-----------------------------...


Gimana guys cocok gak namanya?


Selamat datang Al di dunia!!


Satu kata buat episode ini?

__ADS_1


Detik-detik ending 😆


Jangan lupa tinggalkan jejaknya karena satu jejak berarti banget buat author!


__ADS_2