Perjodohan Berakhir Cinta

Perjodohan Berakhir Cinta
ᴏᴛᴡ sᴜʀᴀʙᴀʏᴀ


__ADS_3

Malam ini Lea dan Al mengecek semuanya, takut ada yang ketinggalan. Rencananya di Surabaya sampai malam tahun baru sekalian. Makanya cukup banyak yang dia bawa.


"Ada yang kurang gak?" Tanya Lea, memasukkan pakaian kedalam koper.


"Gak ada, udah semua" Al memasukan barang-barangnya kedalam tas.


"Penerbangan nya jam berapa besok?" Lea menutup koper dan menaruhnya dibawah.


"Jam sembilanan"


Setelah semuanya selesai, Lea mencuci muka, mengosok gigi dan menuju ke kasurnya. Dirinya tak sabar untuk besok. Menatap Al yang baru keluar dari kamar mandi.


"Sini tidur" Menarik Lea, menjadikan lengannya sebagai bantalan.


"Good night sayang"


"Good night Al"


...…...


Paginya mereka sudah siap, jam sudah menunjukan pukul 08.05 mereka bersiap-siap untuk berangkat ke bandara Soekarno-Hatta. Al sudah memesan taksi. Taksi udah ada di depan apartemen.


Mereka berdua berjalan ke mobil, dan menaikinya. Selama perjalanan mereka berdua berceloteh tak jelas, entah tebak-tebakan, tentang Acha dan Revan.


"Revan udah lama suka sama Acha, tapi tuh bocah kagak mau bicara"


Setelah menempuh hampir tiga puluh menit, mereka berdua sampai di bandara, melakukan chek in terlebih dahulu. Menunggu di starbuck untuk menganjal perut.


Karena mereka bangun agak kesiangan, Lea tak sempat untuk membuat sarapan. Menunggu Al yang mengurus keberangkatan. Tak lama Al datang, Lea memberikan minuman yang tadi ia pesan ke Al.


Panggilan menuju ke Surabaya terdengar, mereka langsung saja masuk berjalan masuk kedalam pesawat.


Di perjalanan, kedua sejoli ini sibuk dengan candaan mereka. Melanjutkan tebak-tebakan dan sebagainya, hingga tak terasa pesawat mereka sudah mendarat di bandara Juanda.


Menempuh waktu hampir satu jam setengah. Akhirnya. mereka berdua sampai juga ke tempat tujuan.


KOTA PAHLAWAN

__ADS_1


"Sampai juga!" Girang Lea, kelakuan Lea membuat Al geleng kepala, kenapa gadisnya makin hari makin mengemaskan?


"Kita langsung ke hotel?" Al mengelang. Mereka akan menginap di apartemen milik Bunda dan Papanya.


"Terus kemana?"


"Ke apartemen bunda, yuk taksinya udah dateng" Menarik Lea untuk keluar bandara. Setelah menggambil koper.


"Langsung ke apartemen?" Al mengangguk singkat. "Yah, terus kapan jalan-jalan nya?"


"Istirahat dulu Lea, kamu gak capek" Lea menggeleng, capek sih iya? Tapi setelah dirasa sampai tujuan capek Lea ilang entah kemana.


"Nanti siang kita jalan, sekarang istirahat dulu. Gak ada bantahan!" Ucap Al tegas, membuat Lea mengurungkan dirinya untuk bertanya lebih lanjut.


Keadaan menjadi sunyi, Lea menatap kearah luar jendela. Macet, tak beda jauh dengan Jakarta. Sudah 7 tahun dirinya tak menginjak kota kelahiran sang Mama.


Surabaya dan Jakarta tak jauh berbeda, macet dan panas.


Perjalanan cukup menempuh waktu tiga puluh menit hingga mereka sampai di apartemen Rika. Apartemen Rika cukup strategis, dekat dengan mall dan juga dekat dengan tempat wisata lainnya.


Menekan sandi yang sudah Rika kasih kemarin malam. Mereka berdua masuk, lumayan luas dan tentunya nyaman. Walaupun hanya satu kamar saja didalamnya.


"Di depan bukannya mall ya?" Al mengangguk. Seketika jiwa shopping Lea bergetar.


Selesai membersihkan diri mereka duduk di ruang tamu. Tak besar ruang tamu langsung terhubung dengan dapur. Untung saja kemarin sebelum berangkat, Amel dan Rika menyuruh orang untuk mengisi makanan di dalam.


Ahhh mertua idaman.


"Lea, masakin makanan laper" Menyadarkan diri pada sofa, tangannya terulur mengusap kepala Lea.


"Mau makan apa? Mie mau gak?" Tawar Lea.


"Terserah"


Lea langsung saja mengambil dua bungkus mie dan memasaknya. Tak berapa lama mie kuah dengan telur rebus pun jadi.


"Makasih sayang" Al mengambil mie tersebut dan menyeruput nya. ASMR~

__ADS_1


"Oh iya lupa kabarin Bunda sama Mama" Lea menepuk keningnya. Untung aja keinget kalau gak kena amuk.


Panggilan vidio tersambung, di sana ada Amel, Arko, Rika dan Ardit.


"Gimana perjalanannya lancar?"


"Lancar kok Bun, ini udah sampai apartemen"


"Syukur kalau gitu, tuh yang dibelakang fokus banget sama mangkoknya. Awas Le, ntar pangling lagi" Canda Rika.


Lea hanya tertawa, Al hanya melirik sekilas melanjutkan kembali makannya. Lebih asik mie.


"Kalau ke surabaya jangan lupa ke tugu pahlawan"


"Sama ke mangrove sayang, waktu ke sana kan gak jadi. Mumpung kalian ke sana sekarang. Jangan lupa pulang-pulang bawa berita bagus" Timpal Amel.


"Kayaknya Mak udah ngebet bener punya cucu" Ucap Lea dalam hati.


"Kalau itu udah pasti Ma, palingan besok udah gak perawan" Canda Al yang langsung dapat pukulan manja milik Lea.


"Ya udah kalian istirahat gih. Nanti Mama telpon lagi ya, ati-ati di sana" Ucap Amel langsung menutup panggilan.


"Sakit Lea!" Kesal Al.


"Biarin"


"Tapi gue serius" Ucap Al dengan muka seriusnya.


...…...


Absen dulu yuk!


Oke guys mumpung di Surabaya, gimana kalau Nana bikin kunjungan wisata di Surabaya? Mungkin aja yang mau liburan mau ke sini. Eh bukannya dilarang ya buat mudik? Bener gak sih.


Oke gapapa deh, kita liburan virtual aja wkwkwk. See you again guys 😆


Spam lanjutnya kakak 🤍

__ADS_1


__ADS_2