Perjodohan Berakhir Cinta

Perjodohan Berakhir Cinta
ʙᴀʟɪᴋ ᴋᴇ ᴊᴀᴋᴀʀᴛᴀ


__ADS_3

Akhirnya mereka selesai juga untuk berkeliling, awalnya Rika juga merasa kurang puas tapi dirinya juga tak mau egois karena memang besok Ardit akan bekerja sedangkan dirinya akan melaksanakan kewajibannya sebagai mahasiswi.


Sebelum melanjutkan perjalanan mereka melaksanakan kewajiban mereka terlebih dahulu, sekarang mereka sudah ada di dalam mobil.


"sayang, gimana kalau kita beli oleh-oleh buat rumah dan buat bu Jum dan pak Yanto?"


"boleh tuh by! mumpung masih ada waktu juga" setuju Rika sambil melihat jam tangan yang melingkar di tangan kanannya.


Akhirnya mereka berdua mencari tempat oleh-oleh untuk di berikan ke bu Jum dan pak Yanto serta keluarga dan teman dekat. Setelah menemukan tempat oleh-oleh dan membelinya mereka berdua kembali ke mobil dan pulang ke villa.


"assalamualaikum" ucap Ardit dan Rika setelah masuk villa.


"waalaikumsalam" ucap bu Jum dan pak Yanto.


Mereka pun mengobrol bersama, setelah itu mereka pamit ke kamar untuk membersihkan diri dan melaksanakan shalat isya, setelah shalat mereka berdua turun sambil membawa koper karena memang penerbangan pukul 20.30 WIB.


"bu makasih ya udah ajarin Rika masak kemarin, makasih juga udah ajarin Rika banyak hal disini" ucap Rika lalu memeluk bu Jum.


Bu Jum yang mendapatkan pelukan tersebut tak bisa menahan air mata, ya Rika dan Ardit sudah dia anggap sebagai anak mereka. Maklum bu Jum sudah hampir puluhan tahun belum dikaruniai seorang anak padahal mereka berdua sehat dan tak ada apa-apa.


Mungkin saja yang di atas belum mengasihi, begitupun sebaliknya Rika dan.juga menganggap bu Jum serta pak Yanto sebagai orang tuanya.


"oh iya Pak, ini ada oleh-oleh dari kita sebagai kenang-kenang, makasih sudah bantu saya dan istri saya" ucap Ardit memberikan kresek berisi makanan dan pernak-pernik.


"ya ampun den, gak usah repot-repot kita ikhlas kok lagian ini juga pekerjaan kita" ucap pak Yanto.


"gapapa pak Terima aja"


Mau tak mau pak Yanto menerima pemberian dari mereka berdua.


"ibu sama bapak jaga kesehatan, kalau mau mampir nanti bisa langsung telepon Rika atau gak kak Ardit rumah kita terbuka buat ibu sama bapak"

__ADS_1


"iya non, non juga jaga kesehatan, semoga cepet dapat momongan nya"


"aamiin" ucap mereka berdua.


Setelah berpamitan Ardit dan Rika masuk ke mobil, bu Jum tak ikut karena kurang enak badan. Setelah beberapa menit mereka pun sampai di bandara, pak Yanto membantu menurunkan koper dan tas yang berisi oleh-oleh.


"makasih pak, oh iya kalau bapak sama ibu butuh sesuatu tinggal telpon saya aja"


"iya den sama-sama bapak juga makasih sudah di kasih pekerjaan sama tuan"


"iya pak, kalau begitu kita pamit Assalamualaikum"


"waalaikumsalam"


Ardit dan Rika pun masuk dan melakukan check in, setelah semua nya selesai mereka masuk kedalam pesawat. Rika yang sudah mengantuk langsung menempatkan dirinya di dada Ardit dan langsung pulas.


Tiga puluh menit sudah mereka akhirnya sampai di Jakarta, jam sudah pukul 21.00 WIB. Rika dan Ardit keluar menuju ke parkiran di sana sudah ada Bunda, Ayah, Mama dan Papa.


"gak bun, besok kak Ardit juga kerja"


"gimana ada berita bagus?" tanya Santi yang penasaran.


"gak ada" ucap Rika dengan polos.


"haduh mama kira ada, udah-udah balik lagi buat yang banyak" canda Santi.


"mama pikir bikin bayi kayak bikin donat yang langsung jadi?" tanya Rika kesal.


"ya dong, kan kalian udah nikah masa kamu gak kasihan sama mama sama yang lain, kan kita mau punya cucu Rik"


"ya ya ya, nanti ya ma kalau ada"

__ADS_1


Ya ini lah Rika dan Santi tak bertemu kangen, kalau bertemu berantem biasa mak sama anak. Akhirnya mereka pun pulang setelah Rusdy membuyarkan perdebatan antara istri dan anaknya. Kali ini semua nya menginap di rumah pamunggal.


Setelah 30 menit akhirnya mereka sampai juga di kediaman Pamunggal, mereka masuk dan istirahat ke kamar mereka masing-masing.


Keesokan paginya, yap dimana di hari senin semua orang melakukan aktivitas mereka dari bersekolah, bekerja hingga ibu rumah tangga, Rika dan Ardit turun dengan pakaian mereka.


"pagi semua" ucap Rika dan Ardit.


"pagi juga" ucap mereka.


Mereka semua pun sarapan bersama di mulai dengan menyiapkan suami mereka terlebih dahulu di lanjut dengan sang istri. Setelah makan Rika dan Ardit pamit dan di lanjut dengan Rusdy dan Ardi.


Ardit dan Rika telah sampai di depan kampus Rika, Rika pun pamit dan tak lupa mencium tangan Ardit.


"aku berangkat dulu by, semangat kerjanya"


"iya sayang, kamu juga semangat kampusnya jangan bandel"


"iya by, tenang aja semuanya beres"


Rika pun masuk ke dalam kampus, Ardit langsung menjalankan mobil setelah Rika masuk kedalam kampus. Rika masuk dan tak sedikit dari mereka membicarakannya Rika yang memang tau apa yang mereka omongkan hanya cuek percuma juga dia ladenin gak berguna.


Rika sampai didepan kelas, di dalam ternyata Amel belum datang. Sambil menunggu Amel datang Rika mengotak atik handphonenya.


"heyoooo yang habis bulan madu, gimana nih ada kabar baik gak?"


"berisik sat! untung masih sepi nih kelas kalau kagak gue tebas tu pala"


"hehe maaf, gimana udah ada belum? oh iya gue kaget tau kok lu tiba-tiba adain konferensi pers, bukannya lu belum mau ya dibuka ke publik dulu? atau jangan-jangan ada.."


"berisikkk! belum ada, kalau buat konferensi pers nya sih ya karena gue gak mau nanti malah tambah beban"

__ADS_1


__ADS_2