
Di lain tempat di sebuah rumah yang tak begitu besar, terdapat seorang wanita paru baya yang mungkin seumuran Santi.
"sekarang kerjakan semuanya jangan sampai ada yang tersisa"
"baik bos!"
Suruhan orang tersebut pun pergi, sedangkan wanita paru baya tersebut menatap keluar jendela dengan senyum yang susah untuk di artikan. Lalu datanglah seorang pria paru baya yang mungkin itu adalah suaminya, ya pria paru baya tersebut mencoba untuk menghentikan ulah sang istri yang bisa saja membuat korban meninggal.
"Mi, mending mami berhenti buat ngelakuin ini udah cukup buat kita jadi kayak gini jangan sampai mami nyesel buat ngelakuin semuanya"
"haha, berhenti? gak! mami gak akan berhenti! mami akan buat keluarga mereka hancur dan gak akan bahagia"
"stop! mi kamu sadar gak? kelakuan kamu bisa aja buat orang meninggal?"
"emang itu rencana awal mami"
"st-"
"shutttt! udah percuma ngomong sama papi gak ada gunanya mending papi pergi dari sini. Pergi!"
Ditempat Rika jalanan cukup lengang yang membuatnya tak menunggu di kemacetan, Rika menjalankan mobilnya dengan kecepatan sedang sambil menikmati jalanan yang asri.
"apa gue kasih tau ke hubby ya kalau gue ke sana? eh gak usah deh kalau gue kasih tau gak surprise dong"
Ketika diperjalanan Rika menghentikan mobilnya ke toko roti dan membeli beberapa roti untuk mereka makan dan memberikan kepada karyawan.
"selamat siang, ada yang bisa saya bantu?"
"siang mbak, saya meu pesan donat 10 box mbak"
"baik silahkan ditunggu"
Rika pun menunggu pesanannya sambil memainkan handphonenya, tiba-tiba handphonenya berdering dan Rika pun langsung mengangkatnya.
"Rik lo gapapa kan?"
"waalaikumsalam gue gapapa"
__ADS_1
"eh assalamualaikum"
"waalaikumsalam, gue gapapa kok ini juga gue lagi beli roti lo tenang aja"
"beneran? atau gue suruh Arko jemput lo biar dianterin ke kantor?"
"gak usah lagian ya tinggal 15 menit lagi gue nyampe, ya udah gue tutup ya pesanan gue udah selesai nih"
"em ya udah deh tapi lo ati-ati ya"
"ya tenang aja, gue tutup ya assalamualaikum"
"waalaikumsalam"
Setelah menerima pesanan dan membayarnya Rika pun keluar dan menuju ke parkiran untuk melanjutkan perjalanannya lagi.
Tanpa Rika sadari dari tadi dia diikuti oleh seseorang. Rika pun menjalankan mobil, di tengah perjalanan yang cukup lengang Rika sedikit menaikan kecepatan agar cepat sampai namun naas dari arah berlawanan terdapat truk yang melaju ke Arah Rika dengan kecepatan yang tinggi.
"sial kenapa rem gue blong!" ucap Rika yang berusaha menginjak rem.
"aaaaaakkkkkhhhh" teriak Rika.
"kasih kabar ke bos kalau kalau semuanya udah beres" ucap seseorang berbadan kekar lalu melajukan mobilnya.
Beberapa menit kemudian datanglah orang-orang untuk membantu Rika, setelah susah payah membuka pintu karena Rika mengunci dari dalam. Akhirnya pintu pun terbuka.
"aduh pak gimana ini kaki korban terjepit di dalam?"
"pelan-pelan saja pak, sebentar lagi ambulance datang dan polisi akan segera datang"
"baik pak"
Akhirnya dengan pelan-pelan Rika pun angkat dan beberapa menit kemudian ambulance pun datang untuk membawa Rika ke rumah sakit. Beberapa menit kemudian setelah ambulance membawa Rika polisi pun datang untuk mengecek TKP.
Di kantor Ardit sedang disibukan dengan tugas kantornya, tak berlangsung lama masuklah Arko dengan raut wajah seperti biasa datar! sambil memandangi setiap ruang dengan wajah yang bertanya-tanya.
"kenapa?"
__ADS_1
"Rika mana?"
"hm Rika? gak ada, emang kenapa?" tanya Ardit bingung.
"gak usah becanda"
"ngapain juga becanda Ar, lagian Rika gak kesini kok"
''beneran? lha terus kalau gak kesini kemana? lagian ya, tadi dia ngasih kabar ke gue sama Mel sekitar setengah jam yang lalu buat kesini buat makan siang atau apalah itu, tapi beneran gak kesini?"
"gak ada kalau kesini pun Rika bakal kasih kabar"
Tiba-tiba handphone Ardit berdering dengan nomor yang tak dikenal olehnya, sedangkan Arko hanya mengangkat bahunya, lalu Ardit pun langsung mengangkatnya.
"selamat siang! dengan keluarga Arika Winata?"
"siang, iya dengan saya, ada apa ya pak?"
"kami dari kepolisian memberitahukan bahwa terjadi kecelakaan di jalan Merpati Barat, dengan plat nomor B 1598 AW pukul 14.05 WIB. Dan Untuk korban telah dibawa ke RS Medika, untuk lebih lanjut keluarga bisa langsung ke TKP
"ke-kecelakaan? ba-baik pak saya segera ke sana, terima kasih kabarnya" lirih Ardit.
Tubuh Ardit merosot setelah mendengar kabar bahwa Rika terkena kecelakaan, dirinya merasa bersalah untuk menjaga Rika. Arko pun dengan sigap menahan tubuh Ardit agar tak terjatuh.
"siapa yang kecelakaan?"
"Rika" lirih Ardit.
"kita ke RS sekarang!" ucap Ardit.
Ardit dan Arko pun buru-buru keluar dan menghiraukan sapaan dari karyawan, mereka pun masuk ke mobil dan menjalankan menuju ke RS Medika dimana tempat Rika ditangani. Yang menyetir kali ini Arko sedangkan Ardit tak duduk di bangku sebelah dan tak berhenti berdoa agar Rika baik-baik saja.
"jangan lupa kabarin orang tua lo"
Ardit pun langsung mengambil handphone dan memberi kabar ke Bunda, Ayah, Mama dan Papa kalau Rika terkena kecelakaan.
"cepetin dikit"
__ADS_1
Hay assalamualaikum semua, maaf ya untuk beberapa hari kemarin author jarang up karena author sibuk sama tugas sekolah dan kurang enak badan buat beberapa hari kemarin. Jadi mohon maklumi yaaa :)