Perjodohan Berakhir Cinta

Perjodohan Berakhir Cinta
ʜᴜʙʙʏ


__ADS_3

Sekarang Ardit dan Rika sudah berada di kamar mereka masih di hotel karena Rika masih ingin di sini, bosan itu lah yang Rika rasakan, tapi hatinya cukup lega karena semua orang telah tau kalau dirinya tak jomblo lagi melainkan sebagai istri sangat milyuner Indonesia Arditya Pamunggal.


Sekarang Ardit sedang bersiap-siap untuk shalat jumat di hotel bersama yang lain, Rika sudah menyiapkan pakaiannya untuk Ardit shalat jumat.


"kak" panggil Rika.


"iya sayang kenapa?" tanya Ardit sambil menghampiri Rika.


"bosen" ucap Rika.


"emang mau kemana? hm" tanya Ardit.


"keluar, kemana gitu" ucap Rika.


"kamu mau kemana?" tanya Ardit.


"ke.. Bandung gimana? boleh ya" ucap Rika memakai jurus andalannya.


"boleh, tapi ada satu syarat" ucap Ardit.


"yah kok pake syarat-syarat segala sih" ucap Rika.


"ya udah kalau gak mau juga gapapa, berarti gak keluar" ucap Ardit.


"ish curang, pake syarat-syarat segala" ucap Rika.


"gak dong, gak curang ini namanya permainan" ucap Ardit.


"ya udah apa syaratnya?" tanya Rika.


"beneran mau?" tanya Ardit dan dapat anggukan dari Rika.


"jangan panggil kakak lagi, panggil yang lain" ucap Ardit yang membuat Rika melotot.


"gak mau" ucap Rika.


"ya udah berarti gak keluar kalau gitu" ucap Ardit.

__ADS_1


"ish kok gitu, yang lain dong boleh ya? ya'' ucap Rika yang dapat gelengan dari Ardit.


"ya udah aku tunggu nanti setelah pulang dari jumatan, kalau gak ada berarti gak keluar" ucap Ardit sambil mencubit kedua pipi Rika.


"ish kakak curang, gak mau yang lain lah ya plis" rengek Rika.


"ini bukan curang sayang namanya permainan, kamu untung aku juga untung" ucap Ardit.


"untung? maksudnya" ucap Rika yang kurang paham dengan ucapan Ardit.


"ya untung, kamu untung untuk keluar ke Bandung sedangkan aku dapat panggilan kesayangan" ucap Ardit.


"aku tunggu pokoknya habis jumatan kalau gak ada ya gak keluar" ucap Ardit mengecup pipi Rika.


"kakakkkk, kamu udah wudhu lho" ucap Rika.


"tinggal wudhu ulang di sana" ucap Ardit santai.


"ya udah jangan lupa dipikirin biar bisa keluar, aku ke mushola assalamualaikum" ucap Ardit lalu pergi.


"waalaikumsalam" jawab Rika.


"gue panggil apa ya? masa bebs ish kok geli sendiri, masa mas sih mas Ardit? Jangan-jangan hmm sayang jangan deh itu udah biasa, apa ya? masa husband? ya kali gue panggil hus..hus dikira ngusir lagi atau hubby? iya deh ini aja" batin Rika.


Rika yang telah menemukan nama panggilan untuk Ardit pun bersiap-siap untuk shalat duhur, setelah shalat Rika membaca buku sambil menunggu kedatangan Ardit.


Ceklek.. pintu terbuka Ardit pun masuk dan tak lupa mengucapkan salam.


"assalamualaikum" ucap Ardit.


"waalaikumsalam" jawab Rika menyalimi Ardit.


"udah shalat belum?" tanya Ardit.


"udah by" ucap Rika sambil melepaskan pakaian Ardit.


"apa? by?" tanya Ardit.

__ADS_1


"iya hubbyyyy" ucap Rika langsung memalingkan muka.


"ya udah kita beres pakaian terus kita turun kebawah buat makan siang dan ajak yang lain" ucap Ardit.


Rika pun mengemas beberapa pakaian ke dalam koper kecil karena mereka cuma beberapa hari ke Bandung nya, dibantu juga oleh Ardit, setelah selesai berkemas mereka turun dan menuju ke meja yang sudah ada yang lain.


"assalamualaikum" ucap Ardit dan Rika.


"waalaikumsalam" jawab mereka.


"ayo duduk sayang" ucap Santi.


"oh iya Rika sama kak Ardit mau liburan ke Bandung sekalian mama, papa, bunda sama ayah ikut ya" ucap Rika yang membuat para orang tua saling tatap.


"gak usah kalian aja yang liburan kenapa gak sekalian ke Bali aja? biar Ayah yang siapin semua, gimana?" tanya Ardi.


"gak usah yah, kita juga cuma liburan kok" ucap Ardit.


"ya gapapa dong sekalian honeymoon" ucap Veni.


"udah-udah nanti aja, sekarang kita makan dulu" lerai Santi.


Akhirnya mereka semua pun makan, setelah makan mereka membicarakan sebentar keberangkatan Ardit dan Rika, awalnya mereka memakai mobil tapi karena tak diperbolehkan akhirnya mereka berdua berangkat pakai pesawat yang sudah di pesan oleh Ardi.


Setelah selesai Rika dan Ardit kembali ke kamar menganti pakaian dan mengambil koper, setelah itu mereka turun dan menuju lobby di mana orang tua mereka akan mengantarkan mereka ke bandara.


"ya udah yuk berangkat takut telat" ucap Veni dan dapat anggukan dari Rika dan Ardit.


Mobil dibagi menjadi dua, mobil 1 untuk Veni, Santi, Rusdy dan Ardi, mobil ke 2 untuk Rika dan Ardit. Mereka pun menjalankan mobil mereka menuju bandara Soekarno-Hatta. Empat puluh lima menit sudah akhirnya mereka sampai di bandara. Mereka turun dan mengantarkan mereka berdua.


"ya udah bun, yah, ma, pa Ardit sama Rika berangkat" ucap Ardit sambil menyalimi mereka semua dan dilanjut dengan Rika.


"iya Dit hati-hati" ucap Rusdy.


"oh iya Bunda lupa, Bunda mau titip...Cucu ya" ucap Veni yang membuat pipi Rika merona.


"do'akan aja bun semoga cepet" ucap Ardit.

__ADS_1


"aamiin" ucap mereka serempak.


Setelah pamit, Rika dan Ardit pun langsung masuk ke dalam pesawat dan mereka tak perlu check in lagi karena semuanya sudah Ardi urus terlebih dahulu, dan mereka berdua menggunakan pesawat pribadi.


__ADS_2