
Menit, jam, hari, minggu, bulan. Telah berganti, Lea sedang memasuki masa-masa skripsi. Masa-masa yang paling tegang, tapi karena Lea sedang hamil tua, dia harus cuti untuk beberapa bulan ini.
Al takut nanti Lea kenapa-napa nantinya, kan malah bahaya juga.
"Papa! Papa! Papa dimana? Shaka mau bicara sama Papa." Teriak Shaka memasuki rumah.
"Di kamar, Ka!" Teriak Al tak kalah keras.
Laki itu sudah disibukkan dengan berkas-berkas yang menumpuk.
Sudah satu tahun ini Al mengambil alih semua perusahaan, tak semua hanya perusahaan Ardit terlebih dahulu.
Walaupun begitu, dirinya juga mengurus perusahaan sang mertua. Membantunya sedikit-sedikit.
Lea sedang membaca buku, dirinya hanya bisa menghela nafas pasrah dengan kelakuan keduanya. Shaka masuk dirinya langsung menghempaskan diri di atas kasur.
"Ada apa? Hm." Tanya Al, tangannya tak berganti menari di atas keyboard.
"Emang ada apa?" Tanya Shaka balik.
"Kan kamu tadi panggil papa, sekarang ada apa?"
"Oh, Shaka salah manggil. Seharusnya Mama bukan Papa. Iya Mama, ih kayaknya telinga papa bermasalah." Ucap Shaka.
Al memutar bola matanya malas, malas meladeni anaknya yang satu ini.
"Ada apa? Kok manggil Mama." Lea menaruh buku yang dia baca di atas nakas, mendengarkan Shaka yang ingin bercerita.
Lea ibu idaman!
"Ma," Panggil Shaka dengan nada mengemaskan.
"Iya, kenapa?"
"Ehem, palingan juga ada maunya." Sindir Al.
Shaka menampilkan senyum khasnya. Dirinya melipat kedua kakinya menghadap sang Mama. Dengan kedua tangan di atas paha.
"Ada apa?" Tanya Lea sekali lagi.
"Mama,"
"Iya?"
__ADS_1
"Shaka boleh ikut lomba gak? Boleh ya, Shaka mau ikut lomba bela diri. Bolehin ya Mama, Mama kan baik, cantik, gak jahat kayak Papa" Sindir Shaka melirik Al.
Al mendelik, anaknya begitu menyebalkan. Seperti dirinya dulu, pantesan Shaka kayak gini, salahkan lah pada Al.
Dahlah dari kemarin Al salah mulu ye kan? Kasian dia..
"Boleh ya Ma, Please Shaka mau ikut lomba nya," Shaka menakup kedua tangannya dengan muka gemasnya. Tuh kan siapa yang gak luluh coba?
Lea mengangguk. "Ya Mama izinin, emang kapan lombanya?"
"Yeay beneran Mama?" Lea mengangguk sekali lagi. "Dua bulan lagi acaranya, makasih Mama" Shaka langsung memeluk Lea.
"Iya sama-sama, tapi ingat ya. Gak boleh sombong kalau menang, dan gak boleh iri kalau kalah!" Peringat Lea.
Sumpah enak bener punya mak kayak Lea, udah baik, pinter, jago ini itu, gak pernah membentak anak.
"Mama, nanti adiknya keluar dari mana?" Pertanyaan yang sangat sangat membuat Al dan Lea kikuk.
"Dari.."
"Dari mana?"
"Dari goa," jawab Al, absurd.
"Goa kenikmatan." Jawab Al kembali.
Silahkan angkat otak mesum Al!
Lea hanya bisa menggelengkan kepala. Lama-lama bisa stres dirinya kalau seperti ini melulu.
"Berarti Shaka keluar dari goa dong?" Tanya Shaka.
"Gak kamu dari adonan, dibuat dulu lalu dipanggang dan jadilah kamu," jelas Lea yang dapat anggukan polos dari Shaka.
Mereka bertiga aneh. Canda..
Al tertawa ngakak, heh kenapa istirnya juga absurd gini? keluarga aneh chek!
Tawa Al terhenti ketika Lea meringis kesakitan. Hal itu membuat Al panik. Sedangkan Shaka hanya melihat sang Mama bingung, bingung karena apa, dan bingung karena gak tau harus ngapain.
"Al, perut aku kok sakit?" Terlihat Lea yang sedang meringis menahan sakit di perutnya.
"Lea, jangan bilang kamu lahiran? B-bukannya HPL nya dua minggu lagi?"
__ADS_1
"Gak tau, udah ah. Sakit.." ringis Lea, Al langsung saja mengendong lea dan membawanya ke rumah sakit. Sebelum itu dirinya menyuruh Shaka untuk keluar terlebih dahulu dan masuk kedalam mobil.
...…...
Lima tahun kemudian
Shaka sudah menjadi abang, dia selalu menjaga adiknya itu bagaimana pun caranya. Al dan Lea bersyukur walaupun keduanya selalu ribut tapi mereka saling menyayangi satu sama lain.
Kehidupan keluarga kecil Al semakin berwarna, ketika kedatangan Alexis Jude Aldebaran. Cewek yang sangat mirip dengan Lea.
Ale adalah panggilannya. Sekarang anak itu sedang memasuki kelas play group.
Al sudah disibukkan dengan urusan perusahaan, mulai tahun kemarin dirinya menjabat sebagai CEO Aldebaran. Pengganti Ardit.
Sedangkan Lea dia membuka usaha kue, Hari-hari mereka begitu gembira, walaupun ada pertengkaran sedikit dari kakak beradik itu.
Lea akan selalu mengingatkan, bahwa mereka harus menyayangi dan mencintai satu sama lain. Dan tak lupa dengan tiga hal, meminta tolong, meminta maaf dan Terima kasih.
Sekarang Shaka sudah duduk di bangku kelas 4 SD. Di kamarnya terpampang jelas di kamarnya, banyak sekali piala, piagam serta penghargaan lainnya.
Mamanya pintar, Papanya pintar. Perpaduan yang sangat sagat mengenakkan.
...…...
Happy ending ~
Ada berita bagus nih. Apa hayo?
Cerita "Jonathan Ghea" udah rilis, yuk buat kalian yang mau liat dan mau baca dipersilahkan. Sebelum itu silahkan follow akun Nana biar kalian dapat info terbaru lainnya.
Tapi sabar ya guys, ada beberapa eps dari cerita Allea mau diperbaiki lagi soalnya. Lapaknya Jonathan Ghea itu lapak lama cerita Allea soalnya.
Jadi maaf banget buat kalian yang masih belum paham haha :D Selamat membaca semua 🙏🏻
Makasih banyak buat kalian yang udah baca kisah mereka, temukan kisah cerita yang lainnya hanya di sini yaa..
Eh iya Nana mau bikin QnA nih mau ikutan gak? Nanti bakal ku jawab di episode yang akan datang. Yang mau tanya-tanya seputar cerita ini atau berikutnya juga boleh.
Yang mau kenalan juga boleh haha.
Yang mau tanya jomblo atau gak juga boleh, heh gak becanda guys. Yuk yang mau ikutan, langsung tanya aja di kolom komentar nanti ku jawab satu-satu.
__ADS_1