
Lea sedang berkutat dengan dapurnya, kali ini Lea akan membuat siomay. Udah lama Lea gak buat, biasanya Lea akan membuat sama Mama atau gak pas main di rumah Al.
Kemarin Al meminta Lea untuk membuatkan siomay udang dan ayam. Gini-gini Lea juga lumayan ahli dalam bidang masakan walaupun gak semua tapi Lea bisa lah dikit-dikit masak.
"Al, Alvaro!" Teriak Lea dari bawah.
Al yang sedang main game terganggu oleh teriakan Lea, mematikan handphone dan menghampiri Lea yang berkutat dengan dapur.
"Udah jadi?"
"Makan mulu yang lo pikirin, belom lah. Tuh minta tolong pasangin gas. Gas nya mati" Tunjuk Lea pada kompor.
"Kenapa gue?"
"Ya kan lo cowok masa lo tega biarin gue ngangkat gas segede itu, kalau meledak gimana? Entar lo jadi duda muda lagi" Ucap Lea sambil membuat adonan siomay.
"Kalau gue yang mati gimana"
"Ya syukur alhamdulillah gak ada yang iseng sama gue" Ucap Lea sambil tersenyum.
Al mengambil gas dan menggantikannya dengan yang baru, lumayan buat olahraga. Lima menit akhirnya gas sudah terpasang, melihat Lea yang sedang melipat siomay ide jail nya keluar.
"Mau gue bantu gak?" Tanya Al.
"Gak usah, gue tau akal busuk lo apa" Ucap Lea sambil menunjuk Al.
"Gue bantu dibilang ganggu kalau gak bantu dibilang lo marahin gimana sih. Mumpung gue gak ada waktu nih" Ucap Al.
"Udah sono, mending lo duduk manis ya liatin aja" Usir Lea.
Al tersenyum menggambil siomay yang telah Lea bentuk, dan pura-pura tak sengaja membuka kembali bentukan tersebut.
"Yah Le gak sengaja" Ucap Al mengembalikan siomay yang rusak kepada Lea.
Lea hanya menatap Al malas, menggambil sutil dan memukul tangan Al.
Tuk
"Aduh sakit" Ringis Al mengelus tangannya yang kena pukul sutil.
__ADS_1
Salah sendiri kenapa tangannya jail banget, udah dibilang buat duduk manis. Tinggal nikmati aja jadinya eh malah jail kena sendiri kan.
"Makanya dibilangin itu didengerin, udah sana duduk. Lima belas menit selesai" Ucap Lea memasukan siomay kedalam kukusan.
...…...
Mengangkat siomay yang sudah matang kedalam piring dan tak lupa dengan sausnya, membawanya ke meja makan.
Di sana sudah ada Al yang menunggu siomay buatan Lea, Al penasaran apa enak seperti buatan sang bunda?.
"Nih siomay nya" Ucap Lea menghidangkan siomay yang sudah matang.
Menggambil satu dengan garpu dan memasukannya kedalam mulut, mengunyah beberapa saat. Setelah itu menatap Lea yang menatap Al juga menantikan bagaimana rasa siomay buatannya.
"Gimana? Enak gak?" Tanya Lea dengan antusias.
Al berfikir sebentar "enak, kayak buatan bunda" Ucap Al menggambil kembali siomay di piring.
Lea yang mendengarkan pujian dari Al sangat senang. Perdana nih Lea mendapatkan pujian dari Al, biasanya Al hanya tak bilang apa-apa dan hanya memakannya.
"Duduk! Lo ngapain berdiri mulu, nih cobain" Ucap Al menyuapi Lea.
"Duduk! Berdiri mulu" Tegur Al.
Mereka pun menikmati makanan malam mereka dengan siomay buatan chef Lea. Mereka menghabiskan semuanya dengan ludes, bukan mereka sih tapi Al yang menghabiskan semuanya Lea hanya beberapa saja.
...…...
Tendangan kecil Al rasakan, apalagi di bagian punggung dan pantatnya. Membuat dirinya terbangun, udara pagi sangat gerah membuat Lea terusik.
"Al nyalain AC nya dong, gerah" Ucap Lea masih dengan posisi terlentang.
"Udah nyala dari tadi Lea!"
Mengubah posisinya menjadi duduk dan menatap jam weker yang ada di sebelahnya menunjukan pukul 05.00 WIB.
"Le! Bangun udah subuh" Menggoyangkan tubuh Lea.
"Lima menit lagi" Ucap Lea masih dengan memejamkan matanya.
__ADS_1
"Buruan! Udah subuh Lea"
"Jam berapa sih?"
"Jam lima, lo mau telat subuh buruan bangun! Le gue siram lo lama-lama" Ancam Al.
"Lima menit lagi Al"
"Gak ada shalat ditunda-tunda, bangun Le! gue siram nih" Ucap Al yang bersiap-siap menyiram gelas yang berisi air kepada Lea.
Lea berdecak kesal, mengubah posisinya menjadi duduk dan menatap tajam lawan jenisnya.
Lea bangkit dari kasur, berjalan menuju ke kamar mandi untuk menggambil wudhu. Selesai menggambil wudhu dilanjut dengan Al, mereka berdua melaksanakan shalat subuh berjamaah.
...…...
"Lea" Panggil Al.
Mata Al mencari dimana keberadaan Lea, hingga matanya mengarah ke balkon. Berjalan ke balkon menemukan seseorang yang Al cari dari tadi. Pantesan gak denger orang nonton drakor pakai earphone.
Menepuk pundak Lea, yang membuat Lea kaget. Menoleh ke Al yang sudah rapi dengan pakaiannya.
"Kenapa? Eh mau kemana lo?" Tanya Lea.
"Gue mau keluar, ada yang mau lo titip gak?" Tanya Al.
Lea mengerutkan dahinya, mengecek dahi Al takut aja panas. Tumben banget dia nawari, dari kemarin lho perasaan. Gak panas apa kepala Al kejedot pintu?.
"Gue sehat" Menepis tangan Lea "mau titip apa gak?" tanya Al kembali.
"Em gak usah deh kayaknya, eh titip bakso mercon yang pedes bangettt" Ucap Lea.
"Yakin?" Dapat anggukan mantap dari Lea, Al mengangguk dan pamit ke Lea untuk keluar sebentar.
Al keluar sedangkan Lea melanjutkan kembali menonton Drakor nya, ditemani dengan udara sepoi-sepoi yang menerka wajah Lea.
...…...
Komen dan vote nya sebanyak-banyaknya 😆 biar Naan semangat terus. Semoga terhibur!!
__ADS_1