Perjodohan Berakhir Cinta

Perjodohan Berakhir Cinta
ᴛᴇʟᴀᴛ


__ADS_3

Lea dan Al berada di depan gerbang, menatap depan pagar yang cukup tinggi. Al bisa saja buat manjat sedangkan Lea gak mungkin apalagi Lea pakai rok.


"Gara-gara lo sih! Jadi telat"


"Kenapa gua? Kan lo diajak bareng gak mau"


"Ya ogah lah, lagian lo juga bukan bangunin gue malah main game"


"Heh lo juga mandi lama bener lo mandi apa ngebo dulu di dalem"


"Udah lah males gue berantem, ini gimana kita masuk lagi"


"Manjat" Ucap Al.


Lea melotot kan matanya, apa manjat? Ya kali gitu. Gak ada cara lain apa selain manjat. Ini juga hari ini mapel Bu Fika (guru sejarah) guru yang sama-sama galak kayak pak Botak.


Tak ada cara lain, Al menarik lengan Lea menuju ke pintu belakang. Berjongkok membelakangi Lea yang membuat Lea bingung.


"Naik" Ucap Al.


"Hah? Naik pundak lo?" Tanya Lea dengan kaget.


"Hm, buruan naik! Gak ada cara lain. Lo mau kita dihukum buruan!" Ucap Al.


Dengan berat hati Lea menaiki pundak Al "Al berat gak?" Tanya Lea sambil memegang tembok.


"Gak ada, buruan naik nanti ketahuan ama Bu Wiwik" Ucap Al.


Lea mengangguk sampai atas Lea berfikir turun atau gak? Masalahnya tinggi banget. Al dengan cepat naik atas, dirinya turun duluan nanti baru Lea yang turun.


"Buru Le"


"Ini tinggi Al"


"Udah gapapa ada gue, buru ketahuan Bu Wiwik nantinya" Ucap Al yang siap-siap untuk menerima Lea dari bawah.


"Buruan Lea! Ada gue" Ucap Al meyakinkan Lea.


Lea mengangguk, dirinya masih takut nanti bakal kenapa-napa. Tapi dengan cepat Lea menepis pikiran tersebut. Lea menutup mata


1


2


3


Bruk


Membuka mata perlahan, Lea menghela nafas lega tak terjadi apa-apa dengan cepat Lea bangkit. Al dan Lea menatap sekeliling. Apakah ada Bu Wiwik?.


"Gak ada yuk ke kelas" Ucap Al mengandeng tangan Lea.


Belum melangkahkan kaki, suara Bu Wiwik terdengar jelas di telinga mereka berdua, mau kabur juga percuma udah ketangkap basah. Membalikkan badan menghadap Bu Wiwik yang menatap mereka berdua tajam dengan penggaris besar yang bertengger pada tangan yang siap-siap untuk memukul muridnya.


"Lea! Kenapa kamu jadi sering buat masalah!" Tanya Bu Wiwik.


"M-maaf Bu tadi saya itu em" Ucap Lea dengan gugup.

__ADS_1


"Gak ada tapi-tapian, sekarang kalian berdua berdiri di depan lapangan sampai jam istirahat selesai!" Ucap Bu Wiwik menunjuk lapangan.


"Kenapa nih guru gak mati aja sih" Guman Al yang masih terdengar oleh Lea dan juga Bu Wiwik.


Bisa-bisanya Al bicara seperti itu padahal di depannya ada orang nya. Bener-bener Al mah. Dengan cepat Lea menarik tangan Al menuju ke lapangan berabe kalau nambah lagi.


Dengan malas Al menjalankan hukuman tersebut, kalau gak ada Lea. Boro-boro ngelakuin palingan juga cabut ke roof top.


Melihat Lea yang kepanasan, dengan cepat Al menghalangi tubuh Lea agar tak terkena sinar matahari. Lea melirik ke arah Al.


"Duduk aja gue yang akan lanjutin" Ucap Al.


"Gak! Kita yang kena hukum masa iya lo yang jalanin sendirian"


"Le duduk"


"Gak mau kalua lo berdiri gue ya berdiri"


"Lea! Gak usah bantah! Gue tau lo belum sarapan. Sana duduk" Ucap Al.


Lea mengangguk, duduk di pinggir kepalanya memang pusing dari tadi karena buru-buru mereka berdua tak sempat untuk sarapan di rumah.


Tak berapa lama, Al duduk di samping Lea bentar lagi waktu istirahat tiba, Al mengajak Lea untuk ke kantin duluan. Menarik tangan Lea dengan lembut.


"Mau kemana?"


"Bentar lagi istirahat, lo gak laper?" Dapat anggukan dari Lea.


Menuju ke kantin, hanya beberapa anak yang sudah berada di kantin. Al san Lea duduk di bagian ujung. Memesan dua mangkok bakso serta es teh manis.


Menuangkan beberapa sendok sambal, belum juga satu sendok tangan Lea di tahan oleh Al. Tentu Lea tau apa yang Al maksud dirinya tak mau terjadi sesuatu kepada Lea nantinya.


"Lepas, gue mau ambil sambal"


Mengambil botol sambal dan menaruhnya di bagian ujung membuat Lea tak bisa menggapainya. Menatap Al malas, yang di tatap menampilkan wajah datarnya.


"Apa!"


"Ih nyebelin lo mah, ambilin dong Al ayo"


"Kemana gak bawa helm?"


Menutup kedua matanya menahan kesal setengah mampus, Lea langsung memakan bakso tanpa memperdulikan Al yang ada di sampingnya, biarin jadi suami kok ngeselin.


"Ehem di tunggu juga ternyata ada di sini?" Tanya Ghea yang baru datang di susul dengan yang lainnya.


"Tau nih Lea di tunggu di kelas juga, lo bolos ya?"


"Kena hukum"


"Hah kok bisa?"


"Kenapa gak langsung masuk aja sih orang gak ada Bu Fika juga di kelas" Ucap Acha.


"Hah!"


Lea yang mendengarkan ucapan Acha di buat kaget, tau gini mending masuk aja daripada jalanin hukuman, udah panas, gerah, aduh...

__ADS_1


"Ck, Kalian kenapa gak bilang sih!" Ucap Lea dengan kesal.


"Coba buka handphone" Ucap Acha.


Dengan cepat Lea membuka handphone nya, banyak sekali pesan serta panggilan dari ketiga sahabatnya tersebut, kok gak ke denger ya? Iyalah orang Lea silent handphonenya gimana mau denger?.


"Tau ah ngeselin lo pada"


...…...


Hari ini mereka akan kerumahnya Danish untuk mengerjakan tugas mading. Setelah membeli beberapa bahan akhirnya mereka sampai juga di depan rumah Danish yang berwarna biru muda.


"Assalamu'alaikum"


"Waalaikumsalam, eh udah dateng yuk masuk" Ucap Sekar -Mama Danish.


"Iya tante"


Masuk kedalam, Danish mengajak mereka semua di taman belakang tak begitu luas memang tapi tempatnya sangat nyaman untuk santai.


"Ini ya minumannya tante taruh sini" Ucap Sekar menaruh nampan berisi es sirup dan juga biskuit.


"Makasih tante"


"Sama-sama tante permisi ke dalam ya? Kalau ada apa-apa bilang aja sama Danish" Pamit Sekar.


"Spidol nya mana?" Tanya Acha membongkar tepak masing-masing.


"Lho ada tuh di kresek"


"Mana gak ada?" Masih dengan membongkar kresek belanjaan serta tepak anak-anak.


"Ada Ca! Cari yang bener makanya, lo mah kebiasaan"


Akhirnya setelah membongkar sana-sini spidol pun ketemu, padahal ada di tepak nya sendiri. Ya gini nih kalau cari pakai mulut bukan pakai tangan!.


Di pertengahan handphone Ghea berdering membuatnya mengangkat panggilan tersebut dan sedikit menjauh dari yang lain.


".........."


"Tapi Ma! Ghea ada-"


".........."


"Iya-iya Ghea pulang sekarang!" Ucap Ghea dengan cepat mematikan panggilan.


Yang lain hanya mengangkat bahu melihat muka Ghea yang langsung berubah drastis setelah mengangkat panggilan tersebut. Tapi dengan cepat Ghea mengubah wajahnya kembali menjadi ceria.


"Eh guys maaf ya, gue harus balik. Biasa nyokap suruh antar shopping" Ucap Ghea tentu saja bohong.


"Oh gitu gapapa kok, lagian ini juga udah selesai tinggal di hias aja. Lo balik aja, nanti nyokap malah nungguin" Ucap Lea.


"Maaf ya sekali lagi"


...…...


Jangan lupa buat Komen sebanyak-banyaknya dan juga vote nya. Sayang kalian banyak-banyak ❤

__ADS_1


__ADS_2