Perjodohan Berakhir Cinta

Perjodohan Berakhir Cinta
ʟᴜᴘᴀ


__ADS_3

"Tapi den ini sudah tugas saya, saya jadi gak enak den" ucap Bi Ina.


"Gapapa Bi. Bibi bantu yang lain lagian ini udah selesai kok," ucap Ardit sambil menaruh piring di rak.


''Makasih ya den," balas Bi Ina.


"Gak usah makasih Bi, saya malah seneng bantu. Ya udah saya ke sana dulu ya Bi," pamit Ardit.


"Iya Den," ucap Bi Ina.


Ardit pun menuju ke Ruang keluarga, di sana semuanya berkumpul Ardi dan Rusdy membicarakan bisnis.


Sedangkan Veni dan Santi membahas soal sosialitanya ya, tau sendiri ibu-ibu kalau kumpul pasti membicarakan keluarga atau yang lainnya.


"Dit gimana Rika?" tanya Santi.


"Lagi istirahat Ma," jawab Ardit


"Kamu udah makan belum?" tanya Veni.


"Iya Dit, sana makan udah jam berapa tuh." Sahut Santi.

__ADS_1


"Ya udah bun, ma, pa, yah, Ardit pamit mau makan." ucap Ardit dan dibalas anggukan untuk mereka semua.


Ardit pun ke meja makan dan makan, sepuluh menit sudah akhirnya Ardit selesai makan dia pun langsung mencuci piring dan kembali ke kamar.


Ceklek


Ardit masuk dan melihat Rika yang istirahat dengan nyamannya, Ardit mendekat ke arah Rika dan duduk di ujung ranjang.


Mengelus kepala Rika dengan lembut, Ardit melihat setiap inci muka Rika dengan gemas bagaimana tidak walaupun lagi tidur muka Rika masih tampak begitu cantik.


Setelah puas melihat wajah sang istri, Ardit berdiri dan menuju ke sofa dia ingin menyelesaikan pekerjaan yang sempat tertunda karena memikirkan acara pernikahan dan masalah Rika tanpa diketahui Rika tentunya.


"Rik, ayo bangun udah ashar" ucap Ardit sambil menepuk pipi Rika pelan.


Rika yang mendengarkan namanya di panggil pun membuka mata dengan pelan dan membuatnya kaget karena jarak antara Rika dan Ardit cukup dekat hanya menyisakan beberapa senti saja.


"akhhhhhhh" teriak Rika.


"l-lo ngapain gue? l-lo ngapain di kamar gue? atau jangan-jangan lo..." ucap Rika menggantung.


"kamu lupa tadi pagi?" tanya Ardit.

__ADS_1


Rika pun berpikir dan benar saja, dia baru ingat bahwa tadi pagi dia sudah menjadi istri sah Arditya Aldebaran.


"s-sorry gue lupa" ucap Rika.


"iya, ya udah sekarang udah ashar kita berjamaah" ucap Ardit dan mendapat anggukan dari Rika.


Ardit menggambil wudhu sedangkan Rika menyiapkan peralatan untuk shalat mereka nanti, setelah selesai Rika ingin mandi namun langkahnya berhenti ketika Ardit juga keluar ke kamar mandi, Rika menatap Ardit cukup lama.


Memang benar ya? orang bilang kalau laki-laki selesai wudhu pasti akan terlihat ketampanannya apa lagi menyisakan anak-anak rambut di dahi dengan air yang menetes.


"Rik, hay Rik" ucap Ardit sambil mengibaskan tangan di depan Rika.


Rika yang sadar pun langsung lari ke kamar mandi dan langsung menutup kamar mandi begitu saja.


"Astaga malu banget gua" ucap Rika sambil menutup muka dengan kedua telapak tangannya, dengan muka yang seperti kepiting rebus.


Akhirnya Rika pun langsung mengambil wudhu lalu keluar, ketika keluar pun Rika di kaget kan kembali dengan pakaian Ardit, dengan baju koko hitam lengan pendek, sarung serta kopia.


Jantung Rika dua kali di pompa lebih cepat astaga kalau gini terus bisa-bisa jantung Rika lepas.


Hay semua jangan lupa tinggalkan jejaknya 🤗

__ADS_1


__ADS_2