Perjodohan Berakhir Cinta

Perjodohan Berakhir Cinta
ᴀᴋɪʙᴀᴛ ᴍᴀɴɢɢᴀ ᴍᴜᴅᴀ


__ADS_3

Memasuki usia kandungan tiga bulan, membuat Al kewalahan harus menuruti perintah gadisnya. Belum lagi malam-malam buta, Al harus mencari makanan.


Al menatap dingin Lea, menyenderkan tubuhnya pada meja makan. Menatap kegiatan Lea. Sudah beberapa kali Al menghela nafas sabar. Kenapa Lea makin keras kepala.


Apalagi keadaan Lea akhir-akhir ini sering drop, entah pusing, suka berkeringat, dan juga sering laper tengah malam.


"Le, udah ya istirahat. Keadaan kamu lemah Lea" Al mengambil alih lap yang Lea pakai.


"Gak, tinggal dikit ini. Udah sana" Lea merebut kembali lap itu.


Al menggaruk tengkuknya yang tak gatal. Lea itu lagi gak enak badan. Dan masalahnya lagi Lea gak sendiri, dia bawa bayi.


"Lea"


"Tinggal dikit Al" bantah Lea.


"Nurut dikit bisa gak? Kamu sakit Lea, kamu gak sendiri sekarang. Ada nyawa di dalam tubuh kamu. Kamu lupa apa kata Tante Syera, kamu itu lagi lemah Lea. Nurut sekali aja bisa gak?" tanya Al.


"Iya ini udah" ucap Lea pasrah, daripada berantem ye kan.


"Ya udah kita istirahat, kepalanya masih pusing gak?"


Lea mengangguk. "Iya pusing"


Malam hari pun tiba, Lea membangunkan Al yang terlihat pulas. Mendengarkan panggilan Lea membuat Al terbangun.


"Ada apa?"


"Beliin mangga muda"


Al mengubah posisinya menjadi duduk. Cowok itu menatap kearah jam, jam satu dini hari dan Lea meminta mangga muda?. "Ini udah malam Lea besok aja ya, kita beli di pasar"


"Gak mau, mau sekarang" rengek Lea.


"Cari dimana jam segini? toko pada tutup Le. Nanti pagi ya?"


"Gak mau, sekarang titik!" kekeuh Lea.


"Tapi Le-"


"Gak ada penolakan, cari sekarang. Kalau gak ketemu gak boleh pulang. Cariin" Lea mendorong Al untuk bangkit dari kasur, menyuruh suaminya untuk membelikan mangga muda.


Membayangkannya saja membuat Lea ngiler.


"Iya, tapi besok"


Mata Lea mulai berkaca-kaca. "Gak sekarang, hiks ayo" tangis Lea. Ya, akhir-akhir ini Lea sering menangis ketika keinginannya tak dituruti oleh Al. Mungkin saja karena hamil jadi sensitif.


"Oke, aku cari sekarang" Al langsung saja menyambar jaket dan juga kunci motor.


"Ikut"

__ADS_1


"Gak, kamu disini aja, diluar dingin. Aku cariin dulu mangga nya. Tutup pintu jangan sampai kamu buka sebelum aku dateng!"


"Siap bos"


Al keluar meninggalkan Lea, Lea menyalakan TV menonton serial yang ada. Sambil nyemil jajan.


Al keluar, dirinya masih berfikir. Cari dimana mangga muda jam segini? Langsung saja Al menelpon sang Bunda, untuk mencari tau penjual mangga ada dimana.


"Istri gue bener-bener" batin Al.


"Assalamu'alaikum Al" Terdengar suara Ardit di sebrang.


"Waalaikumsalam Pa"


"Ada apa nak? Tumben banget telpon pagi-pagi buta gini"


"Pa, Bunda gak? Al mau ngomong sama Bunda"


"Sebentar, halo Al ada apa?" Tanya Bunda.


"Bun, tau penjual mangga muda gak?"


"Ngapain kamu cari mangga?"


"Biasa Lea ngidam"


"Oh Lea ngidam, aduh bunda kurang tau nak. Bunda jarang beli mangga muda soalnya"


"Gak ada, dulu kamu mah gak minta apa-apa. Kecuali pecel lele, itu doang. Coba deh kamu tanya ke Amel, mertua kamu. Mungkin aja dia tau" Usul Rika.


"Ya udah bunda, al telpon mama kalau gitu"


"Ya nak, jangan lupa pakai jaket ya. Dingin hawanya"


"Iya bun Al tutup ya"


Al menutup panggilan, mencari kontak sangat mertua. Menunggu cukup lama akhirnya mertuanya itu mengangkat panggilan darinya.


"Halo Al, ada apa nak?"


"Ma, Mama tau penjual mangga muda gak?"


"Ada di jalan Makmur Jaya sana, tapi jam segini mana ada yang buka. Kenapa Al? Lea ngidam ya?"


"Iya Ma, ya udah Al tutup Ma, mau lanjut cari lagi. Takut Lea tunggu"


"Iya Al, ati-ati ya"


Menutup panggilan, Al menjalankan motornya menuju ke tempat yang amel katakan tadi. Kalau gak buka ya, ya udah dobrak aja wkwkwk.


Di tempat Lea, Lea masih menunggu Al dengan sabar. Menatap jam dinding sudah hampir satu jam Al belum balik. Al mengecek handphonenya mencoba menelpon Al.

__ADS_1


Matanya tertuju pada pesan yang mengambang pada layarnya.


0874225xxxx


in a minute


"Apaan sih nih orang. Gak jelas bener dah. Kirim-kirim gak jelas lagi" gerutu Lea kesal, langsung saja dia memblokir nomor itu.


Belum Lea memencet 'setuju' handphonenya berdering. Nomor tak di kenal. Menelepon dirinya. Dengan cepat Lea mengangkat panggilan itu.


"Halo?"


"......."


Tak ada balasan dari sebrang, tak berapa lama panggilan tersebut Lea putus. Kembali lagi nomor itu menelpon Lea, tetap sama tak ada suara di sebrang.


Tanpa melihat ataupun yang lain Lea memblokir panggilan itu dan melemparnya ke sembarang arah.


...…...


Al datang, dengan kresek berisi mangga muda. Yang tadi dia dapat di rumah Jojo. Menatap kearah Lea yang sedang menonton TV.


"Lea"


Lea menoleh kearah Al dengan kresek berisi mangga muda. Al juga membawa pisau dan juga piring.


"Nih mangga nya"


"Dapet dimana?" Lea menerima mangga itu dan mulai membukanya.


"Jojo"


Lea mengangguk mengusap mangga dan memotongnya, selesai itu mengalihkan kembali pada Al. Yang membuat Al mengerutkan dahi.


"Ini?"


Lea menyerahkan mangga yang sudah ia potong kepada Al. "Buat Al, makan"


"Gak-gak, kan kamu yang mau"


"Udah selesai, udah Lea makan juga. Nih buat Al, abisin mubazir tau. Gak baik buang-buang makanan"


Al menganggap tak percaya, menghela nafas pasrah. "Kamu gak ngerjain aku kan Le?"


Lea menggeleng cepat. "Gak, aku gak ngerjain kamu. Beneran, makan ya please"


Dengan pasrah Al memakan mangga muda itu, menutup mata. Akibat rasa asam mangga itu. Lea tersenyum, dirinya berusaha untuk menahan tawa.


...…...


Lanjut gak.

__ADS_1


__ADS_2