Perjodohan Berakhir Cinta

Perjodohan Berakhir Cinta
ᴜᴊɪᴀɴ ɴᴀsɪᴏɴᴀʟ


__ADS_3

Kehamilan Lea sudah terdengar, Rika dan Amel yang mendengarkan info tersebut dibuat senang. Tak terasa mereka yang akan menjadi uti.


Dan berita ini juga sudah terdengar di penjuru sekolah. Lea yang awalnya ingin di beritakan nanti, namun semuanya sudah terlanjur.


Tapi Al bilang, percuma juga. Toh mereka berdua juga udah nikah. Dan bentar lagi ujian nasional segera di mulai, jadi tinggal beberapa minggu lagi mereka berdua lolos.


Al makin hari makin protektif, dia melarang Lea melakukan ini itu.


Contohnya kemarin setelah USG Al mulai membuat peraturan.


"Pokoknya kamu gak boleh begadang, gak boleh kecapekan, gak boleh makan-makanan junk food yang berlebihan, gak boleh keluar ke mana-mana kecuali sama aku, dan satu lagi. Istirahat harus istirahat, gak boleh bantah. Paham?!"


Lea mengangguk paham. "Paham"


"Good Girl"


Sekarang ujian nasional telah di mulai, semuanya masuk sesuai dengan absen mereka. Lea bersyukur karena tak mengalami mual atau sebagainya hari ini.


Ujian di mulai, semuanya mengerjakan dengan tenang. Tak ada keributan hanya keheningan. Di kelas Al, dia sudah selesai duluan. Setelah mengecek semuanya Al maju dan memberikan lembaran ujian.


Tak sampai setengah jam Al telah selesai dengan ujiannya. Sudah di bilang otak Al itu melebihi muatan. Ngerjain gini doang mah- kecil baginya.


Dirinya keluar ketika sudah mengerjakan. Berjalan menuju ke kelas Lea, Al tersenyum tipis melihat Lea yang masih mengerjakan.


Tak berapa lama Lea bangkit, setelah beberapa anak selesai duluan. Lea keluar kelas mendapatkan Al yang berdiri dengan kedua tangan yang di masukkan kedalam saku.


"Gimana ujiannya, lancar?"


"Alhamdullilah lancar kok"


"Mual gak?"


Lea menggeleng singkat, "gak mual, baby nya pinter" ucapnya diakhiri kekehan.


"Mau makan apa?" tanya Al, ketika mereka memasuki kantin.


"Nasi goreng mang ujang"


"Oke ibu negara, tunggu sini ya" Al mengacak singkat rambut Lea, kegiatan mereka tak luput dari anak-anak.


"Meleleh gue liatnya"


"Gila sih, pantesan mereka couple gols orang mereka berdua cocok banget"


"Beruntung banget Lea"


"Ih boleh gak sih tukeran, sejam aja dah. Gapapa"


"Gila Al perhatian dong"


"Wah cocok banget mereka berdua"


Bisikan itu terdengar di telinga Lea, Lea hanya menggelengkan kepala. Dia yang diperhatiin sama Al, eh kok mereka yang bafer.

__ADS_1


Wajar dong kalau bafer wkwkwk


Eh ngomong-ngomong kandungan Lea mau berjalan dua bulan lho. Tiap malam Al harus menuruti keinginan Lea yang mau makan ini dan itu.


Masih beruntunglah si Al karena yang di minta Lea masih wajar. Entah kedepannya gimana.


Al datang dengan sepiring nasi goreng serta es teh.


"Nih makanannya"


"Wah, makasih Al" menerima nasi itu dan memakannya.


"Al gak makan?" Al menggeleng. "Ya udah makan berdua, ya?" Al kembali menggeleng.


"Kamu aja, aku gak laper. Makan!"


Lea makan nasi goreng dengan lahap, hal itu membuat Al senang. Semoga gak muntah lagi. Kasian, bukan kasian uangnya tapi Lea nya. Udah makan banyak malah muntah.


"Oh iya Al. Gimana Bara?"


Al kaget dengan ucapan Lea, dirinya terdiam sesaat. "Gak tau, gak ada kabar. Tiba-tiba ilang gitu aja, setelah keributan satu bulan yang lalu. Polisi masih melakukan pencarian, tapi sampai sekarang Bara masih belum ketemu"


"Cukup pinter dong" Al hanya mengangguk, dirinya juga setuju dengan ucapan Lea.


...…...


Hari demi hari ujian nasional SMA Trisatya memasuki hari akhir, sekarang adalah mapel matematika. Pelajaran yang paling di benci semua orang.


Lea mengeram kesal ketika ban mobil tiba-tiba kempes. Dirinya tak henti-hentinya menggerutu kesal. Kenapa coba harus sekarang?


"Bentar lagi, selesai" tangan cowok itu sibuk memang ban mobil.


Akhirnya setelah menunggu dua puluh menit, mobil selesai di perbaiki. Lea menepuk keningnya. Allahuma, kenapa gak nelpon orang gitu lho buat perbaiki mobil.


"Kenapa gak nelpon orang aja sih, kan kita bisa naik taksi atau yang lainnya" kesal Lea, memukul tangan Al.


"Ya karena lupa. Udah sekarang kita naik, udah telat"


"Dari tadi!"


Mereka menaiki mobil, menatap jam kembali, fix mereka telat. Sudah lebih tiga puluh menit. Kayaknya sudah ada yang selesai sih.


Sampai akhirnya mobil Al sampai di depan gedung Trisatya. Mereka berdua melangkahkan kaki menuju ke ruangan mereka masing-masing.


Untung saja tak hukum, karena gurunya ada Miss Desi, wali kelas Lea sendiri. Lea menjelaskan apa yang terjadi, Miss Desi mengangguk paham. Sebelumnya juga Al sudah mengasih kabar.


Semua murid kelas 12 di buat bernafas lega, hari yang melegakan serta hari yang paling mereka tunggu datang juga. Setelah hampir satu minggu berkutat dengan buku.


Semuanya telah selesai, mereka akhirnya bisa bernafas lega. Setelah ini mereka akan melepaskan pikiran yang mereka tanggung selama ini.


"Gila akhirnya lulus juga gue!" Sorak Danish.


"Yah bentar lagi pisah dong kita?"

__ADS_1


"Gak lah kan bisa ketemu kalau ada waktu luang" Ucap Acha.


"Eh kalian mau kuliah dimana?" tanya Ghea.


"UI" ucap Acha.


"Telkom" ucap Danish.


"Yah kok gak ada yang sama sih sama gua?"


"Emang lo mana?" tanya Lea.


"Gak tau sih"


"Ye terus ngapain lo tanya bambang!"


"Lo Le gimana?" ucap Acha.


"Gak tau, liat aja sih nanti gimana. Minta persetujuan Al dulu" Ucap Lea, membuat semuanya mengangguk setuju.


"Gimana lo masih mual gak?" Lea mengangguk.


"Terus lo ngatasinnya gimana?"


"Ya gitu, palingan gue minum vitamin"


"Eh kalian puasa liburan kemana?" Tanya Danish.


"Gak tau dah, keknya gue ke Jogja deh, sekalian mau liat-liat kampus di sana" Ucap Ghea.


Mereka berempat mengobrol ria, entah membahas kampus serta yang lain. Hingga Al datang, membuat Lea dan Al harus pulang terlebih dahulu. Semuanya paham dengan mereka.


...…...



alvaroadbr_ my baby


.


.


.



lealou_ gans bener jodoh gue


.


.


.

__ADS_1


lanjut gak?


__ADS_2