
Setelah kepergian anak itu Ardit masih menatap kepergian mereka sambil tersenyum.
"hubby suka anak kecil?" tanya Rika dan dapat anggukan dari Ardit.
"maaf ya by, blom bisa kasih" lirih Rika.
"gapapa sayang, lagian juga baru nanti kita gas" goda Ardit.
"nanti mau buat berapa? 2, 3, atau 4?" tanya Ardit lagi.
"hubyyyyyy mesummmmm" bisik Rika.
"shutt nanti kedengaran orang lain" bisik Ardit.
"fix no debat hubby mesum" bisik Rika.
"mesum sama istri sendiri boleh dong" ucap Ardit dengan suara beratnya.
Rika yang mendengarkan ucapan Ardit barusan bergidik ngeri, sambil membayangkannya. Sedangkan Ardit yang melihat ekspresi Rika tertawa cekikikan.
"gak pokoknya hubby mesum, titik no koma" tegas Rika..
"udah-udah bentar lagi isya yuk shalat, bawa mukena kan?" tanya Ardit.
"bawa di tas" ucap Rika.
"oke yuk uda adzan tuh" ucap Ardit.
Mereka berdua pun menuju ke Mesjid Raya Bandung, dan mereka berdua melaksanakan shalat berjamaah dengan yang lainnya. Setelah selesai akhirnya mereka berdua sepakat untuk berkeliling di daerah alun-alun Bandung.
Mereka membeli beberapa makanan dan tak lupa berfoto ria.
"by, foto yuk di sana" ucap Rika menunjuk sebuah spot foto yang bagus.
__ADS_1
Entah setan apa yang merasuki Rika, kesambet apaan pun tak tau karena memang Rika jarang untuk mengabadikan sekitar apa lagi ketika liburan. Setelah sampai ketempat yang ditunjuk Rika, Rika meminta tolong ke salah satu pengunjung sana untuk memotret mereka.
"mbak boleh minta tolong untuk foto kita" ucap Rika kepada salah satu pengunjung.
"oh iya mbak, em Rika Winata?" tanya Mbak tersebut.
"eh i-iya" ucap Rika.
"ya udah mbak sini" ucap mbak tersebut.
1, 2, 3 cekrek
"satu lagi mbak" ucap Rika.
1, 2, 3 cekrek
"satu lagi mbak'' ucap Rika.
1, 2, 3 cekrek
"sama-sama, oh iya mbak boleh foto bareng?" tanya mbak tersebut.
"e i-iya boleh kok" ucap Rika.
"makasih mbak, semoga langgeng" ucap mbak tersebut.
"aamiin" ucap Rika dan Ardit.
Setelah berfoto ria, mereka berdua kembali mencari makanan atau hanya cemilan, karena keadaan semakin lama semakin rame, Rika dan Ardit mencari tempat duduk yang kosong untuk makan-makanan mereka. Udara malam pun tambah dingin membuat Rika kedinginan dan menggosok kedua telapak tangannya untuk menghangatkan diri.
Ardit yang melihat pun melepas jaket dan menarik tangan Rika dan meniupnya untuk memberi kehangatan ke Rika, Rika yang mendapatkan hal tersebut tersenyum dan tak menolak. Wah bener-bener suami idaman.
"udah enakan? kita pulang ya aku gak mau kamu sakit nantinya" ucap Ardit.
__ADS_1
"enggak mau udah enakan juga, kita keliling aja biar gak dingin boleh ya by" ucap Rika dan tak lupa dengan jurus ke andalannya.
"oke tapi kalau gak kuat langsung bilang" ucap Ardit.
"siap komandan" ucap Rika sambil hormat yang membuat Ardit semakin gemas dengan Rika.
"nih pake dulu by, nanti hubby juga kedinginan" ucap Rika memberikan jaket Ardit kembali.
"kamu aja yang pakai sayang" ucap Ardit.
"gak by, aku udah gak dingin lagi kamu aja" ucap Rika.
Akhirnya Ardit memakai kembali jaketnya, mereka pun berkeliling kembali, ke gedung sate dan tempat yang lainnya, tanpa mereka sadari waktu begitu cepat sekarang sudah pukul 22.50 WIB.
Ardit dan Rika pun akhirnya pulang walaupun awalnya Rika tak mau karena besok memang libur, tapi Ardit memberitahukan bahwa masih ada hari esok untuk kesini dan ketempat lainnya dimana pun Rika mau. Dan dirinya juga tak mau kalau Rika sampai sakit nantinya karena keadaan diluar cukup dingin.
Mereka berdua pun pulang, dua puluh lima menit sudah akhirnya mereka sampai ke rumah, pintu gerbang di bukan oleh pak Yanto yang masih menunggu mereka dan menjaga sekitar villa.
Ardit pun membuka pintu mobil, tapi kali ini Ardit langsung mengendong Rika ala bridal style, yang membuat Rika kaget.
"by turunin" berotak Rika.
"shut jangan berisik nanti bu Jum bangun" bisik Ardit.
Rika yang mendengarkan itu pun menuruti dan merangkul kan tangannya dileher Ardit sambil menyandarkan kepalanya ke dada bidang milik Ardit.
Mereka pun masuk setelah itu mereka membersihkan badan dan berganti pakaian, dan benar saja ucap Ardit di alun-lun, mereka berdua melakukan ibadah mereka, setelah beberapa hari Ardit puasa.
Dan itu tak membuat Rika menolak, karena memang itu sudah hak Ardit atas dirinya. Dingin nya Bandung pun menjadi saksi ibadah mereka berdua. Setelah selesai mereka berdua sama-sama ambruk, dengan keringat bercucuran.
"makasih sayang" ucap Ardit mengecup kening Rika.
"sama-sama by" ucap Rika.
__ADS_1
"ya udah yuk tidur udah malem" ucap Ardit sambil menyelimuti dirinya dan Rika.