
Kini Al duduk di atas karpet, matanya fokus ke layar laptopnya. Tangannya tak berhenti menari di atas keyboard. Walaupun malas Al tetap mengerjakan.
Seperti saat ini dirinya harus mengerjakan tugas dari sang Papa yang menyuruhnya membuat laporan, tak hanya itu Arko -Papa mertuanya. Juga memberikan nya tugas.
Mertua ngeselin menurutnya, biarin dikata mantu durhaka karena mengumpati mertuanya tersebut. Salahkan saja mertuanya yang memberikannya tugas, menyuruh Al membuat 3 laporan sekaligus. Bener-bener gila! Untung mertua.
"Al, bosen" Lea sedari tadi tak berhenti mengeluh, gimana gak Al sibuk dengan laptopnya.
Lea mau turun tapi takut, karena udah malam juga. Apalagi dibawah gelap! Lea jadi takut sendiri. Padahal hari ini dirinya ingin menonton drama favoritnya.
"Hm" Sesekali melirik kearah gadisnya.
"Bosen" Keluh Lea, dirinya bosan bahkan sangat bosan.
Andai diluar gak mendung, Lea ingin keluar sekarang juga! Tak jauh-jauh tak mengapa.
Emang berani sama gelap?
"Tau" Ucap Al yang dari tadi menatap laptop.
"Ish ngeselin" Dengan kesal Lea merebahkan dirinya di kasur.
Al yang melihat tersebut menghela nafas, menatap Lea yang menutup dirinya dengan selimut. Menghampiri istrinya dan membuka selimut perlahan.
"Kenapa? Hm" Ucap Al sambil mengelus halus pipi Lea, matanya dari tadi menatap intens bola mata Lea yang begitu teduh.
"Bosen" Cicit Lea dengan pelan.
Al tersenyum melihat muka Lea yang di tekuk. Mengecup kedua mata Lea.
"Tidur!"
"Gak mau, masih jam setengah sembilan" Lea menolak dirinya hanya ingin keluar saja, atau bahkan makan sebentar.
Kalau tidur adalah salah satu cara buat kurangin kebosanan Lea. Kenapa gak dari tadi saja dia lakukan?. Kenapa baru sekarang kalau tadi bisa?.
"Mau apa?"
"Keluar"
"Hujan Lea! Tidur ya"
"Gak mau, tugasnya masih belum selesai"
"Belum, orang Arko ngasihnya dadak"
Tuh kan Al minta di tabok!
"Heh dia mertua mu!"
Al hanya mengidikkan bahu acuh, bodo dibilang menantu durhaka emang beneran, salahkan mertuanya yang kasih tugas mendadak.
"Bodo amat, udah yuk tidur" Al menarik Lea kedalam dekapannya mengelus rambut Lea yang terurai.
"Al.."
"Tidur Lea!"
"A..."
"Tidur!" Ucap Al dengan nada dingin.
__ADS_1
Mau tak mau Lea memejamkan matanya, walaupun cukup sulit. Tapi karena usapan lembut dari Al membuat dirinya mengantuk.
Melirik kearah Lea "Good night sayang" mengecup singkat kening Lea. Dirasa Lea sudah terlelap Al bangkit, menuju ke laptopnya dan mengerjakan kembali tugasnya.
handphonenya berdering
drtt.. drtt..
"Hm"
"Gimana udah selesai?"
"Blom kalau mau kasih sekalian semua! Sekalian satu kardus. Ngasih banyak minta cepet lagi!" Gerutu Al.
"Udah kerjakan! Papa tunggu besok pagi harus ada di kantor!"
Pip
Al dengan cepat mematikan panggilan sebelum mertuanya itu melanjutkan obrolannya, menatap berkas-berkas, ini mau buat laporan apa gimana? Satu map 10 lembar kenapa gak sekalian bikin cerpen!.
Menghela nafas kasar Al melanjutkan kembali berkutat dengan pangkuan laptop di depannya sesekali menatap gadisnya yang terlelap.
Fokusnya kembali teralihkan ketika HP nya bergetar menandakan pesan masuk.
RevanBkr
"Basecamp di intai"
Shit!
Menatap ke depan dengan tajam, rahang Al mengeras. Siapa yang berani mengusik dirinya?. Sialan! Mau mati ternyata?.
Oke tak masalah, tinggal pilih jalur giveaway atau neraka!
"Malam sayang, mimpi indah" Bisik Al mengecup kening Lea lalu turun kebawah.
Menjalankan motor dengan kecepatan diatasnya rata-rata. Jalanan cukup lenggang membuat Al bisa melajukan motornya lebih cepat lagi.
Sampai didepan basecamp dengan langkah angkuhnya, Al masuk ke dalam, cukup banyak anak jam menunjukan pukul sembilan malam.
Mendudukkan tubuhnya pada sofa, menyambar softdrink yang ada didepannya, meneguk nya hinga tandas. Mata nya menyorot tajam membuat suasana basecamp berubah seketika.
Bermula ramai, menjadi sepi.
"Siapa yang berani intai basecamp?"
Revan merubah tubuhnya menjadi tegak. "Gak tau, tadi ada seseorang yang ngincar basecamp. Saat gue sama yang lain kejar mereka hilang" Jelas Revan.
Al berdecih "Biarin, biarin mereka melakukan rencana mereka terlebih dahulu. Setelah itu baru kita yang jalankan rencana kita"
"Siap!" Ucap semua anggota Alvarebos.
"Lo napa Jo!"
"Sakit hati, sial gue greb cewek gue, dia selingkuh" Ucap Jojo mengundang tawa anak Alvarebos semuanya.
"Rasain makanya tobat! Karma tuh, buruan tobat dosa lo udah banyak"
"Mirror anying! Lo juga!"
Al dan Revan hanya menggelengkan kepala, Al menatap kearah kearah jam sudah jam setengah dua belas dengan cepat Al bangkit dan pergi meninggalkan yang lain.
__ADS_1
"Gue pamit"
Thony berucap "Yaelah Al sini dulu ngapa! Belum juga lama lo duduk"
Jojo yang melihat itu menoyor kepala Thony "Goblok! Dia punya istri bego!" Kesal Jojo mendarah daging.
"Ye.. Malah ngegas lo! Sakit bego" Ucap Thony yang tak Terima.
"Ribut gue bunuh lo pada!" Al berucap menatap tajam kearah Thony dan Jojo.
Ucapan Al membuat mereka kembali menutup mulut, tajam kali kalau ngomong. Itu mulut apa silet
Revan tersenyum tipis. "Mampus" Ucapnya tanpa suara.
"Gue balik, Assalamu'alaikum"
"Waalaikumsalam"
...…...
Menatap gadisnya yang masih merapatkan matanya, menatap jam sudah jam dua belas, Al langsung menganti baju dirinya masih belum menyelesaikan laporan untuk mertuanya.
"Ini juga, nyusahin lo" Gerutu Al.
Hingga panggilan membuat Al menoleh kearah kasir, di sana Lea terbangun. Mendudukkan dirinya dan menyandarkan kepala pada sandaran kasur.
"Masih belum? hoam.." Lea bertanya sesekali menguap.
"Belum, kenapa laper?" Tanya Al yang sudah duduk di samping Lea.
"Iya laper, aku kebawah ya?" Ucap Lea yang langsung saja bangkit dari kasur menguncir rambutnya asal.
Al mengangguk membiarkan Lea turun untuk memasak. Lea yang sedang masak tiba-tiba dihampiri oleh Al, memeluknya dari belakang.
"Al.."
"Hm?"
"Mau juga gak? Biar aku buatin sekalian" Tawar Lea sambil membuka bungkus mie instan.
"Gak kamu aja, Lea! jangan makan mie terus Le gak baik!" Ucap Al dengan nada dingin.
Lea berbalik, mengecup singkat pipi Al "Maaf, tinggal ini aja. Aku malas masak yang lainnya. Gapapa kan?" Cicit Lea sambil mengedipkan matanya berkali-kali yang membuat Al mengacak gemas rambut gadisnya.
"Hm, terakhir ya! Awas aja kalau buat lagi"
Lea mengarahkan jari kelingkingnya "Janji"
Al tersenyum menautkan jari kelingkingnya "Iya, tuh udah mendidih. Aku naik sebentar"
Lea mengangguk mematikan kompor, menuangkan mie kuah dengan telur rebus. Membawanya keatas kamar, menemani Al yang berkutat dengan laptopnya.
"Kenapa bawa atas?" Tanya Al melirik ke arah Lea lalu kembali kearah laptop.
"Gak apa-apa, mau temenin Al"
"Sini" Al menepuk sofa di sampingnya, menyuruh Lea untuk duduk di sana.
"Al mau?" Ucap Lea menawari mie rebus.
Al menggeleng "Buat Lea aja"
__ADS_1
Lea mengangguk, memakan kembali mie rebus miliknya. Sambil menatap Al yang berkutat dengan laporan dari sang papa.
...…...