Perjodohan Berakhir Cinta

Perjodohan Berakhir Cinta
ᴋᴇʟᴜᴀʀɴʏᴀ sᴀɴɪᴀ


__ADS_3

"ngapain gue fitnah lo, gak ada gunanya juga ke gue kali" ucap Rika.


Sania ingin melanjutkan ucapannya tadi, Tiba-tiba guru datang dan membuyarkan semuanya, untung videonya cuma beberapa detik doang, jadi tak terdengar atau terlihat guru.


"kalian berdua, kenapa berantem terus sekarang ikut saya" ucapnya.


Mau tak mau Rika dan Sania mengikuti Rika hanya jalan santai, sedangkan Sania sudah ketakutan apa semuanya terbongkar?. Mereka berdua sampai ke raung dekan, mereka dipersilahkan untuk duduk sambil menunggu kedatangan kedua orang tua mereka.


beberapa menit kemudian ada seseorang yang mengetuk pintu, dan yap datanglah Rusdy dan Adi. Merekapun langsung membicarakan ke inti masalah.


"baik semuanya telah berkumpul, kita di sini membahas masalah antara Rika dan Sania karena tadi mereka sempat bertengkar" ucap dekan.


Rusdy yang mendengarkan itu hanya diam dan hanya melirik sang anak.


"saya gak akan lakuin itu kalau dia gak mulai duluan" ucap Rika.


"heh kamu yang fitnah saya, ngapain saya yang kena" ucap Sania.


"udah lah gini deh saya gak mau diperpanjang mending bapak liat vidio ini" ucap Rika memberikan handphonenya.


Semuanya pun melihatnya dan terkejut terutama Adi dia tak menyangka anaknya akan melakukan ini. Sania yang melihat itu langsung memutar otak untuk membela dirinya.


"gak itu bohong Rika udah fitnah saya, mana mungkin saya melakukan hal sekotor itu" ucap Sania.


"ya lo emang KOTOR" ucap Rika.

__ADS_1


"maksud kamu apa? kamu yang kotor" ucap Sania membela dirinya.


"shut gak usah banyak omong deh, oke lo sekarang gak ngaku gimana kalau dengan yang ini" ucap Rika membuka pintu.


Datang lah seorang pria paru baya, hampir mirip umurnya dengan Rusdy namun beda beberapa tahun. Orang tersebut adalah orang suruhan Sania untuk membantunya mempermalukan Rika.


"ini maksudnya apa?" tanya Adi yang dari tadi diam.


"bapak boleh bicara" ucap Rika menghiraukan ucapan Adi.


"saya adalah seseorang yang diutus non Sania untuk menfitnah mbak Rika, menyuruh saya untuk menyebarkan foto-foto tersebut ke semua anak kampus, dan yang sebenernya melakukan itu adalah non Sania" ucap bapak tersebut.


Sania yang mendengarkan itu membela dirinya, tapi semuanya naas karena Rika memanggil Amel dan membantunya memojokkan Sania dengan kasus ini ataupun kasus pembullyan. Dengan terpaksa Sania menyebutkannya karena dia tak bisa berkata apa-apa karena telah terpojok.


"oke semuanya telah jelas, saya mau Sania di keluarkan dari kampus, saya tak ingin hal ini terjadi lagi ke anak saya ataupun yang lainnya" ucap Rusdy.


"gak-gak saya gak mau enak aja bapak keluarin saya gak saya gak mau" ucap Sania.


Rika yang melihat hal tersebut mulai memanas karena Sania berteriak dan membuat semuanya pusing, Rika menelphone sang sekertaris sang papa.


"halo om" ucap Rika.


"iya Rika ada apa?" tanya Dimas.


"em om lakuin sekarang ya hancurkan semua tapi hanya sisain beberapa persen dan yap jangan lupa untuk sebarkan ke media" ucap Rika.

__ADS_1


''iya oke om lakukan kamu tunggu aja ya, ya udah om tutup" ucap Dimas menutup panggilan.


Dan benar saja beberapa menit setelah Rika memberi kabar ke Dimas handphone Adi berbunyi Adi pun langsung pamit dan mengangkatnya betapa terkejutnya perusahaannya merosot tajam.


"ada apa Pi" ucap Sania.


"perusahaan bangkrut?" tanya Rika.


"haha ya ini karma sih buat lo, gue udah bilang kan setelah lo keluar dari kampus jangan harap gue kasih keluarga lo kebahagian, ini semua terjadi karena lo karena gue udah kasih kesempatan emas ke lo tapi lo pake buat lawan gue ya ya udah" ucap Rika yang membuat semuanya kaget.


Adi langsung menarik tangan Sania untuk keluar, dia malu melihat ini semua, Rusdy Rika dan Amel mengikuti kemana mereka berdua berjalan pulang.


Sampai lobi kampus Sania tak berhentinya berteriak untuk dilepaskan, semua murid yang ada di sana melihat ke arah dimana Adi dan Sania berada.


PLAKK! satu tamparan lepas dari tangan Adi, terpaksa melakukan ini kalau tak begini Sania tak akan diam. Semuanya terpukau melihat itu waw Sania di tampar wah berita menyenangkan nih.


"wah gila di tampar depan orang dong" bisik Mel.


"haha bodo amat gue gak peduli, kalau gak dengan ini tu anak gak bakal jera" ucap Rika


"kamu yang udah bikin perusahaan papi bangkrut, kalau kamu gak lakuin ini kita gak akan hidup susah" ucap Adi


Adi langsung menarik tangan Sania dan membawanya keluar kampus.


"Rika! liat aja lo nanti gue bakal balas dendam ke lo!" teriak Sania.

__ADS_1


"gue tunggu!" teriak Rika.


"akhirnya gue bisa tidur nyenyak entar malam" ucap Amel.


__ADS_2