
...Jangan lupa jejaknya!!!...
...Happy reading...
...-----------...
Hari ini Ardit sudah mulai berangkat ke kantor kembali setelah hampir satu bulan tak ke kantor dan mengerjakan semua pekerjaan kantornya di rumah.
Dari hari ke hari keadaan Rika juga sudah mulai sedikit ada perubahan, sementara itu pernikahan Amel dan Arko juga satu minggu lagi.
Rika telah bangun karena suara adzan yang memanggil seluruh umatnya melaksanakan kewajiban mereka.
Rika menoleh kesamping, di dapatinnya Ardit yang sedang tidur pulas, bagaimana tidak Ardit hari ini lembur walaupun dia melakukan pekerjaan di rumah.
Rika pun membangunkan Ardit ya walaupun ada rasa kasihan tapi karena memang waktu subuh udah tiba.
"by bangun yuk, udah subuh" menepuk pelan pipi Ardit.
"by" seraya menelusup kan jari jemarinya kedalam rambut Ardit. Menggaruk kecil kulit kepala Ardit. "bangun yuk udah subuh" ajak Rika tanpa menghentikan tangannya.
Merasa terusik dengan kelakuan Rika manik mata Ardit yang semula terpejam kini mulai perlahan membuka matanya.
"em"
Rika tersenyum mendengarkan dengkuran khas bangun tidur Ardit.
"morning kiss" dengan mata terpejam.
Cup
Dengan perlahan Ardit membuka matanya "pagi sayang" mengecup pipi singkat
"pagi, yuk bangun"
Ardit pun bangun, meminum air putih yang berasa di sampingnya dan meregangkan otot-ototnya.
Setelah itu dirinya mengendong Rika untuk mengambil wudhu disambung dirinya setelah itu mereka pun melaksanakan shalat dua rakaat dengan khusyuk.
"by kamu berangkat ke kantor sekarang?"
"iya sayang, maaf ya aku tinggal"
__ADS_1
"gapapa by, aku yang minta maaf gara-gara aku kamu jadi kerja di rumah" merasa tak enak karena membuat Ardit kerja lebih berat.
"ga aku malah seneng bisa ada yang temenin" mencium kening Rika.
"aku mandi dulu, kamu duduk sini aja jangan kemana-mana!"
"siap komandan!" sambil hormat dan diakhiri kekehan kecil.
Sambil menunggu Ardit mandi Rika mengambil handphone yang berada di samping dari kemarin belum dirinya buka. Terdapat banyak pesan yang Rika tertinggal.
Rika pun memencet ikon WhatsApp dan banyak sekali pesan bahkan lebih dari 2000+ pesan.
Rika membuka grup kampus, ternyata ada pemberitahuan untuk acara wisuda dan diadakan empat hari lagi.
Rika membaca pesan yang menurutnya penting tanpa membalas pesan tersebut. Dan banyak sekali yang tag namanya di grup WhatsApp nya.
Rika yang sebenarnya ingin datang tapi dia urungkan karena malas buat ke kampus, toh percuma juga dirinya juga sudah lulus jadi tinggal menggambil berkas-berkas kelulusan saja.
lagian kalau ikut pun akan membuang uang karena Rika tak bisa kesana-kemari dikarenakan kakinya yang masih belum pulih.
Ceklek
Pintu kamar mandi terbuka, menampakan Ardit yang hanya memakai celana boxer dan mengalungkan handuk dilehernya.
Ardit pun menuruti dan duduk di bawah sedangkan Rika duduk di kasur sambil mengeringkan rambut Ardit.
"selesai"
Ardit langsung berdiri, setelah itu mengganti pakaiannya dengan jas kantor.
Sebelum itu Ardit menggendong Rika ke kamar mandi dan mendudukkannya di bath up dan pergi untuk ganti baju. Setelah rapi dengan semuanya Ardit menunggu Rika selesai mandi.
"by"
"Iya sayang" menghampiri Rika dan menggendongnya ke kasur.
"by jas kamu basah" merasa bersalah karena telah membasahi jas Ardit.
"gapapa nanti kering sendiri, sekarang kita turun ya" dan dapat anggukan dari Rika.
Rika menggunakan tongkat berjalan pelan-pelan dibantu oleh Ardit dibelakang agar tak jatuh, mereka berdua menaiki lift dan turun ke ruang makan.
__ADS_1
"pagi semuaa"
"pagi, kamu kerja sekarang Dit?"
"iya pa gak enak kalau ditinggal terus apalagi Arko mau nikah juga" dan dapat anggukan dari sang mertua.
"gimana?" tanya Santi yang membuat Rika bingung.
"apanya?" tanya Rika balik.
"gimana ada kabar tentang wisuda kamu belom?"
"iya Rik udah ada blom?" timpal Rusdy.
"udah, empat hari lagi"
"terus kamu gimana?"
"ya gak gimana-gimana" ucap Rika santai.
Lho alah nih anak bener-bener, kalau jelasin mesti gak sampai selesai kan jadi greget.
"ya kamu nya gimana? Mama tanya bener-bener juga. Kamu ikut apa gak?" kesal Santi.
"oh yang jelas dong kan Rika gak paham" dengan wajah tanpa dosa.
Harus ekstra sabar nih kalau gini lama-lama.
"gak ikut"
"Kenapa?" tanya semuanya dengan penasaran.
"buang-buang uang, lagian Rika juga udah lulus ngapain juga ribet pakai wisuda? mending di rumah aja tiduran" ucapnya dengan santai.
Semuanya hanya menggelengkan kepala melihat tingkah Rika. Padahal biasanya kalau mendekati wisuda pasti pada ribut ini itu dan juga hari yang ditunggu-tunggu oleh semua.
Tapi tidak dengan gadis cantik yang sekarang sedang membuatkan sarapan untuk sang suami tercinta dirinya tak peduli dengan hal itu yang penting lulus udah, no ribet-ribet.
...-------------...
Malam semua author kambek 😁 jangan lupa tinggalkan jejaknya yang banyak wkwkwk, sayang kalian banyak-banyakk ❤❤
__ADS_1
Belum di revisi