
...Jangan lupa jejaknya!!!...
...Happy reading...
...---------...
Dua bulan kemudian
Keadaan Rika sudah membaik daripada sebelumnya, sekarang dirinya sudah bisa jalan seperti sedia kala. Tak percaya memang biasanya penyembuhan seperti ini agak lama sekitar minimal 6 bulan tapi Rika berbeda dirinya hanya 4 bulan.
Sekarang Rika sedang menyiapkan pakaian kerja untuk Ardit. Tiba-tiba tangan kekar melingkar erat di pinggangnya, dan mencium leher Rika yang beraroma vanila. Rika hanya diam dirinya tau siapa kalau bukan Ardit.
"by" dan dapat deheman dari Ardit.
Rika membalikkan tubuhnya dan melingkarkan kedua tangannya dileher Ardit. Memperhatikan setiap inci muka Ardit yang begitu sempurna, mengecup singkat bibir Ardit.
"hm siapa yang ajarin kamu?"
"siapa ya?" menatap atap kamar, Rika pura-pira berfikir.
"siapa lagi kalau bukan yang didepan yang ajarin" ucap Rika mencubit kedua pipi Ardit dengan gemas dan diakhiri kekehan.
"oh iya aku lupa, by gimana kalau kita balik ke apartemen? aku gak enak tau kelamaan disini kasian sama bunda lama-lama" menatap mata Ardit dengan intens.
"aku sih gapapa tapi kamu gimana? kamu baru sembuh lho sayang aku gak mau kamu kenapa-napa. Sekarang kamu gimana?"
"aku gapapa by aku udah enakan sekarang. Aku gak mau repotin bunda lebih lama lagi"
"ya udah, nanti kita bilang ke Bunda sama Ayah sekarang kita turun buat sarapan"
Rika pun membantu Ardit memasangkan pakaian, membantu Ardit memasangkan dasi.
Dirinya sedikit menjinjit tau sendiri tinggi Rika hanya sebatas dada Ardit. Derita pendek ya gini ini. Setelah semuanya selesai mereka berdua pun turun kebawah untuk sarapan bersama.
"pagi bun yah"
"pagi Rik, Dit"
"Bun, Yah Ardit sama Rika mau ijin kita berdua mau balik ke apartemen"
"lho, kamu beneran? Rika kamu baru sembuh lho sayang"
"gapapa kok bun, lagian udah lama juga gak ditempati. Rika malah makasih sama bunda sama ayah yang bantu Rika. Maaf ya bun yah kalau Rika malah ngerepotin bunda sama ayah"
__ADS_1
"gapapa Rik ayah sama bunda malah seneng bisa bantu kamu. Kalau emang Rika udah sembuh ayah izinin. Emang mau kapan balik ke apartemen?"
"besok atau gak lusa yah"
"ya udah bunda sama ayah izinin, dan buat Rika jangan kecapean ya sayang"
"iya bun pasti, makasih bunda udah rawat Rika" memeluk Veni dari samping.
"sama-sama"
Rika bener-bener beruntung buat dapetin mertua seperti Veni. Baik, cantik, pinter masak, wah pokoknya the best banget sih.
Mereka pun melanjutkan sarapan mereka, selesai sarapan seperti biasa para istri mengantar suami ke depan.
Rika menyalimi tangan Ardit dan Ardit mengecup kening Rika begitupun sebaliknya Veni dan Ardi mereka juga tak mau kalah dengan pasangan yang ada di samping.
"aku berangkat ya, kalau ada apa-apa langsung kabari aku"
"iya by, oh iya lupa nanti jangan lupa nanti ambil buku yang waktu itu kak Arko pinjem. Aku penasaran jangan lupa bawain"
"iya nanti aku bawa, aku berangkat assalamualaikum" mengecup singkat pipi Rika.
"waalaikumsalam ati-ati"
Ardit dan Ardi pun pamit, mereka memasuki mobil masing-masing dan berangkat ke kantor mereka masing-masing.
Selesai dari kamar mandi Rika menghampiri Bunda Veni yang berada di dapur, sepertinya Bunda Veni akan buat kue terlihat dari bahan-bahan yang disiapkan nya.
"Bunda mau buat apa?"
"mau buat bolu kukus tiramisu"
"Rika bantu ya bun" tawar Rika.
"gak usah sayang, kamu duduk aja ya biar bunda aja yang buat. Kamu gak boleh kecapekan"
"bunda Rika gapapa boleh ya, biar Rika bisa belajar juga" rayu Rika dengan puppy eyes.
Veni pun hanya menggelengkan kepalanya melihat tingkah menantu kesayangannya ini dirinya menyetujui Rika untuk membantu tapi kalau udah capek gak usah dilanjut biar Veni yang melanjutkannya.
Ya bener juga sih dari pada duduk doang yang ada malah bosen mending masak sekalian belajar juga. Lumayan nambah resep juga biar gak itu-itu mulu.
"ya udah, kamu pakai celemek nya. Terus cuci tangan dan kita buat"
__ADS_1
"siap bundaa!" ucap Rika dengan antusias.
Mereka pun mulai memasukan bahan-bahan sambil cerita-cerita. Biasa ibu rumah tangga kalau gak ya gosip.
"oh iya Bunda sama Mama jadi buat buka toko kue?" tanya Rika sambil mengaduk bahan-bahan.
"jadi dong! semua udah sih tinggal dekor dikit, mungkin sekitar satu atau dua bulan lagi baru selesai"
"oh iya kamu sama Ardit gak ada niat buat pindah ke rumah gitu? "
"belum ada sih bun, kemarin kak Ardit nawarin tapi Rika tolak karena menurut Rika apartemen masih pas masih muat juga nanti kalau gak muat atau gak pas baru"
Mereka berdua pun melanjutkan kembali membuat roti, walaupun ada kesalahan sih tapi gapapa namanya juga belajar.
Akhirnya hampir satu setengah jam roti buatan Bunda Veni dan Rika pun jadi, sebenarnya gak selama itu juga sih tapi karena kebanyakan cerita jadinya. lama.
"akhirnya jadi juga! oh iya kak Ardit suka ya sama tiramisu?"
"suka banget malah, makanya bunda buat lumayan banyak ini. Sekarang kamu cicipi dulu gimana rasanya" memberikan sepiring roti.
"wah enak banget tiramisu nya kerasa, pas banget bunda"
"alhamdulillah, ini juga kamu yang buat. Besok-besok bunda ajarin buat yang lain ya biar kamu bisa bikin di rumah"
"siap bunda makasih" memeluk tubuh Veni.
"tapi bun, ini gak kebanyakan? takut mubazir soalnya"
"iya juga ya, gimana kalau kita bagi buat orang luar?" usul Veni.
Rika pun setuju juga, karena memang ini juga lumayan kebanyakan. Lagian siapa juga yang makan sebanyak itu.
Rika pun pamit sebentar untuk naik ke atas mengganti baju dan tak lupa pamit ke Ardit lalu turun kembali.
Membantu Veni membungkus roti, setelah selesai mereka berdua keluar menggunakan motor, Veni yang menyetir sedangkan Rika dudukan di belakang sambil membawa kresek berisi roti bolu kukus yanga akan diberikan buat yang lain.
...--------------------...
Jangan lupa tinggalkan jejaknya karena satu jejak berarti banget buat author!
.
.
__ADS_1
.
Belum di revisi