Perjodohan Berakhir Cinta

Perjodohan Berakhir Cinta
ʙᴀʟᴀᴘᴀɴ


__ADS_3

Pekerjaan Amel telah selesai, akhirnya dia bebas dari hukuman menyebalkan itu. Rika menunggu di parkiran, menunggu Amel yang membereskan berkas serta membayar pesanan mereka.


Sambil menunggu Amel yang belum datang, Rika membuka handphonenya. Beberapa panggilan serta pesan dari kedua orang tuanya.


Rika membaca tanpa minat membalas, tak peduli jika marah. Rencananya malam ini Rika akan menginap di apartemen miliknya.


Apartemen yang tak diketahui oleh kedua orang tuanya. Hanya dirinya dan Amel lah yang tau.


Apartemen ini adalah tempat untuk keduanya melarikan diri, bisa dibilang tempat untuk sementara jika keduanya bertengkar atau hal yang lainnya.


Rika dan Amel baru membelinya sekitar satu bulan ini. Tak berapa lama Amel datang, dengan menenteng tas yang Rika yakini adalah makanan serta laptop Amel.


"Lama," cibir Rika.


"Astagfirullah, baru juga lima belas menit. Udahlah kuy ke arena Fiko udah nungguin," Ucap Amel sambil memasuki mobilnya.


Mobil Amel berjalan terlebih dahulu, disusul motor Rika.


...…...


Arena cukup ramai, banyak orang yang melihat balapan ini. Rika turun dari motornya, dengan rambut panjangnya yang terurai lebat.


"Hai," panggil seorang wanita seumuran Rika dengan pakaian hitam putih.


"Hai,"


"Lo Rika dan Lo Amel?" tanya wanita itu, menatap. keduanya secara bergantian.


Amel dan Rika mengangguk, "Hm, kenapa?" tanya Rika dengan tampang datarnya.


Wanita itu mengangguk sambil tersenyum, "Gue Laura, gue yang ajak lo buat balapan di arena. Tujuan gue kesini mau buat kesepakatan sama lo."

__ADS_1


"Apa?"


"Kalau lo menang, lo boleh ambil motor sama uang gue 20 juta. Dan kalau lo kalah, gue ambil motor lo. Motor kesayangan lo" Laura tau, bahwa motor yang dikenakan Rika adalah motor kesayangannya.


Motor inilah yang membawa Rika menang, motor inilah yang menjadi saksi dimana Rika bisa sampai ke titik ini. Dan motor inilah yang membawa Rika pergi entah kemana.


Rika mengangguk setuju. "Oke deal," cewek itu menjabat tangan Laura setuju.


Pertandingan dimulai, Rika mengikat rambutnya asal dan memaki helmnya. Tak berapa lama, wanita dengan pakaian minimnya sambil membawa bendera berjalan di tengah-tengah.


1


2


3


Brumm.. Brummmm..


Menyalip motor Laura, keduanya sekarang bersebelahan. Rika melirik sekilas kearah Laura.


Sampai akhirnya balapan ini dimenangkan oleh Rika, walaupun hampir saja. Motor Laura mencapai finish terlebih dahulu. Namun dengan cepat Rika menambah kecepatan membuatnya menjadi menang.


Laura datang memberikan kunci motor serta uang. "Nih kemenangan lo, selamat," Rika menerimanya, tak lupa mengucapkan makasih.


"Gimana kalau kita temenan?" Tawar Laura.


Mereka bertiga berada di warung dekat arena balapan. Disini tempat untuk istirahat, cukup banyak orang apalagi jam sudah menunjukan pukul 11 malam.


Rika dan Amel saling lirik. "Gue sih boleh aja, coba tanya dia." Amel menuju Rika dengan dagunya.


Rika mengangguk setuju, lumayan ada teman juga disini. "Bolehlah masa gak,"

__ADS_1


"Seriusan?" Tanya Laura tak percaya.


"Hm, serius. Lagian tujuan gue kesini juga bukan buat balapan doang." Rika berucap sambil memakan mie goreng plus telur dan cabe rawit yang baru saja datang.


Tujuan Rika dan Amel ikut balapan, bukan hanya untuk mencari uang saja. Melainkan untuk mencari teman, Fiko.


Cowok itu Rika dan Amel temukan waktu tak sengaja di keroyok oleh beberapa orang saat balapan.


Dengan bantuan Amel dan Rika, mereka menjadi temanan sekarang. Rika tak memandang temannya darimana yang terpenting dia jujur dan menyenangkan.


Rika dapat melihat mana teman yang baik, dan mana yang hanya memanfaatkan nya saja. Ketiganya mengobrol, ternyata seru juga berteman dengan Laura. Namanya Laura Alexander. Gadis itu cukup terkenal di bidang bela diri.


Amel pamit, dia juga ikut balapan. Meminjamkan motor Fiko yang baru saja selesai balapan.


"Gue ke sana dulu, udah mau mulai." pamit Amel.


Rika hanya mengacungkan jempol. Dirinya melanjutkan mengobrol dengan Laura. Bukan mengobrol hanya mendengarkan.


Rika akan menjawab ketika ditanya saja. Walaupun begitu obrolan mereka sangat menyenangkan.


...… ...


Rika dan Amel telah sampai di apartemen, setelah mengganti pakaian keduanya sama-sama tertidur. Mereka berdua sampai di apartemen pukul 2 dini hari.


...… ...


Paginya, di kediaman Aldebaran. Ardit telah siap dengan semuanya, pagi ini dia akan berangkat ke Bandung untuk mengurus perusahaan sang Ayah.


"Bunda, Ardit pamit ya, jaga kesehatan." pamit Ardit tak lupa memeluk sang bunda.


"Iya, ati-ati jangan lupa makannya." Ucap Veni membalas pelukan sang anak.

__ADS_1


Setelah itu mobil Ardit meninggal akan pekarangan rumah dan menuju ke bandara, penerbangan akan dimulai satu jam lagi.


__ADS_2