Perjodohan Berakhir Cinta

Perjodohan Berakhir Cinta
ʜᴀᴍɪʟ?


__ADS_3

Hari ini keadaan Lea kurang baik, setelah pulang dari sekolah. Lea tiba-tiba mual dan kepalanya terasa pusing.


Al membantu Lea memijat tengkuk nya dengan pelan. Al mengendong Lea dan menidurkan di atas kasur.


"Kita ke rumah sakit ya? Kamu pucet sayang" Al mengelap pelipis Lea yang berkeringat.


Lea menggeleng. "Gak mau" ucapnya dengan memejamkan matanya.


"Sayang.."


"Gak mau Al, mungkin aja aku masuk angin. Akhir-akhir ini kan aku jarang istirahat. Ribet sama ujian. Udah gapapa kok" Lea mencoba menenangkan Al. "bobok sini" Lea menepuk kasur sebelahnya. Menyuruh Al untuk tidur.


Al mencoba sekali lagi untuk membujuk Lea ke rumah sakit. Dirinya ingin menelpon dokter pribadi, tapi dengan cepat Lea merampas handphone Al.


Lea menolak dengan alasan masuk angin biasa, karena mereka berdua di sibukkan dengan ulangan-ulangan serta ujian. Mereka akan menghadapi ujian nasional nantinya. Untuk bulan depan.


"Aku panggil dokter ya" tangan Lea terulur mengusap punggung Lea.


"Gak mau, Al. Aku gapapa"


"Tapi badan kamu kenapa-napa" Al menatap Lea kasian.


"Gak kok Al, udah ah aku ngantuk" Lea memeluk erat Al.


Al menghela nafas kasar, kenapa gadisnya keras kepala. Gak tau apa bahwa Al khawatir setengah mati.


Handphone Al berdering, membuat Al menatap Lea sekilas. Al menghela nafas, melihat Lea bernafas teratur. Mengambil handphonenya pada nakas. Jojo, nama kontak yang tertera pada handphone Al.


"Hm?"


"Lo dimana?"


"Rumah"


"Lo gak ke basecamp? Anak-anak nungguin lo di sini"


"Gak, Lea sakit. Gue gak ke sana"


"Lha bu bos sakit. Ya udah, eh anak-anak udah jaga di apartemen lo"


"Hm"


"Bilangin ke bu bos, gws ye"


"Ya"


Al langsung menutup panggilan. Menatap Lea sekilas, tanpa terasa dirinya mengantuk. Al perlahan menutup kedua matanya.


...…...


Di basecamp, seperti biasa mereka berkumpul. Hal ini lah yang membuat tali antara anggota Alvarebos semakin kuat. Dan itulah membuat siapapun betah untuk main ke sini.


Walaupun tampangnya sangar, tapi hatinya hello kitty. Di basecamp cukup lengkap. Ada kamar, dapur yang berisi berbagai makanan dan minuman. Basket di taman belakang, Billboard serta yang lainnya.


Ini sih bukan basecamp lagi namanya.


"Gimana?" tanya Revan masih dengan membaca bukunya.


"Gak kesini"


"Lha napa?" tanya Thony, yang duduk di samping Jojo.


"Lea sakit, makanya Al kagak ke sini"


"Bu bos sakit, wah gitu tuh jadi orang terlalu rajin" celetuk Thony.


"Bukan rajin, Lea cuma mau yang terbaik" Ucap Revan dengan bijak.


"wah best prend gue, bijak banget" Jojo, cowok itu menggelengkan kepala sambil menepuk pundak Revan beberapa kali.


Hal itu membuat Revan memutar bola mata malas, gini bener punya temen. Dia melanjutkan kembali bacaan bukunya, tak menghiraukan ucapan kedua sahabatnya yang, gesrek!


...…...


Pagi ini, keadaan Lea sudah cukup membaik walaupun begitu Al melarang Lea untuk masuk. Katanya takut kenapa-napa. Untung hari ini hanya akan ada try out doang.


"Gak mau Al. Nanti ketinggalan gimana? Aku masuk aja, gak mau titik!" Kekeuh Lea, dia ingin sekali masuk.


"Gak ada! Kamu itu sakit. Liat tuh muka kamu aja pucet kok. Udah kamu di rumah aja"

__ADS_1


"Gak ma-"


"Oke, gak masuk apa aku bawa ke rumah sakit?" tanya Al tanpa bantahan.


Hal itu membuat Lea diam, ya mau tak mau Lea tak masuk hari ini. Begitupun dengan Al. Katanya mau menemani Lea agar tak sendiri.


Mereka pun melaksanakan sarapan, yang buat Al. Dia membuat sup, lumayan lah ya, sedikit asin doang. Tapi karena mulut Lea kurang baik-baik, jadi rasanya seperti biasa. Malah hambar katanya.


Baru beberapa sendok makan, Lea langsung lari menuju ke wastafel. Memuntahkan semua makannya.


Howekk.. howekk..


"pelan-pelan"


"Ke rumah sakit ya?"


Lea menggeleng, memang erat wastafel. Kepalanya sangat pusing. Entah apa yang membuat Lea tak mau yang pasti Lea benci dengan rumah sakit. Apalagi dengan aromanya. Al mengendong Lea, membawanya keatas.


"Al"


"Hm?"


"Beliin asinan doang"


"Hah? Ngapain sayang" Al bingung, udah gadisnya tak mau makan, malah minta asinan.


"Mau asinan boleh ya"


"Kamu yakin? Kamu gak suka lho sayang" tanya Al memastikan, kenapa istrinya aneh. Gak makan maunya asinan.


"Yakin, beliin" entah kenapa, Lea nangis dong. Hal itu membuat Al mengusap wajah kasar. Istrinya kenapa.


"Oke tunggu sini, aku beli dulu"


Lea mengangguk cepat, ah membayangkan asinan rasanya. Al pamit keluar, sedangkan Lea duduk santi sambil menunggu Al mencari asinan.


"Aku berangkat, jangan ke mana-mana!" tegas Al.


"Siap komandan!" ucap Lea, dengan hormat.


Tak berapa lama Al datang dengan kresek berisi asinan, hal itu membuat Lea meneguk salivanya, membayangkan rasa asinan.


"Le, yakin di abisin?" Lea mengangguk, menikmati asinan.


"Cewek gue kenapa sih?" batin Al bertanya-tanya.


Padahal kan asinan, makanan yang tak Lea sukai. Tapi sekarang? Makanannya lahap seperti menikmati. Lea menoleh kearah Al, menawari asinan nya, Al menolak menyuruh Lea untuk menghabiskannya.


...…...


Keesokan harinya, keadaan Lea sudah membaik. Karena hari ini hari sabtu. Hanya ada bimbel doang. Mereka memutuskan untuk di rumah aja. Gak kemana-mana.


Siang ini kembali lagi, Lea memuntahkan isi makanannya. Hal itu membuat Al khawatir. Dari kemarin Lea hanya makan sedikit, dan sekarang makanannya keluar.


"Gak ada alasan kita ke rumah sakit sekarang!" Tegas Al.


"Gak mau, bau rumah sakit" tolak Lea.


Al menghela nafas lelah. "Ya namanya juga rumah sakit, ya bau rumah sakit dong. Masa iya rumah sakit bau toko roti kan gak mungkin. Kecuali dikasih bau aroma" gemas Al.


"Gak, orang Lea gapapa kok Al"


Hal itu membuat Al menatap tajam Lea, suah banget buat ajak Lea. "Kamu itu sakit Lea!" Ucap Al dengan nada sedikit tinggi.


Lea menunduk. "Tapi-"


"APA? Mau nolak lagi, kamu sayang gak sih sama badan kamu hah? Ini buat kamu Lea, bukan buat aku, keadaan kamu dari kemarin itu gak baik-baik aja. Alasan kamu nolak cuma buat gak suka aromanya gitu?" Ucap Al tegas.


"Aku telpon juga kamu larang, aku ajak gak mau. Maunya gimana?!" lanjut Al kembali.


Al menutup kedua matanya, menahan emosi yang bergejolak pada dirinya. Menarik Lea kedalam pelukan, mengecup Lea.


"Maaf"


"Maaf udah bentak kamu" Al mengusap air mata mata Lea.


Malam harinya keadaan mereka sudah baik-baik saja, walaupun tadi siang sempat berantem karena Lea sangat susah untuk di ajak ke rumah sakit. Al tak marah, hanya saja dirinya khawatir dengan keadaan Lea.


Lea hanya makan sedikit terus memuntahkan kembali, dan itu sudah terjadi satu harian. Gimana gak khawatir coba?

__ADS_1


Al duduk memangku laptopnya. Mengerjakan tugas bimbel nya tadi. Sekalian juga dengan membaca berkas-berkas yang tadi sore bundanya kirim.


Lea, gadis itu berada di atas. Entah ngapain, yang pasti sampai sekarang belum turun kebawah.


Hingga akhirnya suara teriakan terdengar pada telinga Al yang membuat cowok itu terlonjak kaget. Malem-malem teriak-teriak, untung apartemen Allea kedap suara kalau gak?


"Al"


"Al"


"Al"


Lea menuruni anak tangga dengan buru-buru, dengan air mata yang mengalir. Membuat Al khawatir.


"Al"


"Hei kenapa? Kamu nangis? Ada apa?"


"Al" dengan suara tangisan Lea mendekat.


"Ada apa sayang, ada yang sakit? Hm"


Langsung saja Lea memeluk Al, menyembunyikan wajahnya pada dada Al. Tangisan seketika pecah, Al diam. Dia tak tau hal apa yang membuat gadisnya menangis, tangannya terulur mengusap lembut punggung Lea.


"Ada apa?" tanya Al dengan lembut.


Lea mendongak, menatap Al dengan haru. Air matanya masih mengalir deras. Ahhh dirinya bahagia bahkan sangat sangat bahagia.


"Kenapa?"


Lea mengeluarkan benda yang berada di tangannya, memberikannya kepada Al. Al menatap Lea tanya, ini apa?


"Buka aja" Ucap Lea sambil mengelap air matanya, dan tak lupa senyum manis yang terbit pada bibir mungilnya itu.


Al membuka telapak tangannya, betapa kagetnya dia melihat benda itu. Menatap kembali kearah Lea, Al memukul pelan pipinya, memastikan bahwa ini bukan mimpi!


"Ini beneran?" Lea mengangguk.


Al tak bisa berucap apapun, mulutnya seakan terkunci, hatinya tak berhenti mengucapkan Terima kasih. Menarik Lea, tangisan kebahagian mereka berdua terdengar.


Mengisi keheningan.


"Makasih Lea, makasih" tak berhentinya Al mengucapkan kata-kata itu.


Al melepaskan pelukan, menatap Lea. Tangannya melingkar pas pada pinggang Lea. Mengecup serta mengisap kecil bibir Lea, Lea membalas ciuman Al, mengantungkan tangannya pada leher Al.


Mereka saling membalas satu sama lain. Mereka berdua sama-sama saling menyalurkan rasa yang bergejolak di dada.


...…...



17.893 likes


alvaroadbr_ thx babe ❤ @lealou_


lealou_ @alvaroadbr_ 😘


ghea.atn wih yang bunting juga, selamat beb @lealou_ & @alvaroadbr_


jojo.abraham selamat, sehat-sehat bu bos! Di tunggu pestanya!!


van_bakker selamat, sehat-sehat Le!


fansallea_ congrast buat kalian 😍


allea_fans sehat-sehat kak @lealou_


dnish_mdsion akhirnya gue jadi onty dong


achacaca__ selamat Lea & Al sehat-sehat ye, jgn begadang mulu


thonypram00 penerus alvarebos! Congrast lo pada, ditunggu selametannya !!


...…...


Hua akhirnya Lea bunting, hiks nana seneng bener bikin part ini.


Seneng gak sih sama part ini, oh iya maaf ya kalau part kemarin agak gimana. Nana emang buat gitu biar seru aja sih. Tenang aja kok dibalik semua masalah pasti bakal ada kebahagian. Kalian tunggu aja 😁😁

__ADS_1


See you next episode guys pay-pay


__ADS_2