Perjodohan Berakhir Cinta

Perjodohan Berakhir Cinta
ʙᴇʀᴀɴᴛᴇᴍ


__ADS_3

Lea terbangun dari tidurnya, menatap jam pada handphonenya. Pukul 23.15 WIB. Melihat kesamping


Tak ada Al?


Kemana?


"Al"


"Alvaro!"


"Kemana sih, masa dibawah?" Guman Lea, dengan langkah malas Lea turun dari kasur. Mencuci wajahnya terlebih dahulu dan turun kebawah.


"Al"


Masih tak ada jawaban.


Sampai bawah, Lea mencari Al mulai dari ruang tamu, kamar tamu, kamar mandi bawah, dapur hingga balkon tak menemukan Al.


"Kemana ya?" Batin Lea bertanya-tanya.


Menggambil handphonenya. Mencoba memberi kabar kepada Al.


...Albino...


^^^Me^^^


^^^Al^^^


^^^Kamu dimana?^^^


Mencoba menelpon Al tapi panggilannya tidak aktif, pikiran Lea sudah ke mana-mana.


"Masa iya Al balapan? Kenapa gak izin dulu? Biasanya juga dia izin kalau mau. keluar apalagi balapan" Ucap Lea pada dirinya sendiri.


Lea bangkit kembali. ke atas, sambil menunggu Al tadi dirinya membuat mie rebus. Padahal udah Al larang karena Lea sering sekali makan mie.


Mau gimana lagi malas masak juga.


"Apa gue tanya yang lain aja ya? Gak usah deh nanti aja, sekarang mending gue nonton aja deh, mumpung besok sabtu libur juga" Guman Lea.


Mengambil laptop dan menonton drakor favoritnya, sesekali mengecek handphone takutnya Al balas tapi dia tak kedengaran. Namun nihil hanya centang satu.


Hingga akhirnya Lea tertidur dengan tengkurap, bukannya dia yang nonton filmnya malah filmnya yang nonton dirinya.


...…...


Lea terbangun setelah mendengarkan alarm, menatap kesamping. Al masih belum pulang.


"Kemana sih nih bocah" Guman Lea.


Handphonenya berdering dengan cepat Lea mengangkatnya. Ternyata bunda yang menelpon.


"Assalamu'alaikum, Bunda"


"Waalaikumsalam sayang, apa kabar?"


"Baik Bun, Bunda gimana kabarnya?"


"Bunda baik, oh iya Bunda sama Mama mau ke sana ya"


Deg


Aduh.. Bunda ke sini. Ini juga Al main ngilang aja. Palingan juga pulang bawa luka anaknya.


"Em I-iya Bunda, jam berapa Bunda mau ke sini?"


"Jam 8 ya, ini mau berangkat ke sana sayang"


"Oke Bunda, Lea tunggu ya!"


"Iya sayang, Al mana? Tumben gak kedengaran biasanya dia paling ribut"


"Al, em Al keluar Bunda"


Rika yang tak mau tanya lagi, akhirnya menutup panggilan. Lea akhirnya bisa bernafas lega. Selesai itu dengan cepat Lea menganti pakaian santainya. Sambil menunggu Bunda dan Mama datang.


Lea menyiapkan sarapan terlebih dahulu, mencoba kembali menelpon Al tapi sama saja hanya suara operator yang menyaut.


"Ini anak kemana lagi! Bikin kesel lama-lama. Pergi gak izin, palingan juga pulang bawa luka. Mana Bunda sama Mama mau kesini. Gue mau bilang apa?" Ucap Lea yang kesal sendiri.


Ting.. tong..


Bel apartemen berbunyi Lea dengan cepat membuka pintu, mendapatkan Bunda dan Mama yang berdiri di sana.


"Assalamu'alaikum"


"Waalaikumsalam" Ucap Lea tak lupa menyalimi sang Bunda dan Mama.


"Masuk Ma, Bun" Ucap Lea mempersilahkan mereka berdua masuk.


"Sendiri aja Le?" Tanya Amel -Mama Lea.


"Iya Ma, Al belum pulang"


"Belum pulang? Emang dari mana sampai belum pulang?" Tanya Amel.


"Gak tau ma, Al gak izin sama Lea" Ucap Lea sambil mengigit bibir bawahnya.


Menahan gugup setengah mati.


"Em Ma, Bun udah sarapan belum? Tadi Lea bikin nasi goreng sih masih ada juga mau makan gak?" Tawar Lea untuk mengalihkan topik.


"Ya ampun repot-repot segala Le! Ya udah gapapa Mama laper soalnya" Ucap Amel langsung menuju ke meja makan.


Selesai dengan makannya mereka semua duduk di ruang tamu, Bunda merekomendasikan drakor baru. Film nya juga sudah cukup lama.


Tapi ratingnya banyak yang suka. Gak anak, gak mertua gak mak sama aja.


"Lea" Panggil Amel.


"Iya ma?"


"Kamu gak berantem kan sama Al?"


"N-Nggak Lea sama Al baik-baik aja kok Ma"


"Syukur deh kalau gitu, kalau ada masalah di runding kan baik-baik ya?Jangan sampai ada kaca pisah diantara kalian. Karena kalian bukan pacaran yang bisa bilang putus gitu aja, melainkan sebuah rumah tangga yang memang banyak sekali lika-liku di sana"


"Tapi percaya sama Mama kalau di balik semua pasti ada hikmah yang bisa kamu dapat" Lanjut Amel kembali.


Lea mengangguk. "Iya ma"


...…...


Amel dan Rika sudah kembali, sekarang jam sudah menunjukan pukul empat sore. Al masih saja belum pulang. kekhawatiran Lea semakin menjadi.


Sudah beberapa kali Lea menelpon suaminya tersebut, selalu operator yang menjawab.


Mau gak mau Lea mencari, bersiap-siap untuk ke basecamp Al. Sebenernya ada rasa takut juga tapi hatinya begitu risau.


"Halo Le, kenapa?" Tanya Acha dari sebrang.


"Eh Ca, bisa ikut gue gak?"

__ADS_1


"Kemana emang?"


"Ke basecamp alvarebos"


"HAH! Lo ngapain ke sana?"


"Gue mau nyari Al, dia belum balik dari kemarin. Gue khawatir"


"Ya udah deh oke-oke. Gue jemput lo sekarang" Ucap Acha menutup panggilan.


pip


Menunggu Acha datang lea langsung saja siap-siap. Menunggu nya di kade bawah. Melihat Acha yang sudah sampai dengan mobilnya. Lea langsung menghampiri dan masuk kedalam.


"Yakin lo ke basecamp?" Tanya Acha sambil memasang seatbelt.


"Emang lo udah telpon Al?"


"Udah, dari semalem juga dia gak ada sampai sekarang, biasanya kalau mau keluar juga dia bilang atau gak nelpon gue"


"Iya, lo tenaga aja dulu. Al gak mungkin kali ada yang nyulik. Yang ada penculiknya yang takut sama Al"


Acha menjalankan mobilnya menuju ke basecamp Alvarebos. Karena basecamp Alvarebos hanya orang terdekat dan orang yang dipercaya jadi Lea bisa ke sana.


Setelah dua puluh menit akhirnya mereka berdua sampai, di sana berjejer rapi beberapa motor ninja dengan model yang berbeda-beda.


Turun dan masuk ke dalam.


Thony yang keluar untuk membuang sampah dibuat kaget dengan kedatangan Acha dan Lea. "Ka-kalian ngapain?"


"Maling!" Ucap Acha asal.


"Udah gak usah mikir, gak disuruh masuk gitu?" Tanya Acha.


"Eh, masuk-masuk"


Mereka bertiga kaget, Thony menyuruh Acha dan Lea duduk.


"Lho kalian ngapain di sini?" Tanya Jojo dengan bingung.


"Minta sumbangan" Ucap Acha asal.


"Kalian liat Al gak?" Tanya Lea yang dari tadi diam.


"Al?"


Lea mengangguk "Iya liat gak? Semalem dia gak ada di rumah, gue kira nginep di sini makanya gue mampir ke sini"


"Gak ada tuh" Ucap Revan.


"Iya, Al gak ngabarin juga kalau ke sini. Biasanya dia selalu ngabarin kalau mau ke sini"


"Al lo kemana sih?"


"Ada balapan gak?" Tanya Lea memastikan.


"Gak ada balapan buat beberapa hari ini Le"


Terus Al kemana?


Akhirnya selesai mengobrol Lea dan Acha balik pulang. Dari tadi anak-anak Alvarebos juga sudah menghubungi Al tapi sama saja tak ada jawaban.


...…...


Lea duduk di sofa, takut? jangan tanya. Cuaca di luar sedikit mendung. Lea menonton TV untuk menghilangkan ketakutannya.


"Lo kemana sih Al, jangan bikin gue takut kenapa sih!" Lea lama-lama semakin dibuat kesal sendiri.


Masih sabar menunggu Al, hingga suara sandi terdengar. Membuat Lea berfikir, Al atau maling? Menatap jam yang sudah pukul satu dini hari.


Ceklek


Pintu terbuka, dengan remang-remang Lea dapat melihat bahwa orang tersebut berjalan menghampiri dirinya.


Melihat kembali, ternyata Al. Lea kembali menonton TV, biarin ngambek orang jadi suami ngeselin.


"Lea" Ucap Al menyender pada bahu Lea.


"Ngapain pulang! Gak usah pulang aja sekalian. Aku bisa kok jaga rumah, jaga diri juga. Gak usah pulang aja sekalian, punya HP tapi gak digunain. Di telpon gak di jawab! Di chat gak di bales. Buang aja handphonenya" Gerutu Lea.


Al menatap Lea dari samping. Lucu, gemes kalau liat Lea marah-marah. Bukannya serem malah gemes.


"Hm"


"Ih kok hm sih, tau ah" Kesal Lea.


"Iya-iya maaf, aku ada urusan"


"Urusan apa?"


"Kepo ya?" Tunjuk Al.


"Sumpah pingin tabok!" Ucap Lea.


"Hahaha, iya-iya ada hal yang harus aku urus"


"Ya tau makanya apa? Sampai sampai gak ngabarin lagi! Kamu tau gak Mama sama Bunda tadi pagi kes ini. Mereka kira kita lagi berantem sampai kamu gak pulang semalem" Ucap Lea dengan mata berkaca-kaca.


Al langsung menarik Lea kedalam pelukannya. "Maaf, ya! Aku emang sengaja matiin handphone"


"Kenapa?"


"Ada urusan"


Lea langsung saja mencubit Al dengan kesal, ya tau ada urusan. Urusan apa kan Lea gak tau.


"Aduh, sakit Le!" Ringis Al sambil mengelus pinggang nya yang terkena cubitan maut.


"Salah sendiri, bikin orang kesel" Lea berucap sambil mengerucutkan bibirnya.


"Urusan apa Al!"


"Urusan-" Dengan cepat Lea memotong omongan Al.


"Sebentar, tunggu sini dulu!" Ucap Lea yang pergi menuju ke kotak P3K.


Menghampiri Al. "Tuh kan udah aku kira, palingan juga bawa luka" Ucap Lea dengan pelan tapi masih terdengar jelas di telinga Al.



Mengambil obat merah dan menuangkan pada kapas, membersihkan perlahan muka Al yang terkena pukulan.


"Sakit gak?" Tanya Lea sambil mengoleskan obat merah.


"Gak! Sakitan liat kamu nangis" Ucap Al menatap lekat muka Lea.


"Jelasin!"


Al mengangguk, menurunkan tangan Lea. "Kevin"


"K-Kevin kenapa? Kalian berantem lagi?"


"Hm, debat aja sih"

__ADS_1


"Ih debat apa? Tuh muka aja kena luka"


"Iya Lea, cuma debat yang penting aku ada urusan sama kevin. Bukan sekarang saatnya aku bilang sama kamu. Nanti kalau udah pas aku bakal bilang. Oke!"


Lea mengangguk kemasukan kembali obat-obat kedalam kotak P3K.


...…...


Sekarang mereka berdua sudah berada di kamar, Lea menyandar pada dada bidang Al.


"Al"


"Hm?"


"Kamu ngerasa aneh gak sih sama Ghea?"


"Kenapa?"


"Ya aneh aja gitu, akhir-akhir ini Ghea berubah. Sering pulang awal, berangkat selalu telat padahal kan dia yang selalu berangkat duluan"


"Terus dia kayak lebih sering tidur di kelas, dan Ghea bilang dia sering insomnia" Lanjut Lea kembali.


"Iya juga ya, Ghea beda"


"Tuh kan, gimana kalau kita cari tau. Kayaknya Ghea punya masalah"


"Hm, sekarang tidur udah jam setengah tiga. Hoam" Ucap Al menuntun Lea untuk tidur.


...…...


Semuanya sudah berkumpul di rumah Acha, mereka akan menyelidiki apa yang terjadi dengan Ghea. Bisa di bilang ikut campur juga tapi mereka khawatir dengan keadaan Ghea.


"Ini langsung berangkat?" Tanya Jojo.


"Boleh, berangkat sekarang aja"


Mereka siap-siap, Lea dan Al, Revan dan Acha, Thony dan Danish, serta Jojo dan Lidya.


Menjalankan motor menuju ke rumah Ghea, di tengah perjalanan tiba-tiba segerombolan Vellix datang untuk menyerang.


"Sial!" Umpat Al.


Mereka sedikit menaikkan kecepatan, Vellix tak tinggal dia mereka masih mengejar Al dan yang lain hingga menghalangi jalan mereka.


Terpaksa Al dan anggota Alvarebos yang lainnya menghentikan motornya.


"Al gimana ini?" Tanya Lea dengan takut.


"Kamu tenang aja, sekarang kamu sama yang lain minggir. Menjauh dari sini" Ucap Al.


Lea mengangguk mengajak yang lain untuk pergi.


"Waw bawa cewe ternyata, boleh dong kalau kita coba" Ucap Bara.


"Sialan!"


"SERANG!"


Terjadilah pertengkaran diantara mereka, Alvarebos dengan empat orang dan Vellix dengan dua belas orang.


Biasalah! Vellix gak akan berani untuk lawan sendiri mainnya keroyokan.


Bugh


Bugh


Bugh


Sampai akhirnya Alvarebos yang memenangkan pertengkaran ini. Vellix sudah berjatuhan di atas aspal.


"Sini lo maju lo! Bisanya main keroyokan" Ucap Jojo yang siap-siap untuk melawan.


"Udah! Dia anak orang. Mati lo yang kena"


"Lo kira anak siapa kalau bukan orang totol!"


"Cabut!" Instruksi Al.


...…...


Akhirnya mereka sampai juga di depan rumah Ghea, memanggil Ghea dan tak lupa mengucapkan salam.


"Ghea!"


"Assalamu'alaikum Ghea!"


"Ghea!"


Tak ada jawaban hingga suara pintu terbuka, Tina selalu mama Ghea datang menghampiri. Bukannya di buka malah di usir.


"Kalian ngapain di sini?" Ucap Tina dengan ketus.


"Maaf tante kita mau ajak Ghea keluar" Ucap Lea.


"Gak ada, Ghea gak ada di rumah. Kalian pergi aja" Usir Tina.


"Maaf tante tapi Ghea bilang dia ada di rumah" Ucap Jojo.


"Heh saya bilang gak ada ya gak ada! Kalian punya telinga gak? Kalian pulang sekarang" Ucap Tina dengan marah.


Kemarahan Tina membuat yang lain bingung sendiri, bener nih ada yang gak beres.


"Kenapa diem! Pulang sana! Saya gak terima tamu" Usir Tina lalu pergi meninggalkan yang lain.


"Buset galak bener tuh mak nya Ghea, pms deh" Ucap Thony yang langsung dapat pukulan dari Jojo.


"Buset sakit Jo!"


"Lo sih kalau ngomong gak liat situasi"


"Kita ke balik aja, kita obrolin masalah ini"


Mereka mengangguk, semuanya kembali ke warung bu ndut. Untuk membahas masalah ini. Lidya dirinya yang mau ikut tapi tak jadi karena ada urusan mendadak.


Di warung bu ndut mereka semua memikirkan apa yang sebenarnya terjadi sama Ghea?.


"Kok aneh ya?" Ucap Acha.


"Maksud lo?" Tanya semuanya dengan bingung.


"Aneh aja, lo sadar gak sih? Tante Tina berubah. Biasanya kalau kita ke sana orangnya welcome kenapa sekarang malah ngusir. Dan kalian liat sendiri kan, mak nya Ghea kayak benci gitu liat kita" Jelas Acha.


Semua mengangguk setuju ucapan Acha ada benarnya, mereka berfikir dengan pikiran mereka masing-masing.


Satu kata bingung.


...…...


akhirnya bisa sampai 2000 kata guys 😆


Jangan lupa untuk follow author, like ceritanya kalau suka, komen lanjut, dan jangan lupa vote nya!!


Selamat merayakan puasa ramadhan semua, bagi yang merayakan. Semoga puasanya lancar!! Sahur-sahur ditemenin nih sama PBC 😁

__ADS_1


See you next episode guys


__ADS_2