Perjodohan Berakhir Cinta

Perjodohan Berakhir Cinta
ᴋᴇsᴇᴅɪʜᴀɴ sᴇᴍᴜᴀ


__ADS_3

Akhirnya mereka pun sampai di depan ruang rawat Rika. Mereka pun masuk ke dalam, ternyata di dalam sudah ada Amel yang menjaga Rika.


Ardit pun menghampiri Rika, jika memang boleh rasanya Ardit ingin menukar posisinya dengan Rika. Biar dia yang merasakan semuanya. Tapi tuhan tak menghendaki.


"Rika anak mama, bagun ya? mana janji anak mama yang selalu bilang untuk jaga mama sama papa? kamu gak kasihan sama kita yang khawatir sama kamu?. Apalagi sama Ardit nak"


Semuanya merasa kasihan ya walaupun setiap berkumpul mereka berdua tak berhenti adu mulut, tapi ini yang membuat mereka rindu.


"gue gak nyangka padahal kita baru aja lulus skripsi, eh malah ini yang kejadian. Lo tenang aja Rik gue bakal bongkar siapa dalang dibalik ini semua lo tenang aja! sekarang yang perlu lo lakuin adalah lo harus bangun, lo kuat gue yakin lo kuat!" batin Amel.


Tanpa terasa waktu pun sudah malam, Amel dan yang lain pun pamit pulang untuk beristirahat dan akan kembali lagi besok.


"Dit kita balik ya? itu nasi nya kamu makan jangan lupa juga buat minum vitaminnya"


"iya Bun, ati-ati maaf Ardit gak bisa antar"


"iya gapapa kita pamit ya, assalamualaikum"


"waalaikumsalam"


Sudah tiga hari Rika masih enggan untuk membuka matanya. Padahal sudah dari kemarin masa kritisnya telah usai, tapi tak ada perkembangan untuknya membuka mata.


Seperti biasa Ardit menemani Rika, menggenggam tangannya dan mengajaknya mengobrol seperti biasa. Walaupun dirinya tau itu tak akan ada jawaban dari Rika.


Pintu pun terketuk, Amel dan Arko datang sambil memberitahu penjelasan tentang kelanjutan dalang dibalik ini semua.


"assalamualaikum"

__ADS_1


"waalaikumsalam"


"nih Bunda nitipin ini buat lo, buruan gih ganti terus sarapan biar gue sama Mel yang jagain Rika"


"iya makasih Ar"


Ardit pun bergegas ke kamar mandi dan menganti bajunya, sedangkan Amel dan Arko hanya menatap Ardit kasihan.


Bagaimana tidak? keadaan Ardit sangat kacau dengan mata panda karena kurang tidur, pakaian acak-acakan dan tubuh yang tak terurus. Ini aja baru beberapa hari bagaimana kalau berminggu-minggu?.


"kasihan banget lo Dit"


''Iya, gue juga baru pertama kali liat dia kayak gini terakhir kali waktu SMA karena Bundanya yang kecelakaan"


''maksud lo, entar-entar emang Ardit gak pernah gitu kayak gini ke cewek lain? atau ke mantan"


"ehem, gimana perkembangan soal kecelakaan ini?"


"eh, em mending lo liat dulu baru gue jelasin" Ucap Amel memberikan tabletnya.


Ardit pun melihat vidio yang ada di tablet Amel dengan serius.


"entar ini mobil.."


"iya itu adalah dalang yang membuat Rika kecelakaan. Gue yakin ini semua ulah dari seseorang yang membenci Rika secara diam atau pun langsung"


"entar deh ini kan Rika kecelakaan karena remnya blong"

__ADS_1


"iya remnya emang blong tapi di balik itu semua pasti ada dalangnya dong"


"maksudnya entar gue gak paham maksud lo"


"ck, otak lu encerin dikit napa sih! bikin emosi aja lama-lama. Jadi gini lo inget kan gue telephon Rika itu sebelum Rika kecelakaan? dan itu sekitar 20 menit dan itu Rika baik-baik aja dan kalau gak salah dia beli roti buat di bagi di kantor. Jadi bisa di simpulkan kalau rem Rika blong itu karena seseorang, sampai sini paham?"


"paham!"


"terus yang nabrak gimana?"


"ya itu dalangnya tapi sialnya dia pakai plat palsu yang buat gue dan polisi susah buat nyari siapa pelakunya. Gue rasa semuanya udah di lakuin matang-matang deh sama pelakunya, gak mungkin dong kalau gak?"


"bener juga sih, tapi siapa ya dalang dari semuanya ya?"


"nyokap Sania" ucap Amel santai.


"bisa jadi, kan waktu itu dia gak terima kalau Rika penjarain anaknya"


"nah tuh tau"


"Ar sekarang suruh yang lain buat cari info tentang orang tua Sania jangan sampai ada yang kelewatan"


"siap, ya udah yuk. Kita balik ya katanya nanti Bunda sama yang lain bakal kesini"


"iya, jangan lupa setelah ketemu langsung kasih kabar"


"siap-siap ya udah assalamualaikum jangan lupa tuh makan sarapannya"

__ADS_1


"iya waalaikumsalam"


__ADS_2