Perjodohan Berakhir Cinta

Perjodohan Berakhir Cinta
sɪᴀᴘᴀ ᴢᴀʙʀɪɴᴀ?


__ADS_3

...Jangan lupa jejaknya!!!...


...Happy reading...


...-----------...


Sudah hari kedua Rika demam, kemarin sore demam Rika sudah menurun tapi, tadi subuh demam Rika kembali naik. Ardit dari tadi sudah mengompres Rika.


"sayang kita ke rumah sakit aja ya? demam kamu belum sembuh"


"gak mau by, gak suka rumah sakit" ucap Rika dengan suara yang serak, masih dengan menutup kedua matanya.


Ardit mengecek kembali keadaan Rika mengeceknya menggunakan termometer, suhunya sedikit menurun Ardit mengambil handphone yang berada di sakunya. Menelpon dokter pribadi untuk mengecek keadaan Rika.


"by" panggil Rika dengan suara serak.


"iya sayang kenapa?"


"peluk bobok sini"


Ardit hanya menggelengkan kepala masih sempat aja manjanya. Ardit pun menghampiri Rika membaringkan tubuhnya dan menarik Rika kedalam pelukannya.


"aku udah panggil dokter" sambil mengelus rambut Rika.


"terserah yang penting gak ke rumah sakit"


"tidur gih, kalau dokternya udah sampai aku bangunin"


Rika pun mengangguk, memeluk erat Ardit seakan tak boleh pergi darinya. Ardit mengambil cuti kembali, Ardit tak ingin meninggalkan Rika dia takut istrinya akan kenapa-napa, jadi dari kemarin hingga hari ini Ardit tak masuk ke kantor.


Akhirnya yang di tunggu-tunggu datang juga, Ardit melepas perlahan pelukan Rika dan turun ke bawah. Membuka pintu dan mempersilahkan dokter Wahyu -dokter pribadi Ardit masuk untuk mengecek keadaan Rika.


Dokter Wahyu memeriksa keadaan Rika, tak begitu buruk hanya saja Rika terlalu stress. Entah apa yang ada di pikirannya mungkin Zabrina. Maybe.


"keadaan Rika tak ada yang serius, hanya saja terlalu stress dan kurang istirahat dan jangan lupa untuk makan yang teratur. Saya akan kasih resep nanti bisa di tukar di apotek"

__ADS_1


"iya dok makasih" menerima resep.


Ardit pun mengantar dokter Wahyu keluar, mengambil kunci dan turun ke bawah menuju ke apotek. Sampai apotek Ardit membeli obat yang tertulis di kertas tersebut.


Keluar apotek Ardit tak sengaja menabrak seseorang, yang membuat barang orang tersebut tercecer di jalan.


Ardit pun membantunya dan mengembalikan ke orang tersebut saat menatap siapa orang yang Ardit tabrak Ardit langsung menatap datar.


"maaf gak senga--"


"eh Ardit, gapapa kok. Kamu sakit?" tanya orang tersebut tak lain tak bukan Zabrina.


"gak Rika yang sakit, gue balik" pamit Ardit dan meninggalkan Zabrina yang menatap Ardit dengan senyum yang sangat menyebalkan.


"lo udah berubah sekarang, gue gak nyangka lo beda dari yang gue kenal Dit. Andai semua gak terjadi gue yang ada di samping lo bukan cewek itu, cewek yang gak punya harga diri. Liat aja lo nanti" masuk kedalam apotek dan membeli beberapa obat.


Di dalam mobil Ardit tak habis fikir bertemu wanita tersebut. Bener ya dunia itu sempit.


... ----------------------------------------...


Masuk ke dalam kamar, Ardit melihat Rika yang menyadarkan kepala pada sandaran kepala sambil menatap Ardit.


"dari mana by?"


"tadi habis dari apotek tebus obat" duduk di samping Rika dan mengecek dahi serta lehernya.


Demam Rika masih panas, Ardit izin ke bawah untuk membuat sarapan untuk Rika. Bukan sarapan lagi tapi makan siang. Ardit ingin membuat cream sup untuk Rika.


Tiba-tiba terdengar suara yang tak asing bagi Ardit. Ardit menoleh ke belakang dan mendapatkan Rika yang berjalan menuju ke dirinya. Memeluk Ardit dan bersandar pada dada bidang miliknya.


"sayang kok turun? hm" mengelus punggung Rika.


"bosen"


"makanya cepet sembuh biar hubby ajak keluar"

__ADS_1


"beneran?" tanya Rika mendongakkan kepalanya menatap Ardit.


"iya, kamu mau kemana hubby antar asal kamu harus sembuh" mencubit hidung Rika.


"ish kok di cubit"


"biar mancung" canda Ardit diakhiri kekehan.


"sekarang kamu duduk, sup nya bentar lagi mateng"


"siap boss" menuju ke meja makan.


Ardit pun mematikan kompor dirasa sup buatannya sudah matang, menuangkan kedalam mangkuk kecil dan membawanya kepada Rika yang dari tadi sudah menunggunya.


"dimakan, biar sembuh"


"pait by, gak mau" tolak Rika.


"di coba dulu"


Dengan berbagai rayuan akhirnya Rika mau makan juga, Ardit menyuapi Rika, hingga tak terasa sup cream sudah habis. Ardit membereskan piring, sedangkan Rika duduk di ruang tamu, memainkan remot.


Rasanya tak ada hiburan, filmnya cuma itu-itu aja, kalau gak sinetron ya azab. Rika pun langsung mematikan TV. Bosan banget.


"sayang, di minum obatnya" memberikan obat dan minuman.


Rika pun mengangguk meminum obat tersebut, Ardit mendudukkan bokongnya pada sofa.


Menarik Rika kedalam peluk kan nya. Mengelus rambut Rika, hingga tiba-tiba pertanyaan keluar dari mulut Rika.


"siapa Zabrina?"


... ----------------------------------------...


Jangan lupa tinggalkan jejaknya karena satu jejak berarti banget buat author!

__ADS_1


Nb : maaf banget ada beberapa nama visualnya yang author ganti, karena author ngerasa kurang pas aja 😁 jadi kalau ada kesalahan nama atau yang lain bisa kalian komen di bawah!


__ADS_2