Perjodohan Berakhir Cinta

Perjodohan Berakhir Cinta
ᴋᴀʀᴍᴀ


__ADS_3

...Jangan lupa jejaknya!!!...


...Happy reading...


...--------...


Sepuluh menit akhirnya mereka berdua sampai di apartemen, dari tadi Rika tak membuka suaranya. Entahlah Ardit malah di buat bingung apa dirinya punya kesalahan?.


Ardit membuka pintu Rika dan mempersilahkan dirinya keluar, menggenggam tangan kecil Rika.


Mereka berdua jalan memasuki lift. Sampai depan apartemen mereka, Ardit memencet sandi.


Sekarang mereka sudah ada di kamar, Rika masih aja enggan untuk membuka mulut..


Ardit menghampiri Rika yang duduk di atas kasur menggenggam tangan Rika yang membuat si punya kaget "kenapa hm? aku ada salah?" dan hanya gelengan sebagai jawaban.


"yakin?"


"iya by, gak ada. Aku ngantuk mau tidur"


Ardit pun mengangguk. Mereka berdua merebahkan dirinya. Ardit memasangkan selimut untuk Rika hingga dada. Mereka berdua pun tidur sambil berpelukan.


Paginya Rika sudah berkutat dengan dapur. Pagi ini Rika ingin membuat bubur ayam. Ardit masih mandi di atas. Rika sudah tak memikirkan apa yang akan terjadi nantinya. Bodo amat deh dari pada tambah pikiran doang.


Bubur pun sudah jadi, bertepatan dengan Ardit turun dengan pakaian santainya. Ardit berangkat agak siang hari ini jadi dia bisa santai sebentar dengan Rika.


"makan yuk by, aku buatin bubur ayam"


Ardit menarik kursi dan mendudukkan bokong nya di sana, Rika menyiapkan bubur untuk Ardit dan untuknya juga. Mereka pun memulai sarapan dengan tenang.


Sarapan pun selesai "by, Amel mau kesini boleh?" tanya Rika sambil membereskan piring kotor dan membawanya ke wastafel.


"boleh, ajak aja kalian udah lama gak ketemu kan. Lagian nanti Arko juga ke sini"


Rika melanjutkan mencuci piring dibantu juga oleh Ardit. Selesai membereskan piring kotor Rika dan Ardit menuju ke ruang tamu, mereka berdua duduk sambil menonton. Udah lama juga gak gini.


Tiba-tiba bel berbunyi, Ardit berjalan menuju ke pintu melihat siapa yang datang Ardit membuka pintu. Benar saja baru juga di omongin tadi eh udah dateng aja.


"assalamualaikum"


"waalaikumsalam"


"Rika mana?"


"ada di dalem"


Amel pun masuk dan ide jailnya pun muncul.

__ADS_1


"RIKA!"


"akhh! setan, bangsat ngagetin lo" kesal Rika menatap tajam Amel. Sedangkan yang di tatap menampilkan senyum pepsodent.


Bener-bener Amel, kalau Rika jantungan kan berabe.


"udah jangan berantem, aku naik dulu mau ganti" dan dapat anggukan oleh Rika.


Ardit pun naik ke atas untuk mengganti pakaiannya, sedangkan Amel, Rika dan Arko mengobrol di bawah.


"kalian udah sarapan?"


"udah kok tadi beli nasi uduk"


Beberapa menit Ardit turun dengan pakaian kantornya, Arko dan Ardit pamit untuk berangkat ke kantor sedangkan Amel di sini karena ingin mengobrol banyak hal.


"kita berangkat assalamualaikum"


"waalaikumsalam"


Dirasa Arko dan Ardit telah pergi, Amel dan Rika masuk ke dalam.


"Rik, gimana kalau kita ke mall?"


"mata kau belum buka dodol!"


Tuh kan, beneran kalau gak main ya numpang makan. Dasar Amel.


"kebiasaan lo! ada noh di dapur ambil aja, jangan lupa di cuci awas aja kalau gak"


"siap itu mah" menuju ke dapur.


Rika hanya menggelengkan kepala melihat Amel. Rika melanjutkan lagi menonton TV sambil nyemil. Amel yang sudah membawa mangkuk yang bersisi bubur pun kembali duduk di samping Rika.


"Mel"


"apa?"


"perut lo kebuat dari apa?"


"dari ginjal, usus dll"


Rika pun langsung melempar bantal yang ada id sampingnya, sedangkan Amel sudah tertawa terbahak-bahak melihat muka kesal Rika.


"uhuk-uhuk"


"karma!"

__ADS_1


Dengan cepat Amel mengambil minum dan meneguknya setengah.


"buset jahat bener lo temennya keselek juga malah di biarin" ucap Amel kembali ke sofa.


"gak penting dan gak peduli" masih fokus menatap ke layar televisi.


Amel sudah dari tadi menyumpah serapah di dalam hati. Jahat banget, kalau mati gimana? kasihan tau Arko nanti jadi duda muda.


Amel selesai dengan buburnya mengembalikan ke dapur dan mencucinya. Sedangkan Rika naik ke atas entah ngapain. Sepuluh menit Rika tak menampakan batang hidungnya hingga suara langkah kaki terdengar.


"ayo buruan" ucap Rika menguncir rambutnya.


"kemana?" beo Amel.


"jadi gak ke mall nya?"


Dengan semangat empat lima, Amel langsung berdiri tegak.


"sayo mah kalau itu"


Rika dan Amel keluar mengunci pintu dan berjalan menuju ke lift. Sampai parkiran, Rika melempar kunci ke Amel dan tepat sasaran, Rika sedang malas membawa mobil sekarang jadinya Amel yang sebagai supir.


"eh Rik"


"apa?"


"lo kenal Zabrina Chloe? Anak dari Arga Gleo?"


Rika yang mendengarkan ucapan Amel langsung merubah kan wajahnya menjadi datar.


"kenal lah, orang dia mantan suami gue"


Amel yang kaget pun, langsung ngerem mendadak. Untung gak begitu padat nih jalan berabe kalau iya. Amel langsung menatap Rika dengan tanda tanya.


...----------------------------------------...


Hay Author kambek!


Nb : maaf banget ada beberapa nama visualnya yang author ganti, karena author ngerasa kurang bagus aja 😁 jadi kalau ada kesalahan nama atau yang lain bisa kalian komen di bawah!


Jangan lupa tinggalkan jejaknya karena satu jejak berarti banget buat author!


.


.


.

__ADS_1


Belum di revisi


__ADS_2