Perjodohan Berakhir Cinta

Perjodohan Berakhir Cinta
ʜᴀᴘᴘʏ ʙɪʀᴛʜᴅᴀʏ


__ADS_3

...Jangan lupa jejaknya!!!...


...Happy reading...


...--------...


Jam sudah menunjukkan pukul 05.00. Pagi ini Ardit telah siap dengan setelan jas yang dia pakai, memandangi wajah sangat istri yang masih lelap dengan tidurnya.


Ardit mendekatkan wajahnya, mengecup singkat kening Rika. Rika membuka mata lentiknya perlahan, menampilkan Ardit yang sedang tersenyum manis kepada dirinya.


"pagi sayang" ucap Ardit mencium pipi Rika.


"pagi by" ucap Rika dengan suara khas bangun tidur.


"kamu mau kemana? kok udah rapi gini?" tanya Rika bingung melihat penampilan Ardit dari atas sampai bawah.


"mau cari uang buat Ditya junior"


"kamu mandi gih, terus shalat" lanjut Ardit.


Rika mengangguk, turun dari kasur dan masuk ke dalam kamar mandi. Sedangkan Ardit turun kebawah, di bawah sudah ada kedua orang tuanya, serta kedua mertuanya.


"Gimana Rika?" tanya Santi.


"masih di atas Ma, masih shalat" jawab Ardit dengan sopan.


Untung saja Ardit tak lupa dengan hari spesial sangat istri, di bantu oleh yang lain juga untuk menyiapkan semuanya.


Setelah hampir lima belas menit Rika pun keluar dan menggambil mukena untuk melakukan shalat dua rakaat.

__ADS_1


Selesai dengan shalatnya, Rika turun ke bawah mencari Ardit, Mama dan Papa sudah dua hari Rika menginap di sini.


Mendengarkan langkah kaki dari atas, mereka bersiap-siap di tempat masing-masing termasuk para pelayan yang membantu mereka.


"by" panggil Rika saat rumah terlihat sepi.


"pada kemana ya kok sepi banget, Mama sama papa juga" guman Rika mengedarkan padangan ke setiap sudut rumah.


Rika sudah mengelilingi semuanya, tapi tetap saja tak ada orang yang Rika temui pagi ini.


Sampai akhirnya di taman belakang, Rika dikejutkan dengan ledakan balon yang membuat Rika menutup kedua telinganya.


Duar!


Membuka mata perlahan, Bunda dan Mama menghampiri Rika sambil membawakan kue dengan angka 21. Ah tak menyangka bahwa umur Rika sudah bertambah. Begitupun dengan kandungannya yang sudah berjalan tiga bulan.


"Happy birthday to you, Happy birthday to you, Happy birthday, Happy birthday, Happy birthday to you. Selamat ulang tahun Rikaa!!"


"selamat ulang tahun putri mama" memeluk Rika.


"makasih ma" membalas pelukan Santi.


"semoga panjang umur, sehat-sehat ya, dan jadi ibu Baik" Rika mengangguk memeluk sangat mama kembali.


Ah rasanya baru kemarin Rika berumur 10 tahun sekarang sudah 21 tahun, apa lagi Rika akan menjadi seorang ibu. Tahun ini adalah tahun yang paling bahagia.


Semuanya kembali seperti dulu, tak ada salah paham, dan Rika kembali merasakan kasih sayang malah lebih banyak setelah menikah dengan Ardit.


"selamat ulang tahun menantu bunda, sehat-sehat ya sayang semoga bisa jadi ibu yang baik untuk anak-anak kalian nanti" mengecup kening Rika.

__ADS_1


"makasih bunda"


Setelah berpelukan dengan yang lainnya, Rika mencari keberadaan suami tampannya tersebut. Mendengarkan langkah yang mendekati dirinya Rika menoleh mendapatkan suaminya yang tersenyum.


"selamat ulang tahun sayang, sehat selalu, semoga jadi istri yang lebih baik lagi, jadi ibu yang berguna juga buat anak-anak kita nanti" mengecup kening Rika.


Rika tak bisa menahan lagi air matanya, begitu bahagianya dia hari ini "makasih by" memeluk Ardit.


"hubby punya sesuatu buat kamu" membuka kotak ia bawa.


"kalung?" tanya Rika dengan bingung.


Ardit mengangguk "hubby pakaikan ya" membalikkan tubuh Rika perlahan, memasangkan kalung yang berhiaskan permata yang sangat indah.


"suka?" Rika mengangguk dan kembali memeluk Ardit.


Santi dan Rusdy merasa bersyukur melihat putri mereka yang kembali bahagia, kembali mendapatkan kasih sayang.


Hingga akhirnya suara Ayah Ardi menghentikan kedua sejoli tersebut "ehem, udah dong pelukan nya, di lanjut nanti lagi. Sekarang kita sarapan kasihan tuh cucu Ayah nantinya"


Mereka pun menuju ke meja makan. Para istri menyiapkan terlebih dahulu untuk suami mereka di lanjut dengan dirinya.


"Rik gimana masih muntah gak?"


Rika menggeleng "udah gak Ma"


"lain kali kalau gak kuat jangan di terusin sayang takut kenapa-napa nantinya" ucap Santi memperingati.


Ardit yang memberitahukan ke semua, bahwa gara-gara pecel lele kemarin Rika jadi sakit perut untung tak terjadi apa-apa.

__ADS_1


... -------------------------------...


Jangan lupa tinggalkan jejaknya karena satu jejak berarti banget buat author!


__ADS_2