Perjodohan Berakhir Cinta

Perjodohan Berakhir Cinta
sᴋʀɪᴘsɪ


__ADS_3

Beberapa bulan telah berlalu, sekarang Rika dan Amel sedang menghadapi ujian terakhir mereka.


Ya tentu saja skripsi setelah melewati hari-hari yang sulit di mana skripsi mereka terdapat coretan merah yang membuat mereka mengulang-ulang.


Rika sedang menyiapkan sarapan pagi untuk mereka, hari ini Rika tak ingin membuat lama-lama, Rika membuat smoothies strawberry, saat Rika membuat sarapan kegiatannya terhenti ketika handphone nya berdering.


"halo apaan?"


"lo dimana?"


"rumah, kenapa? lo udah di kampus?"


"gak nih masih sarapan, eh bukunya jangan lupa"


"oke yang waktu itu kan?"


"iya awas aja kagak lu bawa"


"iya-iya yaudah gue sarapan dulu"


"oke"


Rika pun menutup panggilan dan melanjutkan membuat sarapan, beberapa menit kemudian Ardit turun ke bawah dan memeluk Rika dari belakang, Rika yang tau itu siapa hanya menggelengkan kepalanya.


"byyy, aku bau lho"


"gak kamu wangi sayang!"


"nanti jas kamu bau by! mending kamu duduk biar jas kamu gak bau"

__ADS_1


"ya tinggal pakai parfum nantinya"


Rika yang mendapatkan jawaban dari Ardit hanya menghela nafas perlahan, akhirnya membuat sarapan Rika membawa sarapan ke meja makan, setelah itu Ardit menyuruh Rika untuk menganti pakaian agar nanti Rika gak bolak-balik. Mau tak mau Rika menuruti, Rika menganti pakaian dengan kemeja putih dan celana jeans hitam.


Setelah itu Rika turun dan sarapan, hari ini Ardit ingin mengantarkan Rika ke kampus tetapi ada jadwal meeting


dengan klaien.


"sayang aku berangkat ya? hari ini ada meeting soalnya kamu gapapa kan berangkat sendiri? atau aku suruh supir ya buat anterin kamu"


"iya by gapapa, gak usah aku pakai mobil aja kamu berangkat gih biar gak telat meeting nya"


"ya udah aku berangkat kalau ada apa-apa langsung kabarin aku! assalamualaikum" ucap Ardit mengecup kening Rika.


"waalaikumsalam hati-hati"


Dua puluh lima menit akhirnya Rika sampai juga di kampus, ternyata di sana sudah ada Amel dan Arko entah baru datang atau menunggu Rika datang, Rika pun memarkirkan mobil dan menghampiri mereka berdua.


"ehem! berduaan nih"


"eh astaga kalau dateng tuh ucapin salam bukan malah ngagetin orang!"


"hehe assalamualaikum"


"waalaikumsalam"


"ya udah gue masuk ya, daripada jadi nyamuk gue nya bye"


"et tunggu! main tinggalin orang aja, em thanks ya jangan lupa janji lo buat jemput gue"

__ADS_1


''ya oke" ucap Arko meninggalkan Rika dan Amel.


"cieeee yang janjian ehem, iya nih yang kemarin nolak, yang kemarin katanya benci yang kemarin katanya idih sama triplek"


"apaan sih orang tuh ya, dia sendiri yang janji ke gue karena kalah permainan, eh btw lo kesini naik apa"


"kendaraan"


"ya tau! maksud gue itu lo dianterin Ardit atau pakai supir atau lo sendiri?"


"gue sendiri kenapa emang?"


"seriusan! l-lo gak di ikutin kan sama seseorang?"


"apaan sih! kok lu aneh banget? lu kesambet apaan tiba-tiba ngomongin ginian?"


"bukannya gitu perasaan gue tiba-tiba gak enak ke lo mending lo nanti pulang bareng gue sama Arko aja deh beneran kok tiba-tiba perasaan gue gak enak gitu"


"apaan sih! lagian gue juga aman kok gak usah ngaco jadi orang"


"beneran Rik! entar setelah dari kampus lo mau kemana?"


"rencananya sih mau ke kantornya kak Ardit"


"mending..."


"udah gak usah ngaco mending fokus ke sidang dulu yok"


Rika pun meninggalkan Amel yang menurutnya tiba-tiba aneh, entah apa yang ada dipikirannya tersebut. Mereka berdua pun menuju keruang sidang dan mereka pun melaksanakan sidang.

__ADS_1


__ADS_2