
Setelah shalat Rika kemudian masuk ke kamar mandi dan mandi, setelah beberapa saat kemudian Rika telah selesai dengan ritual mandinya, Rika pun ganti dengan pakaian santai karena nanti kelas siang, setelah itu dilanjut Ardit yang mandi. Rika mengambil kan pakaian Ardit dan menaruhnya di atas kasur.
"kak bajunya aku taruh kasur, aku mau bikin air panas dulu" ucap Rika.
"iya" ucap Ardit sedikit teriak.
Rika turun dan membuat air panas, yap untuk Ardit karena jika Ardit tak minum air panas perutnya akan sakit. Setelah menunggu airnya panas, Rika mematikan kompor dan menuang air panas itu ke dalam gelas dan tak lupa membuat susu juga, setelah itu Rika naik ke atas untuk memberikan air panasnya ke Ardit.
"kak ini susu sama air hangatnya aku taruh sini" ucap Rika menaruh di meja.
Ardit yang telah selsai dengan pakaian jasnya pun meminum air hangat dilanjut dengan susu, setelah itu mereka berdua turun ke bawah.
"kak aku bawain sandwich ya? kalau laper biar itu aja dulu dimakan buat ganjel perut" ucap Rika.
Rika pun menyiapkan bekal untuk Ardit dan mengantar Ardit ke depan.
"ati-ati jangan ngebut" ucap Rika lalu mencium tangan Ardit.
"iya kamu juga kalau ada apa-apa kamu telephon aku" ucap Ardit.
Ardit pun pergi, sedangkan Rika masuk kembali dan membuat susu serta membuat roti, setelah itu membersihkan peralatan dapur, setelah selesai Rika ke ruang tamu dan makan di sana sambil menunggu panggilan dari Amel.
__ADS_1
drtt.. drtt handphone Rika berdering dan benar saja belum beberapa menit Amel langsung memanggilnya.
"Rik gimana di izinin gak ini gue lagi siap-siap kalau iya gue gas ke apart lu" ucap Amel.
"iya gue di izinin sorry lupa kabarin lu, gue di jalan x no x lantai 3 nomer 315" ucap Rika.
"oke gue otw sana bye'' ucap Amel lalu menutup panggilan.
Beberapa menit kemudian bel berbunyi Rika pun langsung membukanya dan benar saja Mel sudah ada di depan.
"ya udah masuk" ucap Rika lalu menutup pintu.
"lo tinggal berdua?" tanya Amel dan mendapatkan anggukan dari Rika.
Rika langsung menatap Amel sebal baru mau duduk di suruh buat makanan dasar Amel tau gitu mending tunggu di depan dan Rika turun.
"kebiasaan" sebal Rika tapi tetap membuatkan makanan untuk Rika.
Setelah membuat makanan lebih tepatnya sarapan Rika pamit ke atas untuk ganti, beberapa menit setelah ganti Rika pun turun dan melihat Amel yang sudah selesai makan. Rika pun menuju ke Mel dan mengambil piring dan gelas lalu menaruhnya di wastafel.
"udah yuk berangkat" ucap Rika.
__ADS_1
"lha gak lu cuci?" tanya Amel.
"gak, udah lu mau kena hukum pak Setyo?" ucap Rika dan dapat gelengan dari Amel.
mereka pun turun kebawah dan berangkat ke kampus, setelah beberapa menit menembus padatnya kota mereka pun sampai ke kampus, mereka berdua turun dan masuk ke kelas.
Mereka pun jalan menuju ke kelas belum jalan untuk naik tangga, tiba-tiba ada anak-anak pada kumpul dan membuat Rika maupun Amel saling pandang karena bingung.
"Anak-anak kenapa sih?" tanya Rika.
"mana gue tau, mungkin kita cantik" ucap Amel dengan pd nya.
"ehem" ucap seseorang yang membuat mereka berdua menoleh.
Dia lagi dia lagi astaga, apa gak ada gitu yang lain? ayo dong masa itu mulu?.
"Rik, kali ini gue beneran sayang dan gue udah janji kan ke lo kalau gue bakal berubah, gue mau kita lebih dari yang biasa, gue bisa bahagiain lo dan bisa buat lo seneng, lo mau gak jadi pacar gue" ucap Bobby sambil berjongkok di depan Rika dan membawa bunga.
"ni cowok gak ada kapoknya apa? udah gue tolak berkali-kali lagi masih aja maksa jadi orang" batin Rika.
"gue udah bilang kan ke lo berkali-kali, lagi pula siapa juga yang mau sama cowok playboy tingkat akut kayak lo? enek tau gak liat muka lo mending lo pergi deh jangan pernah ganggu gue lagi" ucap Rika lalu menarik tangan Mel.
__ADS_1
Semua anak tertawa karena melihat Bobby yang di tolak mentah-mentah oleh Rika.