Perjodohan Berakhir Cinta

Perjodohan Berakhir Cinta
ᴜsɢ


__ADS_3

Al melepaskan tautan, dirinya berjongkok. Menghadap perut datar Lea. Tangannya terulur mengusap lembut.


"Kalau kamu cowok, Papa bakal ajarin kamu buat balapan. Dan kalau cewek nanti bakal main masak-masakan sama Mama. Biar bisa masak masakan enak kayak Mama"


"Al gak usah mulai ya!" Tegur Lea.


Al terkekeh, "Cepet banget, perasaan kemarin baru di coblos"


Lea membulatkan mata, memukul pelan kepala Al. Kalau ngomong nyeplos aja.


"Sehat-sehat sayang, jangan buat Mama sakit ya. Papa sama Mama tunggu kamu di sini" Ucap Al, mengecup lama perut Lea.


"Jadi yang semaleman kamu muntah gara-gara ini?"


Lea mengangguk "Iya, udah lumayan lama sih satu mingguan mungkin. Tapi gak separah kemarin, cuma pusing sama gak enak badan aja"


Al tersenyum tipis, "maaf ya, udah bentak kamu tadi"


Lea mengangguk paham, Al marah karena cowok itu khawatir padanya. "No problem"


...…...


Pagi ini Al akan mengantarkan Lea ke dokter kandungan. Katanya dia ingin melihat dan memastikan keadaan anaknya itu.


Mereka pun berangkat menuju ke rumah sakit, tak henti-hentinya Al berceloteh mengajak sangat buah hati mengobrol.


Sampai akhirnya mereka berdua sampai di depan rumah sakit. Aldebaran. Rumah sakit keluarganya. Menggandeng tangan Lea dan mengajaknya masuk.


Ternyata di sana sudah ada Dokter Syera, anak dari adiknya kakek Ardi. Ya bisa dibilang sepantaran dengan Rika dan Amel.


"Pagi tante"


Dokter Syera mempersilahkan masuk, "Pagi Lea, Al. Ayo masuk" ucap wanita paru baya itu.


Al membantu menidurkan Lea di atas brankar, tangannya menggenggam tangan Lea.


Dokter Syera menuangkan gel (bener gak sih?) lalu mengusapkan perlahan. Al dan Lea menatap kearah layar USG, di sana menampilkan janinnya.


"Titik kecil itu janin kamu, kandungannya sehat, tak ada masalah. Detak jantungnya normal, jaga pola makan dan kesehatannya ya" jelas Dokter Syera.


"Iya tan"


"Kelaminnya apa Dok?" tanya Al yang tak sabar.


Lea menyenggol lengan Al, membuat cowok itu menoleh.


Dokter Syera terkekeh pelan. "Masih belum, kandungannya masih tiga minggu. Tunggu ya, sampai usia bayi empat sampai lima bulan"


Al membantu Lea untuk duduk, mereka menuju ke meja Tante Syera. Dokter Syera menjelaskan semuanya.


"Tapi tan kemarin Lea sering muntah-muntah. Itu gak kenapa-napa kan?" Tanya Al, memastikan.


"Gapapa, itu namanya morning sickness atau emesis gravidarum adalah kondisi mual dan muntah yang dialami oleh ibu hamil trimester awal (3 bulan pertama kehamilan). Kondisi ini normal terjadi dan pada umumnya akan hilang setelah masuk trimester kedua" Jelas Dokter Syera.

__ADS_1


"Nanti bakal tante kasih vitamin buat pereda mual nya ya. Jangan kecapekan, jangan sering begadang, dan banyak istirahat"


"Makasih Tan"


...…...


Al mengajak Lea ke supermarket. Membeli beberapa susu bumil dan juga membeli vitamin yang sudah di kasih resep oleh Tante Syera.


Mereka berdua berjalan menyusuri lorong, menuju ke rak-rak berisi susu bumil. Selesai belanja semuanya, Al mengajak Lea ke mall. Sekalian jalan-jalan dan makan siang.


Dan sekarang mereka sedang ribut untuk menentukan makan siang. Lea yang ingin memakan Ramen sedangkan Al menyuruh untuk memakan yang lebih banyak sayurannya.


"Gak, enakan ramen"


"Gak boleh kebanyakan junk food Lea"


"Terus kamu ngajak aku ke sini ngapain. Hah? Ngamen gitu? Ih ayo please boleh ya" Mohon Lea.


"Gak"


"Ih kamu mah, ayo Al ini deh, ini doang please"


"Gak ada. Kamu itu gak boleh kebanyakan makan gini. Gak denger tadi kata tante Syera?" Al menarik Lea ke salah satu restoran. Lea menghela nafas kasar.


"Sabar ya nak, sabar punya bapak kayak dia" Batin Lea, mengelus perutnya yang masih datar.


Al yang memesan semua, Lea hanya duduk. Menatap malas, bodo lah ya, dari pada gak makan. Lagian Lea cuma pingin doang, gak bakal lebih.


Lea memainkan handphonenya, tak lama pesanannya datang. Lea menoleh mendapatkan beberapa mangkok mie ramen dengan berbagai rasa.


"Ini?" Lea menunjuk mangkok ramen yang berada di depannya.


"Buat kamu"


"Hah, kayanya-"


"Makan, kamu mau ini kan?" Lea mengangguk. "Ya udah sok dimakan" lanjut Al, mengusap gemas rambut Lea.


Hal itu membuat Lea senang, dirinya mengambil satu mangkok ramen dan memakannya. Ucapan tadi hanya becanda doang, Al tak masalah Lea makan apapun yang dia mau, dengan satu syarat gak boleh keluar batasan.


Gak baik juga makan-makanan junk food. Tangannya terulur mengelap bibir Lea dengan tisu.


"Pelan-pelan"


"Gue tarik kata-kata gue" Batin Lea.


...…...


Memasang seat belt, Al menjalankan mobil untuk pulang ke apartemen setelah membeli keperluan rumah dan juga Lea serta calon anak mereka.


Al akan mengawasi kegiatan Lea nantinya, apalagi kata dokter usia Lea yang menginjak 18 tahun. Cukup rawan memang. Tapi Al akan berusaha semaksimal mungkin untuk menjaga keduanya.


"Mau beli sesuatu gak?" Tanya Al, melirik sekilas Lea yang sedang menatap luar jendela.

__ADS_1


"Gak ada"


"Oke"


Di perjalanan mereka tiba-tiba di kejar oleh beberapa motor, yang membuat Al mengeram kesal.


"Al, di belakang ada yang ngikutin"


Al mengangguk menggenggam tangan Lea erat. Kurang ajar, siapa yang berani mengganggunya.


Hingga Al terpaksa mengerem mendadak, matanya menatap tajam beberapa orang yang berada di depannya. Menoleh kearah Lea, menanyakan keadaannya.


"Kamu gapapa?"


"Iya Lea gapapa"


"Kamu tunggu sini, aku mau lawan mereka"


Lea mencekal tangan Al, dirinya menggeleng. Menyuruh Al agar tetap stay di dalam.


"Gak, mereka harus kasih pelajaran. Kamu kunci mobilnya" Al mengecup singkat kening Lea, dirinya keluar melawan beberapa orang yang mengunakan masker. Membuat Al tak tau mereka siapa.


"Minggir"


"SERANG"


Bugh


Bugh


Bugh


Terjadi keributan antara Al dan mereka. Dengan sekali tendangan mereka semua terkapar di atas aspal.


Al berdecih, "Sampah" sebelum meninggalkan mereka Al menelpon yang lain untuk membawa mereka ke markas.


"Al kamu gapapa kan?" tanya Lea, khawatir.


"Aku gapapa sayang, kita pulang ya"


"Mereka gimana?" Lea melirik sekilas orang yang terkapar di aspal.


"Nanti ada yang ambil mereka"


...…...


...Al...



...Lea...


__ADS_1


__ADS_2