Perjodohan Berakhir Cinta

Perjodohan Berakhir Cinta
sᴀʟᴀʜ ᴘᴀʜᴀᴍ


__ADS_3

Menunggu sekitar dua puluh menit di parkiran, tapi Lea masih saja tak kunjung menampakan batang hidungnya.


Padahal sekolah sudah hampir sepi tinggal beberapa anak saja yang ada di sekolah dengan urusan ekstrakulikuler atau yang lainnya.


"Lea kemana sih, udah di tunggu juga gak datang-datang. Masa iya masih di kelas?" Batin Al bertanya-tanya.


Melihat Lidya yang berjalan sendiri membuat Al menghampirinya.


"Lidya!"


Lidya yang merasa terpanggil menoleh dan mendapatkan Al. "Ada apa?"


"Lo liat Lea?" Tanya Al dengan nada dinginnya.


"Lea? Bukannya dia udah pulang ya? Eh kalau gak salah tadi gue liat.. " Ucap Lidya menggantung.


"Lo liat apa?"


"Lea diajak Kevin, gak tau kemana"


"Brengsek" Umpat Al.


Dengan cepat Al meninggalkan Lidya yang menatapnya dengan senyum.


Mencari di setiap sudut kelas, mulai lantai satu hingga tiga. Sekarang mata Al mencari ke daerah kantin. Sama saja Al tak menemukan keberadaan Lea.


"Sial, Kevin! Lo bawa Lea kemana?"


Mata Al masih saja mencari di setiap sudut sekolah. Hingga pikirannya tertuju pada taman belakang.


Lain halnya di taman belakang. Setelah pulang Lea ingin keluar kelas bersama yang lain, Tiba-tiba dirinya merasa ingin buang air kecil.


"Eh guys kalian duluan deh, gue mau ke toilet kebelet nih" Ucap Lea.


"Oh gitu, ya udah mau gue anterin gak?" Tawar Acha.


"Gak usah gapapa, kalian balik aja dulu. Gue ke toilet dulu bye!" Pamit Lea yang langsung lari ke kamar mandi.


Semua pun melanjutkan pulang, di kamar mandi. Setelah selesai dari kamar mandi. Lea keluar dan berjalan menuju ke parkiran.


"Lea!"


Lea menoleh kebelakang mendapatkan Kevin yang berjalan menghampirinya. "Ada apa?".


"Bisa ngobrol sebentar? Gak lama kok cuma lima belas menit doang"


Lea melihat jam di handphonenya, masih ada waktu. Lagian Al juga katanya ada urusan sebentar. Kayaknya ini yang mau diobrolin kevin waktu itu.


"Boleh aja sih"


"Gimana kalau taman belakang" Tawar Kevin.


Lea mengangguk, berjalan beriringan dengan Kevin menuju ke taman. Lidya yang ingin bicara sama Lea terhentikan ketika melihat Lea yang akrab dengan Kevin.


"Lho kok mereka berdua kayak deket banget ya?" Guman Lidya bertanya-tanya.


Ingin sekali Lidya mengetahui tapi dia urungkan karena handphonenya tak berhenti berdering.


"Halo?"


".........."


"Iya-iya gue ke sana"


".........."


"Hm gue ke sana sekarang. Iya tunggu bawel lo!"


Dengan cepat Lidya meninggalkan tempat itu dan menuju ke lapangan sekolah.


Di tempat Lea dan Kevin terjadi keheningan diantara mereka, Kevin. yang bingung ngobrolnya dari mana sedangkan Lea yang sibuk dengan pikirannya.


"Lea!"


"Iya kenapa?"


"Gue mau tanya sama lo" Ucap Kevin yakin tak yakin.


"Tanya aja kenapa?"


"Ada hubungan apa lo sama Al?"


Lea menoleh kearah Kevin. "Maksudnya?, gue gak paham"


"Lo punya hubungan apa sama Al selain sahabat"


deg


Lea bingung mau jawab apa, menatap kembali ke depan.


"Gak ada sih, gue sama Al ya sahabatan. Gak lebih" Ucap Lea dengan berbohong.

__ADS_1


"Yakin?"


"Iya, lo kenapa jadi tanya gini? Kayaknya ada yang gak beres deh sama lo" Canda Lea.


"Vin"


"Ya?"


"Kenapa lo baikan sama Al? Kan kalian udah sahabatan dari lama. Tapi karena salah paham kalian sampai berantem gini"


"Bukannya apa-apa. Bukannya gue bela lo atau Al. Menurut gue sayang aja persahabatan kalian hancur karena masalah yang menurut gue, bisa diatasi dengan kepala dingin" Lanjut Lea kembali.


"Tapi lo gak tau Le"


"Gak tau gimana?"


"Lo gak tau, gimana rasanya lo bangun sebuah kelompok dengan susah payah tapi itu gagal" Kevin berucap dengan suara parau nya.


"Gagal sebuah kunci kesuksesan, lo salah Vin. Jangan karena ego lo yang tinggi berakibat fatal ke yang lain. Ya emang gue tau bangun semua gak mudah"


"Tapi bukan berarti dengan gini semuanya baik-baik aja. Lo liat kan akibat dari ulah kalian. Banyak korban!"


"Dan lo liat, Zayn? Dia koma karena pertengkaran kalian. Sebenernya kalian sadar sama yang kalian lakuin. Untung aja nyawa Zayn bisa selamat. Kalau gak?" Tanya Lea dengan serius.


Karena kesalahan pahaman diantara mereka persahabatan Al dan Kevin menjadi berantakan, banyak nyawa yang harus menderita.


Banyak orang yang kena imbasnya.


Jadi guys kenapa mereka berantem. Ya karena salah faham. Waktu jaman mereka SMP Al dan Kevin bersahabat, mereka termasuk temen yang dekat.


Suatu ketika mereka membuat geng, yaitu geng Alvarebos dan Vellix. Semuanya berjalan lancar, tak ada masalah tak ada pertengkaran.


Semua masih aman. Hingga suatu ketika, Alvarebos menang balapan yang bisa dibilang balapan tersebut adalah balapan yang di juarai oleh orang-orang yang udah pro lah ya.


Al juga pro tapi kayak atasnya lagi gitu, gimana ya bilangnya? Pokoknya gitu lah.


Dan balapan tersebut membuat nama Alvarebos semakin dikenal banyak orang, dan Vellix? Mereka hanya menerima makian.


Hingga suatu ketika, ada salah satu anggota melakukan adu domba. Dimana orang itu bilang kalau Al menang dengan cara yang licik.


Melakukan pengempesan pada ban motor milik Kevin. Ya sebelum balapan berlangsung motor Kevin terjadi masalah.


Hingga akhirnya Kevin tak Terima, Kevin langsung menghampiri Al dan memukul wajah Al.


Bugh


"Brengsek lo!" Umpat Kevin menarik kera baju milik Al.


"Maksud lo apa?" Tanya Al dengan bingung.


Al awalnya bertanya tapi karena emosi Kevin yang sudah sampai ubun-ubun dirinya langsung saja menghajar Al.


Al yang mendapatkan pukulan tiba-tiba tanpa penjelasan membuat dirinya mau tak mau melawan juga.


"Brengsek lo! Gue gak nyangka lo ngelakuin hal selicik itu. Mulai sekarang persahabatan kita hancur, gak ada lagi kata persahabatan diantara kita. Dan gak ada lagi gabungan antara Vellix dan Alvarebos" Ucap Kevin meninggalkan basecamp Al.


Sampai akhirnya persahabatan mereka hancur dan membuat mereka melakukan pertengkaran hingga saat ini.


"Ya gue tau. Tapi sekarang gue gak mau bahas itu"


"Terus?" Tanya Lea dengan bingung.


"Gue mau bahas kalau gue..."


Belum juga Kevin melanjutkan bicaranya, Al datang memberi bogeman pada pipi Kevin yang membuat dirinya tersungkar dengan datang yang keluar di pipinya.


Bugh


"Al!" Teriak Lea dengan kaget.


"Oh jadi ini? Udah ditungguin setengah jam gak balik-balik. Ternyata berduaan di taman belakang. Hm" Ucap Al menatap tajam Lea.


"Ikut gue" Ucap Al langsung menarik tangan Lea untuk pergi.


Belum jauh, Kevin menahan tangan Al yang membuat. mereka tarik-tarikan.


"Lepasin Lea!"


"Gak gue mau ngobrol sama dia!"


"Gak Lea harus pulang sama gue"


Kevin berdecih. "Cih, lo siapa nya sampai tarik-tarikan Lea buat pulang"


"Gue sahabatnya" Ucap Al menatap tajam sahabat lamanya yang sekarang menjadi musuh.


"Hanya sahabat gak lebih!"


"Terus? Lepasin tangan Lea!"


"Gak gue mau ngobrol. Sama dia! Lo kalau mau pulang-pulang aja! Gue bisa antar Lea pulang"

__ADS_1


"Brengsek!"


Bugh


Satu pukulan mendarat pada wajah Kevin, terjadilah pertengkaran diantara mereka.


"Stop!"


Lea mencoba melerai mereka tapi tetap saja, mereka saling pukul satu sama lain.


Dengan cepat Lea menuju ke tengah-tengah, Kevin dan Al yang saling memukul terhenti ketika Lea di depan mereka.


"Lea lo pergi!"


"Gak! Ayo pukul! Kenapa diem? Lo berdua gak ada capeknya buat berantem hah!"


"Kita balik" Ucap Lea langsung saja menarik Al untuk pulang.


...…...


Di dalam mobil hanya keheningan yang menyelimuti mereka. Al yang memang lebih suka diam. Lea yang tak mau membuat Al makin marah.


"Turun!" Ucap Al membuka pintu Lea.


Lea yang tersadar langsung saja mengambil tas. Al langsung saja menarik tangan Lea untuk masuk ke dalam.


Lea meringis merasakan cengkraman Al yang kuat "Aw.. Sakit-Al" Ringis Lea.


Al yang sudah termakan emosi tak mendengarkan apa yang Lea ucapkan seakan tuli. Membuka sandi dan mendorong Lea untuk duduk di sofa.


"Gak usah nangis!"


"Lo tau kan apa kesalahan lo!"


Bukan aku-kamu lagi, melainkan lo-gue. Lea yang mendapatkan tatapan tajam dari Al membuat dirinya takut menatap Al.


"Jawab! Bukan diem, gue perlu jawaban lo! Bukan diam lo!" Bentak Al.


"Maaf Al tadi-"


"Kalau diajak ngobrol liat orangnya!" Desis Al.


"Ma-maaf Al tadi, kamu salah paham" Cicit Lea dirinya takut dengan tatapan Al yang tajam.


Seakan-akan ingin mencabik musuhnya.


"Salah paham? Salah paham gimana? Hm! Jelas-jelas gue liat lo berduaan sama Kevin di taman. Untung Lidya langsung kasih tau kalau gak?"


Lea masih diam, dirinya kembali menunduk.


"Jawab Lea! Bukan diem"


La langsung saja menarik dagu Lea agar bisa menatapnya, Al tak suka jika dia berbicara orangnya malah menunduk.


Kalau emang salah ya salah, kalau emang bener kenapa nunduk?.


Al sudah pernah bilang pada Lea jangan pernah menunduk, karena apa karena dengan kamu menunduk orang-orang bisa meremehkan kamu!.


Mereka akan menganggap kamu lemah.


Mereka akan menganggap kamu tak percaya diri.


Maka dari itu, angkat kepala jangan pernah menunduk, jika kalian tak pernah merasa salah!


"Jelasin!"


"J-jadi tadi.."


"Hm?"


"Kevin, dari be-berapa hari yang lalu mau ngomong sesuatu ke aku. Tapi karena gak sempet akhirnya dia mau ngobrol sekarang. Aku juga gak tau dia mau bicara apa. Beneran Al aku sama Kevin gak ngelakuin apa-apa" Ucap Lea dengan mata yang berkaca-kaca.


Lea menjelaskan apa yang terjadi, air matanya menetes. Dirinya takut, takut dengan tatapan tajam milik Al.


"Maaf" Cicit Lea.


Dirinya juga salah, dirinya juga yang membuat Al marah. Dirinya salah kenapa tak mendengarkan ucapan Al dan dirinya juga salah kenapa tak izin terlebih dahulu ke Al.


Menghela nafas perlahan. Menarik Lea kedalam pelukannya. "Maaf, Maaf udah buat kamu takut" Ucap Al mengelus rambut Lea yang terurai.


...…...


Eps ini pengganti kemarin ya guys


Lanjut gak?


Gak kerasa lusa udah puasa, ada kata-kata yang mau disampaikan gak?


yuk jangan lupa untuk follow serta like, komen dan vote nya.


See you next episode guys!!

__ADS_1


__ADS_2