Perjodohan Berakhir Cinta

Perjodohan Berakhir Cinta
ɢʜᴇᴀ ᴋᴇɴᴀᴘᴀ?


__ADS_3

...Enjoy and happy reading!!!...


...…...


Lea mengerjapkan mata saat merasakan perutnya terasa berat. Detik berikutnya matanya melebar melihat tangan kekar Al yang memeluk sempurna pada perut rampingnya.


Mencoba melepasnya perlahan, akhirnya lepasan tangan tersebut terlepas.


"Kenapa juga nih cowok peluk gue" Guman Lea lalu bangkit dari kasur dan menuju ke kamar mandi.


Setelah selesai dengan acara mandinya, Lea membangunkan Al dan turun kebawah untuk membuat sarapan.


Tangan Lea menyambar celemek dan memulai aksi masaknya, pagi ini Lea ingin membuat nasi goreng. Simpel gak usah ribet-ribet.


...…...


"Masak apa lo Le?" Tanya Al sambil mengancingkan seragam sekolahnya.


Lea berdecak kesal melihat penampilan Al yang masih sama seperti kemarin, dengan dua kancing yang dibuka, dasi yang hanya di taruh di bahu, baju yang tak dimasukkan dan juga topi yang dibalik.


"Lo niat sekolah apa tawuran?" Tanya Lea yang melihat penampilan Al yang sama sekali tak berubah.


"Dua-duanya" Jawab Al dengan enteng.


Percuma juga ngomong sama Al, pasti dijawab terus gak ada tuh yang namanya mengalah atau gak nurut gitu. Gak ada.


"Nih makan, udah siap" Ucap Lea memberi piring yang berisi nasi goreng tak lupa telur mata sapi.


Mereka berdua menikmati makanan buatan Lea, tak salah Al memilih Lea sebagai istrinya. Udah pinter, cantik dan jago masak lagi. Apa yang kurang coba?.


...…...


Memarkirkan motor di parkiran Alvarebos, turun dari motor dan membuka helm tapi.. Kenapa susah gini, nyangkut deh kayaknya, tapi susah banget.


Al yang melihat Lea kesusahan membuka helm pun menghampiri dan membantu membukanya. Lea menatap Al dengan kedua pipi yang di gembung kan, yang membuat Al gemas.


"Udah" Menaruhnya ke spion.


"Makasih"


Melihat Lea yang mematung di depannya membuat Al bingung, ada apa nih tumben banget. Biasanya juga langsung pergi, ada sesuatu nih.


"Kenapa?" Tanya Al.


Menyodorkan tangan kearah Al, yang membuat Al bingung. Dengan beo nya Al menerima tangan dan menaruhnya di kening Lea.


"Ih bukan"


"Terus? Lo mau salim kan?" Beo Al.


Lea menepuk jidatnya, masa gak ngerti sih? Al pura-pura gak tau apa emang gak tau?.


"Bukan, minta duit" Ucap Al menyodorkan kemabli tangannya ke arah Al.


Al hanya menggelengkan kepala, oh jadi diam kayak gitu mau minta duit kirain ada yang lupa.


Merogoh saku celananya, mengambilnya dan membuka dompet berwarna hitam pekat mengambil beberapa lembar uang berwarna biru dan memberikan nya kepada Lea.


"Makasih, gue ke kelas dulu bye!" Pamit Lea.

__ADS_1


Belum juga beberapa langkah, Lea menghentikan kakinya dan membalikkan badan ke arah Al, yang membuat dirinya bingung.


"Satu lagi, awas aja kalau lo bolos" Ucap Lea dan melanjutkan kembali jalannya menuju ke kelas.


...…...


Masuk kedalam kelas, cukup ramai banyak murid yang sudah masuk ke dalam. Melangkahkan kakinya menuju ke mejanya.


"Pagi girls" Sapa Lea kepada sahabatnya.


"Pagi Lea" Ucap Acha dan Danish secara bersamaan.


Melepaskan tas ransel yang Lea pakai, lalu duduk dan menatap ke.. dua sahabatnya. Sebentar kok berdua aja?. Ghea ya Ghea kok gak ada? Biasanya tuh anak yang berangkat paling pagi di antara mereka berempat tapi tumben sekarang kok belum dateng.


Ah mungkin aja macet, biasa jakarta kan macet kalau jam-jam berangkat sekolah serta kerja.


"Ghea belum dateng?" Tanya Lea.


"Iya belum, gak tau tuh cewek kemana tumben banget biasanya dia yang paling awal" Ucap Danish.


"Mungkin macet tunggu aja kali" Ucap Acha.


Mereka pun melanjutkan obrolan mereka sambil menunggu Ghea datang, Lea dan Danish menceritakan drakor kesukaan mereka sedangkan Acha menceritakan k-pop kesukaannya.


Hingga akhirnya obrolan mereka terhenti ketika bel masuk berbunyi, membuat mereka menghentikan obrolan mereka sementara.


Pak Wahyu (guru matematika) datang memulai pelajaran pertama. Sebelum itu pak Wahyu mengabsen mereka terlebih dahulu.


"Assalamu'alaikum semua" Ucap pak Wahyu memasukkan kelas.


"Waalaikumsalam pak"


"Berdoa selesai"


"Baik bapak akan absen kalian" Ucap pak Wahyu membuka buku absen.


"Adrian Manato"


"Hadir pak"


"Aprilya Putri"


"Ada pak"


"Azahra Asiya"


"Hadir pak"


"Acha Rawles"


"Hadir pak"


"Alexa Louis"


"Hadir pak"


"Danish Madison"


"Ada pak"

__ADS_1


"Ghe..."


Bruk


Belum juga pak Wahyu melanjutkan absennya, gebrakan pintu membuat satu kelas menatap ke arah sana. Ghea sedang membungkuk mengontrol nafasnya yang tak beraturan.


"Hadir pak" Dengan nafas yang terengah-engah.


"Dari mana kamu? Jam segini baru datang" Tanya Pak Wahyu.


"Maaf Pak, macet"


"Ya udah kamu boleh duduk. Jangan sampai telat lagi!" Dan dapat anggukan dari Ghea.


Berjalan kemejanya dan duduk sambil. mengontrol nafasnya yang masih tak beraturan.


"Baiklah anak-anak silahkan buka halaman 15" Ucap pak Wahyu sambil menulis materi di depan.


...…...


Keempat gadis tersebut sudah berada di kantin, mereka sedang menunggu mie ayam pesanan mereka. Ghea dari tadi hanya diam tak ikut nimbrung bersama yang lain. Hal itu membuat Lea, Danish dan juga Acha bingung ada apa dengan Ghea?.


Bukannya dia yang paling heboh diantara mereka berempat, tapi kenapa hari ini berbeda?. Apa mereka punya salah? Atau Ghea punya masalah?.


"Ghea, lo kenapa?" Tanya Acha yang sangat peka dengan kelakuan Ghea.


Ghea tersadar dari lamunannya, menoleh kearah Acha sambil tersenyum. Tentunya dengan senyuman paksa.


"Gue gapapa kok" Ucap Ghea dengan senyum paksa nya.


"Iya Ghe lo kenapa? Lo ada masalah ya" Ucap Danish.


"Gue gapapa, tenang aja"


"Tapi lo bukan Ghea yang gue kenal Ghe, lo beda hari ini. Lo ada masalah" Ucap Lea yang ikut bertanya.


Acha dan Lea tau kalau Ghea sedang ada masalah, walaupun mereka berdua gak tau apa masalahnya. Tapi mereka tau kalau emang Ghea ada masalah.


Senyum Ghea pudar, namun dengan cepat Ghea merubahnya dengan senyum seperti biasa. Bahkan Acha dan Lea tak tau.


"Gue.. Cuma kerjain kalian doang! Kalian kena" Ucap Ghea dengan heboh.


Astaga mereka kira beneran? Ternyata cuma prank, gak tau apa kalau Lea, Acha dan juga Danish khawatir? Ini malah di kerjain.


"Sialan lo! Gue kira beneran"


"Kena tipu haha"


"Gak lucu bangsat!" Kesal Acha.


Ghea menoleh kearah Acha dan langsung memeluknya "ih jangan marah, gue kan becanda Ca. Ya kali gue ada masalah. Lagian ya kalau emang gue ada masalah juga ngomong kali ke kalian" Ucap Ghea melepaskan pelukan.


"Ih gak lucu Ghe sumpah!"


"Iya-iya sorry, lagian kalian serius amat. Biar gak tegang makanya gue kerjain"


Pesanan mereka pun datang, menikmati mie ayam pesanan mereka dengan es jeruk sebagai pelengkapnya.


...…...

__ADS_1


Jangan lupa buat Komen sebanyak-banyaknya dan juga vote nya. Sayang kalian banyak-banyak ❤


__ADS_2