
...Gak usah sok baik, kalau aslinya munafik...
...--------...
Zabrina melihat Rika yang menuju ke kamar mandi pun mengikuti nya. Rika memasuki kamar mandi, menuju ke wastafel menatap kaca. Otaknya masih berputar dengan ucapan pria tersebut.
"apa ada yang di tutupin sama hubby? dan tadi Zabrina kenapa deket banget gitu? dan bokap nya bilang kejadian waktu itu? apa yang terjadi? akhh pusing nambah beban aja jadi orang" mengacak rambutnya.
Rika terus berfikir, apa kejadian masa lalu itu? telepon bunda? iya atau gak? tapi kalau Rika telepon malah di tanya yang lain, sumpah Demi apa sih bikin nambah beban tau gak!.
mending mikir skripsi dah dari pada ini.
Tiba-tiba Rika mendengar suara sepatu heels yang menghampiri diri nya. Rika menoleh dan mendapatkan sosok Zabrina di sana, dengan senyum manisnya Zabrina menghampiri Rika.
"Hi" sapa nya.
"oh iya, aku belom kenalin diri aku secara lengkap. Kenalin aku Zabrina Chloe"
"Arika Winata"
"nama yang bagus, Ardit udah pernah cerita tentang aku?"
Rika hanya menggeleng sebagian jawabannya, tentangnya? maksudnya entar apakah Zabrina masa lalu Ardit?
"oke, aku calon istri Ardit sebelum lo dateng di kehidupannya. Lo yang udah buat dia pergi dari gue! dan ya lo pakai pelet apaan buat dia beda sama gue?" ucapnya sambil menekan kata calon istri.
jdar!
__ADS_1
Benar saja, semua yang Rika pikirkan benar? ya, dari mulai masuk hingga mendengarkan kejadian waktu itu membuat otaknya berputar.
"masa lalu? dasar munafik!" batin Rika menatap Zabrina dari atas hingga bawah.
Gak jauh beda sama Sania haha, baru juga itu ke tangkap sekarang ini? apa lagi ini?
"gue gak nyangka aja, Ardit pilih cewek kayak lo. Cewek yang suka berantem suka ke club malam dan suka war kayak lo haha, mimpi apa dia semalem bisa dapat istri kayak lo"
"Oh gue tau lo di jodohin kan makanya jadi gini, kelihatan sih dari muka Ardit yang gak bahagia sama lo haha" ucap Zabrina kembali dengan nada mengejek.
Rika hanya menatap Zabrina dengan muka datarnya. Masih ada ya cewek kayak gini?.
"oh iya, gue baru denger kalau lo keguguran ya? haha turut berduka ya" dengan nada mengejek.
"sabar Rik, jangan kepancing dia cuma mau panasin lo doang, sabar" batin Rika
Rika hanya mendengarkan dia malas berkomentar, sekarang yang dia pikirkan gimana caranya pergi dari tempat seperti ini. Rasanya baru kali ini dia datang ke tempat acara yang gak berguna sama sekali.
Zabrina berjalan mengelilingi Rika, bersedekap dada sembari menatap Rika dengan senyum menyebalkan.
"kalau gue jadi Ardit, gue bakal talak lo dan cari cewek yang bisa kasih dia keturunan, tapi kayaknya Ardit gak bisa deh karena dia ke paksa nikah sama cewek lo!"
Wah pedes banget kalau ngomong.
Andai aja kalau tempat ini gak ramai, dan boleh bunuh orang Rika pasti akan melakukannya. Tapi karena dirinya masih ingat dosa semuanya dia pendam.
"udah selesai pidatonya? udah selesai ceramahnya?"
__ADS_1
"haha Zabrina, Zabrina. Gue gak peduli lo masa lalunya, gue gak peduli lo masa depannya, masa yang akan datang dan calon istrinya, karena apa? karena lo gak lebih dari sampah!" ucap Rika lalu pergi.
Zabrina mengepalkan tangannya, belum juga beberapa langkah suara Zabrina terdengar nyaring di setiap sudut kamar mandi. Yang pasti membuat Rika menghentikan langkah kakinya.
"lo gak takut sama gue?!"
Apa? takut sama cewek kayak gini? haduh-haduh kayaknya ni cewek salah makan deh. Orang tiap hari Rika selalu di hadapkan sama cewek kayak gini, udah jadi santapan untuk nya ups.
Rika menghampiri Zabrina yang menatap remeh dirinya, menatap datar muka Zabrina. Sebenernya males sih ngelawan cewek kayak gini tapi mau gimana lagi.
...--------------...
Hay author kambek!
Satu kata buat episode ini?
Nb : maaf banget ada beberapa nama visualnya yang author ganti, karena author ngerasa kurang pas aja 😁 jadi kalau ada kesalahan nama atau yang lain bisa kalian komen di bawah!.
Jangan lupa tinggalkan jejaknya karena satu jejak berarti banget buat author!
.
.
.
Belum di revisi
__ADS_1