Perjodohan Berakhir Cinta

Perjodohan Berakhir Cinta
ᴋᴏɴᴛʀᴀᴋsɪ


__ADS_3

...Hai semua!!!...


...Awali yang seneng-seneng yuk...


...Jangan lupa jejaknya!!!...


...Happy reading...


...----------------------------...


Tanpa terasa kandungan Rika sudah memasuki usia 9 bulan, bahkan jika hitungan dokter masih tinggal 2 minggu lagi. Tapi siapa yang tau kalau itu malah lebih cepat.


Untung saja di kehamilan pertama Rika kali ini tak meminta yang aneh-aneh kecuali waktu itu. Rika meminta Ardit untuk tidur di luar selama tiga hari.


Katanya kalau dekat-dekat perut Rika terasa mual. Tapi itu tak berlangsung lama setelah kejadian itu Rika sama sekali tak mengingginkan hal yang aneh.


Semuanya telah di siapkan oleh keluarga Aldebaran dan Winata menyambut cucu pertama mereka.


Semua hadiah berdatangan di rumah mereka, sebenarnya juga masih belum tapi karena keduanya sangat antusias kedatangan cucu pertama dua keluarga tersebut.


Apalagi mendengar kata laki-laki, penerus dua keluarga. Bulan kemarin Papa Rusdy serta Ayah Ardi sudah tak sabar dengan jenis kelamin cucu mereka. Padahal Rika dan Ardit ingin di rahasiakan sampai lahiran.


... ----------------------------------...


Pagi ini seperti biasa Rika menyiapkan semua keperluan Ardit untuk berangkat ke kantor.


Setelah menyiapkan semuanya Rika duduk di atas kasur sesekali mengelus perutnya yang sudah membesar. Rasanya bergerak sedikit sangat lelah baginya. Sambil menunggu Ardit Rika memainkan handphone nya.


Ceklek


Pintu terbuka menampilkan Ardit dengan kaos putih polos serta celana abu-abu, sambil mengeringkan rambut nya.


"sini aku keringin" menaruh handphone nya pada nakas.


Ardit menghampiri dirinya duduk bersila di atas karpet berbulu, Rika mengeringkan rambut Ardit sesekali menyisiri rambut Ardit dengan jemarinya.

__ADS_1


"papa gak sabar tunggu kamu sayang" mengelus perut buncit Rika.


"masih lama papa, masih dua minggu lagi" ucap Rika menirukan suara anak kecil.


"oh iya jadi keluar kota kan?" tanya Rika sambil mengeringkan rambut Ardit.


"sayang hubby batalin aja ya, hubby takut kamu kenapa-napa"


"by, aku gapapa kan ada bunda, ayah sama bi Jeni kamu urus aja pekerjaan kamu dulu, kasian lho by kalau kamu gak ketemu sama Mr. Arga nanti banyak karyawan kamu yang keluar"


Perusahaan Ardit sedang ada masalah, maka dari itu Ardit harus keluar kota sebentar untuk beberapa hari ke depan mungkin 3 hari kalau bisa secepatnya.


Ardit ingin tak datang tapi gimana lagi, Rika tak mau nanti banyak karyawan malah keluar dan malah nganggur.


Padahal sudah papa Rusdy bantu tapi tetap saja masih belum cukup. Begitu pun dengan papi Amel juga sudah membantu tetap saja belum cukup.


"tapi sayang aku khawatir sama kamu" meyakinkan Rika.


Rika mengelus rahang Ardit "by, aku masih lama masih ada 2 minggu lagi jadi kamu sekarang berangkat ya, kasihan tau kalau sampai ribuan orang ke PHK keluarga mereka makan apa? kamu berangkat aja ya"


Sampai akhirnya Ardit mau tak mau mendatangi Mr. Arga butuh ekstra sabar, Rika membantu Ardit menyiapkan pakaian yang akan Ardit pakai di sana.


Ardit membantu Rika menuruni tangga padahal bisa saja naik lift, tapi karena dokter memberitahukan untuk Rika banyak berjalan.


"eh mantu Bunda, sini sayang" membantu Rika untuk duduk.


Gila beneran baru jalan sedikit aja capeknya minta ampun.


Mereka pun sarapan bersama. Selesai sarapan Rika mengantar Ardit keluar di sana sudah ada Arko dan juga Clara.


"aku berangkat ya, Bun Yah titip Rika" pamit Ardit tak lupa mencium tangan Veni dan Ardi.


"iya Dit tenang aja, Ayah sama Bunda akan jagain Rika. Ayah bantu doa dari sini biar semuanya selesai"


Ardit mengangguk "sayang aku berangkat ya, jaga diri baik-baik"

__ADS_1


"iya by, kamu hati-hati kalau udah sampai jangan lupa kabarin aku" ucap Rika mencium tangan Ardit.


Ardit pun berangkat, meninggalkan Rika. Berat sih apalagi mau mendekati masa lahiran. Tapi Rika gak mau egois, kalau Ardit tak menemui Mr. Arga mungkin besok ribuan karyawan akan kehilangan kerja mereka.


Rika, Bunda dan Ayah masuk kedalam, Ayah tak kerja kali ini dia ingin menemani Rika dan Bunda.


...---------------------------------...


Ardit sudah mengasih kabar bahwa dirinya sudah sampai di bandara.


Ngomong-ngomong soal Amel kandungannya masih lima bulan, jadi masih tak apa untuk di tinggal sebentar. Usia kandungan mereka tak beda jauh hanya terpaut empat bulan.


Bisa jadi sih anak mereka akan temenan bahkan sahabatan. Dari orang tua mereka bahkan kakek dan nenek aja udah temenan. Hm seru juga kalau sahabatan nantinya.


Rika ingin berdiri ingin mengambil sesuatu di atas, Tiba-tiba perutnya terasa sakit.


"aw.." ringis Rika.


"Rika kenapa nak?" tanya Bunda dengan khawatir.


"pe-perut Rika sakit bun"


Ardi juga bingung padahal masih dua minggu lagi "gimana bun?"


"ayah siapin mobil, telephon Ardit buruan!" membantu Rika.


...---------------------------------...


Clara Syakila



yeay yang bentar lagi mau lahiran!


Satu kata buat episode ini?

__ADS_1


Nb : maaf banget ada beberapa nama visualnya yang author ganti, karena author ngerasa kurang pass aja 😁 jadi kalau ada kesalahan nama atau yang lain bisa kalian komen di bawah!


Jangan lupa tinggalkan jejaknya karena satu jejak berarti banget buat author!


__ADS_2