
Menginjakan kaki ke dalam SMA Trisatya, melangkahkan kaki menuju ke kelas. Lea berjalan dengan langkah yang tak enak.
Dari kemarin Al sudah melarang Lea untuk berangkat ke sekolah karena Al takut akan terjadi apa-apa sama Lea nantinya.
Tapi karena Lea membujuk dengan berbagai rayuan. Al pun mengijinkan Lea untuk ke sekolah. Dengan satu alasan jangan ke mana-mana.
"Oke aku izinin dengan satu syarat kalau mau ke toilet atau kemana pun ajak yang lain. Jangan pernah sendiri, ngerti?!"
Al dia tak ke sekolah duluan dirinya pergi terlebih dahulu ada suatu hal yang harus dirinya urus.
Terdengar mulai dari masuk hingga menuju ke kelas, namanya tak berhenti tersebut. Andai ada Al udah di usir mereka.
Lea yang malas menanggapi ucapan mereka hanya menggelengkan langkah pelan.
"ih gue iri tau sama Lea, boleh gak sih tukar posisi"
"Jinjja gue gak salah denger kemarin Lea di gendong sama Al?"
"Iya kan kemarin Lea pingsan"
"Dan muka Al itu khawatir banget"
"Apa mereka punya hubungan lebih ya?"
Punya! Suami-istri.
Langkah Lea terhenti ketika ada sepasang sepatu yang menghalangi jalannya. Mendongakkan kepala menatap ke arah depan siapa yang berani menghalangi jalannya?.
Lea hanya memutar bola mata malas.
"Minggir gue buru-buru!" Lea yang ingin melanjutkan kembali langkahnya terhenti ketika orang tersebut menarik lengan Lea.
"Ngapain sih lo!"
"Gue yang tanya sama lo!" Ucap Sandra dengan Ketus.
Lea tertawa ringan "Terus?"
"Ada hubungan apa lo sama Al?"
Lea menggeleng. "Gak ada"
"Bohong! Gue tau hubungan lo sama Al gak hanya temen"
"Iya gak hanya temen, tapi SAHABAT!" Ucap Lea menekan kata sahabat.
"Yakin sahabat gak ada yang lain?"
"Iya, gak ada" Ucap Lea dengan malas.
Lea menatap Sandra dengan malas, malas menghadapi sosok Sandra. Sandra sudah lama menyukai Al mulai dari kelas X tapi Al menolaknya mentah-mentah.
Ya lah! Al mana mau sama dia, udah baju ketat, make up tebal lima senti, tukang bully lagi.
"Tapi.. Kemarin gue lihat Al gendong lo. Dia khawatir tapi bukan khawatir sebagai sahabat. Melainkan seorang pacar atau lebih"
"Terus kenapa? Kan terserah Al dia mau khawatir gue apa. Mau khawatir sahabat, teman, sepupu, pacar kan terserah dia. Kenapa lo yang jadi ribet!" Ucap Lea dengan sedikit emosi.
Nih anak kayaknya ngajak ribut dah!
"Ya lah kan gue pacarnya" Ucapnya dengan percaya diri.
Lea menahan tawanya, hampir saja tawanya keluar. Apa tadi? Telinga Lea gak rusak kan? Kayaknya telinga Lea perlu di periksa di THT deh.
Ngaco banget! Lo ngomong pacar sedangkan didepan lo itu istrinya.
"Pft... Hahahahaha" Tawa Lea yang sudah tak tahan.
Semua murid yang berada di sana menatap mereka. Ada yang penasaran, ada yang bingung, ada yang tak sengaja lewat.
Lea tak bisa lagi menahan tawanya, sesekali mengelap air mata yang keluar dari pelupuknya
"Apa? Sorry gue gak denger lo ngomong apa" Lea berucap dan diakhiri kekehan.
"Cih lo itu cuma sebatas sahabat jadi jangan sok deh! Kalau nanti Al udah milik gue, jangan harap lo bisa deket sama dia" Ucap Sandra yang semakin membuat tawa Lea menggelegar.
Sial!
Lea tak tahan
Ngaco nya tinggi bener, pengen banget Lea buka semua atau bahkan di setiap sudut kelas Lea akan tulis 'LEA SUDAH MENJADI ISTRI AL'.
Dan Lea tau apa yang terjadi nantinya, mau sih buka tapi ogah deh, Lea males buat nambah beban. Udah cukup bebannya sebanyak itu.
Menarik nafas untuk meredakan tawanya. Menatap kembali kearah Sandra "Halusinasi lo ketinggian mbak! Kalau mau halu mending ngaca dulu deh, atau gak punya kaca di rumah? Ngaca yang bener liat penampilan lo dari atas sampai bawah" Ucap Lea menunjuk Sandra dengan jari telunjuknya dari atas sampai bawah.
"Udah? Kalau udah liat muka lo! Muka kayak ondel-ondel aja belagu! Lo mau sekolah apa kondangan?. Dan penampilan lo juga, lo mau sekolah apa open BO?" Ucap Lea langsung meninggalkan Sandra dengan muka merahnya.
Menahan malu.
Lea dari tadi tak bisa menahan tawanya, biarin dikata gila. Salah kan si Sandra ngaco nya berlebihan. Sampai membuat Lea tertawa seperti ini.
Masuk kedalam kelas, masih dengan tawanya membuat beberapa anak menatap kearahnya bingung, tak hanya teman melainkan sahabatnya juga.
__ADS_1
"Lo napa dah?" Tanya Danish dengan bingung.
Lea menoleh kearah Danish "Gak gue seneng aja hari ini"
"Seneng?" Lea mengangguk "Seneng kenapa?"
"Seneng aja bisa bikin Sandra malu" Ucap Lea dengan senyum nya, masih membayangkan bagaimana malunya muka Sandra.
Salah sendiri sih bilang begitu kan kena, untung gak ada Acha di sana kalau ada udah deh, malu nya dobel kill.
"Pagi kesayangan Ghea!" Ucap Ghea dengan teriak membuat satu kelas menatap kearahnya.
"Anjir berisik setan! Teriak-teriak lagi" Kesal Acha menatap tajam Ghea.
"Gak peduli"
"Siapa juga yang peduli sama lo" Ucap Acha yang membuat Ghea diam.
"Serah lo lah Ca!"
"Peduli? Gak"
Lea dan yang lain hanya menggelengkan kepala melihat mereka berdua berantem, kalau gak sama Danish ya Acha.
"Tumben berangkat pagi" Sindir Acha.
"Serah lo dah! Berangkat pagi salah! Berangkat telat salah. Mau lo apa!" Ucap Ghea dengan kesal.
"Lo mati" Dua kata yang ngejleb di hati.
"Udah ges udah, gak usah berantem. Mending ribut" Ucap Danish yang membuat semuanya menatap kearah Danish tajam.
Terus buat apa lo pisah kalau ujung-ujungnya ribut! Ih kesel sendiri kan.
Maklum otak Danish kan setengah, jadi kalau ngomongnya ngawur maklumi aja.
Lain halnya di tempat Al. Dengan para inti Alvarebos mereka berkumpul di roof top. Mereka sedang membahas siapa orang yang sering mengintai basecamp nya.
"Kemarin malam gue nemuin ada bendera yang robek" Ucap Jojo membuat mereka bertiga menoleh kearahnya.
"Sobek?"
"Iya, kayaknya ini termasuk bagian dari rencana mereka deh"
"Bendera yang baru buat pelantikan anggota?" Tanya Thony.
Jojo mengangguk, Baru-baru ini Al dan yang lain sepakat untuk membuka kembali anggota baru. Ada sekitar enam orang yang tergabung dalam Alvarebos.
"Ya udah biarin aja dulu, gue mau tau seberapa lama mereka lakukan intaian ini. Lama atau gak mereka yang akan keluar terlebih dahulu dari sarangnya" Ucap Al dengan senyum devil nya membuat yang lain meneguk saliva dengan susah payah.
"Udah ketemu siapa orang yang buat celaka Lea?"
"Udah"
"Siapa?"
"Em Sandra"
Sandra? Sandra cewek tukang bully itu. Cewek yang selalu ngejar-ngejar dia?.
"****!" Umpat Al menatap ke depan.
...…...
Istirahat telah berbunyi membuat semua murid berlarian ke kantin untuk makan dan minum.
Lea dan yang lain berjalan menuju ke kantin, Lagi-lagi Sandra menghalangi mereka berlima untuk lewat.
"Et mau kemana?"
"Minggir!"
"Gak mau, gue cuma mau ngobrol bentar sama Lea"
Lea yang malas meladeni hanya diam, Acha yang melihat Lea tak suka membuka mulut.
"Lo punya telinga?" Tanya Acha dengan ketus.
"Punya"
"Minggir!"
"Gak mau, dia noh yang minggir. Lo itu ya gue bilang cuma sahabat. Gak usah sok-sokan buat deketin Al deh. Daripada lo yang nangis darah nantinya kalau lo tau gue yang akan jadian sama Al"
Mulai lagi halu nya udahlah bawa aja Sandra ke RSJ. Rawat inap aja sekalian bwahahah.
Semuanya menahan tawa, oh jadi ini yang membuat Lea tertawa cekikikan.
"Kuping lo berfungsi gak sih! Lo paham gak sih sama arti minggir?" Tanya Acha dengan kesal.
"Gue gak ada urusan sama lo! Urusan gue sama dia" Ucap Sandra menunjuk Lea.
__ADS_1
"Urusan Lea urusan kita kenapa?" Ucap Ghea yang mulai emosi.
"BANGSAT! LO NGERTI ARTI MINGGIR GAK SIH BEGO!MINGGIR ATAU GUE PAKAI CARA KASAR BUAT MINGGIRIN LO?" Tanya Acha yang mulai emosi.
"Udah-udah Ca biarin, kita pergi aja" Ucap Lea menarik tangan Acha untuk pergi.
Mereka melanjutkan kembali jalan mereka menuju ke kantin, sampai kantin Lidya dan Danish yang memesan makanan.
Pesanan pun datang, mereka pun makan dengan tenang Selesai makan mata Lea menatap sekeliling kantin.
Tak ada Al?
"Dia kemana ya?" Batin Lea bertanya-tanya.
"Masa belum balik? Gak mungkin dong, ini udah istirahat. Biasanya dia ke kantin tapi kenapa gak ada" Batin Lea kembali dengan mata menatap sekeliling kantin.
"Lo kenapa Le?" Tanya Lidya yang dari tadi menatap Lea yang sedang mencari sesuatu.
"Eh gak kok gapapa"
"Oh.. "
...…...
Jam masuk telah berbunyi membuat semua murid kembali ke kelas untuk melanjutkan *** mereka.
Di kelas Al, langsung masuk membuat semua murid yang tadinya berisik menjadi diam.
Menghampiri bangku Sandra dan Angel. Mereka berdua yang di datangi Al membuat mereka salting.
Ye ke-PD an lo bambang!
"Maksud lo apa buat Lea ke kunci di kamar mandi!" Ucap Al menatap tajam Sandra.
Sandra yang mendengarkan ucapan Al dibuat bingung, kunci Lea kapan? Bahkan yang Sandra tau kalau Lea ke kunci di kamar mandi dan pingsan.
"Hah! Maksud lo apa sih?" Tanya Sandra dengan bingung.
"Maksud lo apa buat Lea ke kunci di kamar mandi!" Ucap Al mengulangi lagi ucapannya tersebut.
"Gue gak tau Al" Ucap Sandra yang tau tau apa-apa.
Ya memang dia tak tau apa yang Al maksud datang-datang membentak nya dan bilang kalau dia yang jebak Lea?.
"Bangsat! Gue ngomong sekali lagi maksud lo apa buat kunci Lea!" Al berucap dengan meninggikan suara nya membuat satu kelas sunyi.
"Gua gak tau! Lo ngomong apa. Sumpah!" Ucap Sandra.
Ucapan Sandra malah membuat Al emosi. Kenapa gak jujur aja?.
"Udah jujur aja San, ribet amat" Jojo berucap.
"Apa sih! Gue gak tau apa yang kalian maksud. Jebak? Jebak Lea bahkan gue aja baru tau kau Lea pingsan" Ucap Sandra dengan sungguh-sungguh.
Al mengepalkan kedua tangannya dengan erat, sampai-sampai buku-buku kukunya memutih.
Bruk
Al mengebrak meja membuat mereka berdua kaget, bukan hanya mereka berdua tetapi satu kelas.
Menarik kerah baju Sandra dan menatap nya tajam. "Gue mau lo minta maaf ke Lea sekarang juga"
"G-gak mau! Ngapain gue minta maaf, kalau gue gak ngelakuin yang lo maksud"
"Brengsek!" Umpat Al mendorong Sandra hingga terjatuh.
Revan yang melihat hal tersebut menahan tubuh Al untuk tak kasar dengan Sandra. Mati kalau Al sudah kasar bisa-bisa hari ini Sandra tinggal nama atau berbaring di rumah sakit.
"Al, sabar Al. Tahan emosi lo"
Al menatap tajam Sandra, ingin sekali dirinya membuat Sandra bertekuk lutut kearah Lea. Al yang ingin melanjutkan kembali ucapannya terpotong ketika Pak Nanda datang.
"Assalamu'alaikum" Ucap pak Nanda memasuki kelas IPS 2.
"Waalaikumsalam"
"Lho ini kenapa kok mojok semua? Ayo balik ke bangku masing-masing!"
Revan menarik Al agar tak melanjutkan kembali. Sebelum itu Al mendekat kearah Sandra dan membisikan sesuatu.
Hayo bisikin apa?
"Gue kasih tau lo sekali lagi, kalau sampai gue lihat lo nyakitin Lea jangan harap lo bisa injak kaki lo di sekolah ini. Dan jangan harap hidup lo pernah tenang" Bisik Al dengan pelan tapi mematikan.
...…...
Sandra sih cari masalah sama Al kan kena! Gak kok guys bukan Sandra yang lakuin. Tapi bo'ong.
Oke oke lanjut gak nih?
Sebelum itu follow yuk akun author
tinggalkan jejaknya ya 🥰🥰
__ADS_1