Perjodohan Berakhir Cinta

Perjodohan Berakhir Cinta
ᴛᴇʀᴏʀ


__ADS_3

Pernikahan Rika dan Ardit berjalan 3 bulan, begitu pun dengan kedekatan Amel dan Arko yang mulai PDKT. Dan begitu juga dengan Bobby sudah hampir 1 bulan dia tak menampakan batang hidungnya kepada Rika maupun bertemu dengan yang lain.


Hari ini seperti biasa Rika menyiapkan pakaian kerja Ardit lalu turun untuk menyiapkan sarapan. Setelah selesai membuat sarapan mereka berdua melakukan sarapan. Setelah selesai Rika mengantarkan Ardit ke depan.


"aku berangkat dulu ya, kamu ati-ati kalau ada apa-apa langsung calling aku"


"iya by pasti kok ya udah gih sana kamu berangkat semangat!"


"iya Assalamu'alaikum"


"waalaikumsalam"


Ardit pun pergi, setelah melihat Ardit yang tak terlihat Rika pun turun dan bersantai di ruang tamu sambil memainkan handphonenya. Tiba-tiba ada bel yang membuat Rika menghentikan aktivitasnya dan menuju ke pintu untuk membuka siapa yang datang.


ting-tong.


"siapa ya? masa iya Amel kan gak mungkin dia aja masih di rumah, masa iya hubby? apa ada berkas yang tertinggal? ah udah lah buka aja dulu" batin Rika lalu membuka pintu.


Ceklek, Rika membuka pintu tapi tak ada seseorang cuma ada sebuah kardus, Rika menoleh ke kanan dan ke kiri tak ada orang!. Terus ini paket siapa? pikir Rika. Tanpa basa-basi Rika pun mengambil kotak tersebut dan membawanya ke dalam.


"nih kotak lumayan juga, entar deh atau jangan-jangan dari hubby lagi? tapi gak mungkin sih, udah lah buka aja" guman Rika.


Rika pun ke dapur untuk mengambil gunting, setelah mengambil gunting Rika langsung membuka nya dan betapa terkejutnya Rika saat melihat ini yang ada di dalam kardus tersebut.


"aaaaaaaaaa" teriak Rika membuang kotak ke sembarang tempat.


Badan Rika bergetar dia tak menyangka ada yang mengirim dirinya dengan barang yang aneh, bagaimana tidak? isi dari kardus tersebut adalah BANGKAI TIKUS yang sudah terbunuh dengan aroma darah yang menyengat.


"si-siapa yang berani kirim gue kayak gini?" ucap Rika sambil menekuk kedua lututnya.


Rika menatap kotak tersebut dan terdapat selembar kertas, Rika yang penasaran pun langsung mengambil dan membukanya. Lagi-lagi dirinya kaget, apa yang dia mau dari diri Rika?.


"LO HARUS MATI!!!"


iya itu adalah tulisan yang ada di dalam selembar kertas tersebut, dan parahnya tulisan tersebut bukan dari tinta atau yang lain melainkan dari darah yang membuat Rika langsung membuang kertas tersebut dan mengambil kotak lalu membuangnya ketempat sampah, walaupun takut tapi kalau tak begini aroma darah akan semakin menyengat.


Rika langsung ke atas dan berganti pakaian untuk berangkat ke kampusnya bersama Amel.

__ADS_1


Tiga hari sudah, Rika mendapatkan kiriman seperti kemarin, yang kemarin bangkai tikus, hari ke dua bangkai ayam dan hari ke tiga bangkai ikan dengan aroma darah yang menyengat dan dengan secarik kertas yang sama seperti kemarin.


Rika telah memberitahukan Ardit tentang kiriman aneh tersebut, begitupun dengan Ardit dia sudah melapor hal ini kepada pihak yang berwajib untuk menyelesaikan semuanya.


"by udah gapapa kamu berangkat aja, lagian kamu ada meeting kan hari ini sama klaien aku gapapa kok by, di depan kan ada yang jaga sekarang" ucap Rika membujuk Ardit.


"gak-gak aku gak mau kamu kenapa-napa dan di apa-apa in sama orang yang teror kamu"


"by aku gapapa, udah lah kamu sekarang kerja aja, lagian ya aku juga mau ngampus ya kali kamu ikut juga"


"iya dong buat jaga kamu"


"hubbyyyy beneran suer aku gapapa! ayo dong by kamu kerja aja kamu harus profesional sama pekerjaan kamu. Lagian ya istri kamu itu jago bela diri jadi kamu tenang aja gak usah khawatir oke!"


"huft oke, kalau sampai ada apa-apa langsung kabarin"


"siap"


Ardit pun dengan terpaksa harus pergi meninggalkan sangat istri walaupun hatinya masih bingung. Rika pun naik keatas dan menganti pakaiannya lalu turun ke bawah karena taksi pesanannya sudah datang.


"baik non, mau kita antar?"


"gak usah pak, saya sudah pesan kalau begitu daya permisi"


Rika pun pergi dan turun menuju keparkiran apartemen, dan masuk ke dalam taksi. Setelah dua puluh lima menit akhirnya Rika sampai juga dikafe, dimana dirinya dan Amel sepakat bertemu.


"udah lama?"


"eh gak kok barusan, pesen aja dulu ceritanya nanti aja" ucap Amel yang seakan tau apa yang terjadi dengan sahabatnya ini.


Rika pun memesan minuman, setelah beberapa menit akhirnya minuman Rika datang dan Rika langsung meminumnya.


"gue diteror"


"uhukk ha? apa? l-lo di teror? jan ngadi-ngadi lo?"


"hm ngapain juga gue becanda ama lo?"

__ADS_1


"terus gimana? Ardit udah tau kalau lo diteror?"


"udah dia udah lapor juga kemarin tapi belum ditemuin pelakunya"


"entar emang dia teror apa aja ke lo?"


"bangkai"


"ba-bangkai?"


"hm bangkai tikus, ayam dan ikan dan lebih parahnya dia ancam gue! dia bilang kalau gue harus mati!"


"entar kok gue merasa ada yang janggal ya?"


"maksud lo?"


"iya jangan-jangan ini ulah Sania lagi?"


"gak usah ngadi-ngadi jadi orang masa iya? lo tau kan kalau yang tau Apart kak Ardit itu cuma lo, Arko sama orang tua gue dan kak Ardit. Masa iya dia buntutin gue?" ucap Rika.


"ya mungkin, emang lo gak inget apa yang di ucapin Sania saat lo ngeluarin dirinya?"


"bener juga sih tapi.."


"em kayaknya kehilangan Bobby ada sangkut pautnya sama ini masalah, ya lo tau kan Bobby hilang tanpa ada kabar bahkan jejak bahkan orang tuanya juga gak laporan tuh atau nyari"


"lo tau dari mana kalau Bobby?"


"ya tau lah kan dia ngancem lo duluan!"


deg.


"l-lo tau dari mana?"


"Ardit calling gue dia bilang apa yang terjadi sama lo waktu lo tiba-tiba berubah aneh. Eh entar gimana kalau kita hack HP nya Sania? terus kita liat percakapannya sama Bobby? lo tau kan akun sama yang lainnya"


Akhirnya mereka berdua menyusun rencana, dan mencari bukti-bukti mulai dari hack akun Sania dan mencari halal yang ada di sana, begitu pun dengan akunnya Bobby.

__ADS_1


__ADS_2