
Setelah beberapa menit akhirnya Rika sampai ke depan gedung PT. Pamunggal Group yap, Rika ingin bertemu dengan Ardit untuk membicarakan kasus Bobby.
Rika masuk ke dalam, dan banyak yang memperhatikan dan membicarakan dirinya, namun itu tak berlangsung lama karena kedatangan Clara, Clara pun menghampiri Rika.
"Rika kok ke sini gak bilang kan bisa kakak jemput" ucap Clara.
"hehe iya kak aku mau ketemu kak Ardit soalnya" ucap Rika.
"oh iya kak Ardit ada kan di ruangannya?" tanya Rika.
"iya ada barusan deh, soalnya tadi habis rapat" ucap Clara.
"ya udah Rika naik ya" ucap Rika
"mau dianter gak?" tawar Clara dan dapat gelengan dari Rika.
Rika pun masuk lift dan naik ke lantai paling atas, setelah pintu terbuka Rika langsung menuju ke ruangan Ardit, dan langsung masuk tapi kali ini pintu bisa terbuka karena Ardit sudah mendaftarkan sidik jari miliknya.
Ceklek, Rika melihat Ardit yang sedang sibuk dengan iPad nya dan menghadap ke luar jendela, sampai tak sadar bahwa Rika telah berada di samping.
"ehem" dehem Rika yang membuat Ardit kaget.
"Rika n-ngapain ke sini?" ucap Ardit sambil mengulurkan tangan dan membuat Rika mencium tangan Ardit.
"emang gak boleh ke kantor suami sendiri?" ucap Rika.
"boleh aja, tapi kenapa gak ngabarin gitu lho kan bisa aku jemput atau gak suruh Arko yang jemput kamu" ucap Ardit sambil mendudukkan Rika ke sofa.
"ya biar suprise aja" ucap Rika.
"udah makan belum?" tanya Ardit.
__ADS_1
"belum tadi cuma nyemil aja" ucap Rika.
"ya udah kita makan di kafe aja, tapi udah shalat belum?" tanya Ardit yang mendapatkan gelengan dari Rika.
Mereka bergegas ke kamar yang ada di ruangan Ardit dan melaksanakan shalat, selesai shalat mereka pun berjalan turun menuju ke kafe, maklum kafe nya ada di lantai bawah dekat kantin, sebenarnya ada kantin di setiap dua lantai tapi untuk kafe sendiri ada di bawah. Diperjalanan banyak juga yang menyapa dan memberi hormat ke Ardit.
Mereka berdua pun sampai dan duduk di tempat yang paling pojok, biasa karena di pojok lumayan sepi dan tempatnya enak menghadap ke luar kafe. Mereka berdua pun memesan makanan, sambil menunggu mereka mengobrol santai. Beberapa menit akhirnya pesanan sampai dan mereka pun memakannya.
"kak" ucap Rika.
"iya kenapa?" ucap Ardit. 0
"aku mau kenalin kak Arko sama Amel deh" ucap Rika yang membuat Ardit mengerutkan dahi.
"kok gitu?" tanya Ardit.
"ya pingin aja deketin mereka" ucap Rika sambil menyeruput minumannya.
"gimana pacaran" ucap Ardit yang dapat anggukan dari Rika.
"emang bener kan, mereka sering bareng tuh deket banget kayak pacaran" ucap Rika.
"emang deketan harus pacaran?" tanya Ardit.
"ya gak juga tapi mereka bukan kayak temen, kayak kakak sama kak Clara" ucap Rika.
"lho emang kenapa? kan mereka sekertaris sama asisten aku pastinya mereka bareng dong kalau ada apa-apa" ucap Ardit.
"ya tapi kan mereka cocok gitu" ucap Rika.
"eh tapi boleh gak sih? Rika kenalin ke Amel" ucap Rika.
__ADS_1
"emang kenapa kok kamu yang antusias" ucap Ardit.
"ya kan Amel anti cowok" ucap Rika.
"ya udah deketin aja" ucap Ardit.
"gak deh nanti kak Clara cemburu" ucap Rika.
pletak.
"aw ish kok di jitak sih" sebel Rika sambil mengelus dahinya.
"orang kamu ngaco" ucap Ardit yang membuat mereka Rika bingung.
"iya, gimana mereka bisa nikah kalau mereka itu saudara sepersusuan" ucap Ardit.
"entar, sepersusuan gimana sih bingung" ucap Rika.
"jadi, Arko sama Clara itu adik kakak, bukan kandung sih tapi ya gitulah pokoknya. Intinya waktu Arko lahir mamanya gak bisa kasih ASI ke Arko sampai umur 1 tahun, tapi untungnya mamanya Clara bantu kasih ASI nya buat Arko jadi ya mulai dari situ mereka jadi adik kakak walaupun gak asli" jelas Ardit panjang lebar.
"seriusan? hmm seru juga kalau deketin dua orang yang bisa dibilang cuek" ucap Rika dengan girang.
"udah-udah itu bukan urusan kita itu urusan yang di atas. Gimana masalahnya? udah selesai atau belum?" tanya Ardit.
"udah selesai, tapi yang belum ya itu kutu kupret" ucap Rika kesal.
"Bobby?" ucap Ardit yang dapat anggukan dari Rika.
"kenapa sih?" tanya Ardit.
"ya gimana gak kesel coba, bayanginya dari masuk kampus sampai mau pulang gak capek-capeknya buat ganggu terus, gimana udah ada jawaban belum? kalau gak di jawab ya tinggal bongkar,lo tinggal jawab aja sih iya atau gak" ucap Rika sambil menirukan suara Bobby yang membuat Ardit tertawa sambil mengacak rambut Rika.
__ADS_1