
Di tempat Rika berada, dokter dan beberapa suster sedang memeriksa keadaannya. Dan dokter memberitahu bahwa Rika akan segera sadar. Semoga saja benar, Ardit tak sanggup melihat Rika berbaring selama berhari-hari di atas ranjang.
"keadaannya semakin membaik, sebentar lagi akan sadar kita minta doanya untuk kesembuhan pasien, kalau begitu saya permisi"
Semuanya pun bernapas lega, semoga saja benar.
"ugh!" degus Rika membuka mata perlahan, menyesuaikan cahaya lampu yang menyilaukan mata Rika.
Alhamdullilah akhirnya Rika sadar juga, setelah 3 hari melewati masa kritis Rika perlahan-lahan membuka matanya. Ardit, Santi serta Veni tak berhenti bersyukur. Ardit tak berhenti mengecup tangan Rika, air matanya menetes bahagia, begitupun dengan Santi dan Veni yang tak melepaskan pelukan mereka.
"by, mi-minum" lirih Rika.
Ardit pun langsung mengambil gelas dan memberikan air tersebut ke Rika secara pelan-pelan. Lima belas menit, Rika pun telah sadar sepenuhnya dan berusaha untuk duduk, tapi Ardit dan yang lain melarang Rika dan menyuruhnya beristirahat.
"sayang, mau ngapain kamu istirahat aja ya? keadaan kamu belum membaik"
"apaan sih ma! orang Rika udah gapapa kok"
"aw, ka-kaki Rika kok gak bisa di gerakin?"
"kamu istirahat ya sayang"
"by ini, kenapa kaki aku gak bisa di gerakin?"
"Rika itu cuma sementara aja ya kamu sekarang istirahat mungkin itu hanya efek karena kamu lama kritis"
"gak ta- aww kaki Rika sakit hiks"
__ADS_1
Ardit pun langsung memencet tombol yang ada di atas brankar, beberapa menit kemudian dokter dan beberapa suster datang memeriksa keadaan Rika.
"dok kaki saya kenapa gak bisa di gerakin?"
"seperti yang saya bilang, kaki pasien mengalami kelumpuhan sementara yang membuatnya tak bisa beraktivitas seperti biasanya" jelas dokter tersebut.
Jderr!
Rika yang mendengarkan penjelasan dokter tersebut merasa dirinya terkena petir di siang bolong, gak ini gak mungkin! pasti ini prank kan? dimana kamera? mana? oh atau jangan-jangan mau kasih surprise tapi ini gak lucu tau, ayolah bercandanya jangan main-main.
"gak-gak gak mungkin, dokter becanda kan? by kalau mau kasih surprise jangan main-main ini gak lucu by! Ma, Bun ini becanda kan kalian cuma prank Rika kan?"
"sabar Rik, mungkin ini takdir kamu"
"gak Rika gak mau lumpuh gak Rika gak mau hiks" tangis Rika. Ardit pun langsung membawa Rika kedalam pelukannya, Rika hanya bisa menangis histeris, Dokter pun langsung menyuntikkan obat penenang yang membuat Rika lemas dan tertidur.
Beberapa menit kemudian, dokter dan beberapa suster pamit. Santi dan Veni hanya bisa berdoa agar Rika ikhlas.
"haduh haduh gini amat dah! pakai penjagaan lagi, kan buang-buang waktu segala, mana rame bet yang jaga lagi, badannya juga gede banget! Eh ngapain takut ya? kan gua gak sendiri, hm gimana ya cara masuk ke dalem tanpa ketahuan" batin Amel.
"woy malah ngelamun awas lo kesambet wewe"
"ish bisa gak sih gak kagetin orang lo" kesal Amel.
"yee lagian lo nya juga sih pake ngelamun segala kalau kesambet kan berabe"
"siapa juga yang ngelamun ngaco banget jadi orang!" ucap Amel yang tak Terima.
__ADS_1
"iya sayang"
"hah apa? so-sorry gak denger?" tanya Amel yang pura-pura tak mendengarkan, padahal mah ke denger.
"gak, udah noh liat sono bukan sini"
"lha ngamok!"
"dih gak jelas lu"
"bodo!"
Dasar mereka situasi kayak gini masih aja berantem.
"eh entar-entar kok gua nyaut omongan lu sih? kan gua masih marah sama lu"
"lha masih marah toh? yaelah marah lagi, jangan marah dong Mel, kalau lu marah terus entar cantik lu ilang. Ayo dong jan marah lagi yaaa"
"gak gua maafin titik!"
''kebangetan lu, masa iya orang ganteng kayak gua gak lu maafin sih jahat bener"
"ya emang gua jahat, makanya gua gak maafin lu. Dan tadi lu ngomong apa ganteng? dih PD lu tingkat akut orang ya masih gantengan itu Jungkook BTS tau gak"
"yee lu gak tau aja banyak kali yang ngantri buat dapetin gue tapi gue gak mau aja gitu" ucap Arko dengan pede nya yang tinggi banget sampai mengalahkan Menara Kembar Petronas.
Amel yang mendengarkan kepedean Arko yang begitu tingginya rasanya dirinya ingin muntah. Gimana gak? dengan gayanya yang sok cool dan kecakepan. Emang sih ganteng tapi kayak ada yang kurang aja gitu, entahlah mungkin kurangin aja kepedean tingkat akutnya.
__ADS_1
"ayolah Mel maafin gua, iya deh gak bakal beneran?" Ucap Arko dan hanya dibalas deheman oleh Amel.
Entah berapa kali Arko berusaha meminta maaf kepada Amel, tapi tetap saja hasilnya nihil, Amel tetap tak mau memaafkan. Padahal sih udah dimaafin tapi karena masih kesel aja jadinya gak dimaafin.