Perjodohan Berakhir Cinta

Perjodohan Berakhir Cinta
ʙᴇʟᴀɴᴊᴀ


__ADS_3

"Ini temen kalian?" Tanya Jojo sambil menunjuk Danish.


"Buka temen gue" Ucap Lea, Acha dan juga Ghea secara bersamaan.


"Ish gue kan temen kalian" Rengek Danish.


"Orang tuh ya, Danish cuma penasaran emang gak boleh ya? Eh tapi gimana udah belom?" Tanya Danish kembali.


Aneh nih bocah, mak nya ngidam apaan sih sampai anaknya jadi kayak gini? Orang tuh ya tanya soal pelajaran atau gak soal idol mereka atau gak yang bermanfaat.


Gapapa gak bermanfaat tapi kan masih di dalam positif, lha ini positif kagak negatif iya.


"Udah gue jebol semalem, kenapa lo mau?" Tanya Al yang langsung dapat plototan serta cubitan dari Lea.


"Aw.. " Ringis Al.


"Sakit Lea!" Bisik Al.


"Bodo, salah siapa ngomong gitu"


...…...


Sudah dari tadi Lea diam, setelah pulang dari kafe Lea sama sekali tak membuka suara hingga sekarang mereka ingin tidur. Al bingung apa dia punya salah? Atau dia bikin kesal Lea?


Oh ayolah masa gak peka sih jadi cowok, ganteng doang eh gak ganteng banget masa gak bisa bujuk atau rayu cewek?. Lea kan pingin di bujuk gitu tapi percuma juga ya, Al aja kayak gini gimana mau rayu?.


"Lo kenapa sih Le?" Tanya Al dengan bingung.


Tak ada jawaban dari Lea, yang membuat Al menghembuskan nafas kasar, mengacak rambutnya kesal.


Cewek ribet tau gak, di tanyain bilang gapapa gak di tanyain dibilang gak peka. Terus maunya apa? Apa susahnya sih buat bilang? Pikir Al.


"Lo kenapa sih? Ngomong dong gue ada salah? Atau gue bikin lo kesel?" Tanya Al lagi.


"Woi! Jawab! Gue tanya, gue ada salah sama lo?" Tanya Al sekali lagi.


"Mikir aja sendiri, jadi orang ngeselin banget sih udah tau ngambek dibujuk dirayu yang romantis gitu. Gak romantis juga gapapa yang penting lemah lembut. Boro-boro lemah lembut ini aja ngegas nya 200km/menit" Batin Lea.


"Mikir aja sendiri" Ucap Lea langsung menidurkan dirinya, menutup semua badannya dengan selimut.

__ADS_1


"Gak jelas lo" Batin Al, ikut berbaring di samping Lea.


...…...


Bulan dan bintang berganti kembali menjadi matahari, menyinari setiap sudut bumi. Menerangi alam semesta, begitupun di tempat Allea.


Lea terbangun ketika matahari menembus cela tirai kamar, membuka mata perlahan menyesuaikan pada retina matanya. Tapi sebentar kok ada yang berat ya di perutnya?.


Lea menunduk mendapatkan tangan kekar Al yang melingkar cantik di pinggangnya.


Menoleh ke samping kirinya mendapati wajah Al yang begitu tenang, sangat tampan begitu tampan sampai-sampai membuat Lea terhanyut menatap wajah tampan sang suami.


"Eh kenapa gue liatin sih, mending gue mandi aja. Gara-gara maraton gue jadi telat subuh tadi" Batin Lea.


Menyingkirkan tangan Al perlahan, turun dari kasur dan menuju ke walk in closet. Mengambil pakaian santai dan menuju ke kamar mandi.


Tanpa Lea sadari Al sudah terbangun dari tadi, Al sengaja menaruh tangan kekarnya pada perut Lea seakan itu tak sengaja melainkan itu di sengaja.


Al tersenyum melihat Lea yang masuk ke kamar mandi, lucu juga pikirnya. Bangun meregangkan otot-otot pada tubuhnya dan mengambil handphone yang ada di sampingnya.


Menyalakan handphone banyak sekali pesan chat dari Alvarebos. Yang menggantung di berandanya.


...Alvarebos ☠️...


Anthagin : mau gue bantu gak Jo?


Jojo : kagak usah kalau gak ikhlas


Anthangin : yah padahal gue mau bantu. Bantu makan maksudnya 🤠


3000+ belum dibaca


Al hanya menggelengkan kepala, menaruh kembali handphonenya pada nakas. Memejamkan kembali matanya sambil menunggu Lea keluar dari kamar mandi.


Ceklek


Pintu kamar mandi terbuka, melihatkan Lea yang sedang menggulung rambutnya menggunakan handuk dan berjalan menuju meja rias.


Al membuka satu persatu matanya menatap ke depan melihat Lea yang berkutat dengan meja riasnya. Entah lah Al gak paham sama yang begituan tapi Al tau mana yang make up dan mana yang skincare.

__ADS_1


Karena setiap Al ingin ke kamar Papa serta Bunda, Al selalu melihat sang Bunda yang membersihkan make up atau yang lainnya.


Turun dari kasur, menuju ke lemari pakaian dan mengambil pakaian santai. Menuju ke kamar mandi. Selesai dengan skincare nya Lea mengeringkan rambut dan turun kebawah untuk membuat sarapan.


Sarapan kali ini, Lea membuat yang simpel aja. Roti bakar, kayaknya enak di temani dengan susu. Mengoleskan selain kacang kesukaan Al dan keju kesukaan Lea.


Melipat kedua sisi dan memasukan kedalam pemanggang roti. Al turun bertepatan dengan sarapan selesai dibuat, mendudukkan dirinya di meja makan.


Lea membawa roti bakar berisi keju serta kacang menuju ke meja makan, dan tak lupa juga dengan susu.


...…...


"Anterin gue ke supermarket" Ucap Lea setelah hampir setengah hari tak membuka suaranya


Menatap Lea dari atas sampai bawah rapi banget "kemana?" Tanya Al.


"Anterin gue ke supermarket" Ucap Lea kembali.


Al mengangguk, berdiri dan memasukan handphonenya kedalam saku. Dan berjalan keluar.


"Tumben mau" Batin Lea mengikuti Al keluar apartemen.


...…...


Sudah hampir satu jam mereka berdua mengelilingi supermarket, Al menyesal mengiyakan ucapan Lea tadi.


"Le buruan kenapa sih! Udah satu jam lho kita keliling lo cuma beli roti sama mie" Ucap Al sambil mendorong troli.


"Sabar dong Al. Lagi nyari ini"


"Mau sabar gimana kita udah satu jam keliling sana-sini tapi lo gak beli-beli" Ucap Al dengan kesal.


"Nanti gue ambil semua lo larang"


"Udah-udah ambil semua" Ucap Al yang membuat Lea tersenyum menang.


Mengambil beberapa bahan yang bisa mereka gunakan untuk beberapa bulan ke depan. Membeli bahan dapur, snack dan yang lainnya.


Selesai dengan belanjaan mereka, Al dan Lea mendorong ke kasir untuk membayar belanjaan mereka.

__ADS_1


...…...


Jangan lupa buat Komen sebanyak-banyaknya dan juga vote nya. Sayang kalian banyak-banyak ❤


__ADS_2