Perjodohan Berakhir Cinta

Perjodohan Berakhir Cinta
ᴘᴅᴋᴛ ᴀʟᴀ ᴊᴏᴊᴏ


__ADS_3

Satu bulan kemudian


Kelas 12 disibukan dengan ujian mereka, mulai ulangan, try out, bimbel dan masih banyak lagi tugas lainnya. Lea baru saja keluar dari kelas, dirinya selesai melaksanakan usek (ujian sekolah).


"Akhirnya selesai juga gue" sorak Lea, gembira.


Lea melangkahkan kakinya menuju ke kantin. Lea dan Al beberapa minggu ini hubungan mereka cukup berjarak di sekolah.


Lea duduk memesan bakso dan tentunya es teh manis. Pesanannya datang, Lea menuangkan beberapa sendok sambal. Hingga kuahnya terlihat sangat merah.


Mengiurkan


Menunggu yang lainnya datang, Lea melahap habis baksonya. Pikirannya terkuras karena usek barusan. Cukup banyak anak yang ada di kantin.


Handphone Lea bergetar menandakan pesan masuk. Dengan cepat Lea membukanya. Lea mengerutkan dahi, kenapa pesan ini lagi yang muncul.


08312693xxxx


Are you ready?


"Apa sih nih orang, kek nya salah kirim deh. Tapi kok.. " Ucap Lea menggantung.


Dari beberapa minggu ini, pesan aneh bergiliran datang. Tepatnya setelah kejadian di taman waktu itu. Lea masih tak menghiraukan, dia masih berfikir positif.


Mungkin saja salah kirim, tapi dilihat-lihat kok malah bahaya. Lea memijit ujung alisnya. Pusing!


"LEA"


Lea menoleh mendapatkan, Ketiga sahabatnya dan juga inti Alvarebos, yang berjalan menghampiri mejanya.

__ADS_1


"Gak ajak-ajak lo, main tinggal aja"


"Hem sorry"


Al duduk di samping Lea, matanya menuju ke mangkok bakso yang berada di depan Lea. Tatapannya langsung berubah, membuat Lea mengangkat alisnya. Ada apa?


Dagu Al menunjuk kearah mangkok bakso. Lea menampilkan cengirannya, lagian dirinya ingin sekali makan-makanan pedas.


"Maaf" cicit Lea.


"Ghea"


"Hah? Paan?"


"Mau jadi pacar gak?"


"Uhuk.. uhuk.." Ghea tersedak kuah bakso, sialan mana bakso nya panas + pedes lagi. Dengan cepat, Acha memberikan es jeruk milik Ghea. Menepuk pundak Ghea.


"Sialan lo! Kalau ngomong gak main-main! Anjir panas" Ghea mengelus lehernya.


"Pepet Jo, pepet" Dukung Revan..


"Ya Allah, lindungi Ghea dari godaan playboy"


"BHAKS ANDA GAGAL SAUDARA JOJO" Thony tertawa puas, puas melihat jojo yang tertolak.


"Ayolah kita sama gamon, balikan aja yuk, gimana?"


Ghea bergidik ngeri. "Ogah, lo playboy"

__ADS_1


"Gitu-gitu juga mantan terindah" celetuk Acha, kalau ngomong bunda ngjleb.


"Kita balikan, gue berhenti jadi playboy"


"Bullshit!"


Wah masa iya Jojo tertolak?


"Ya udah gini deh, gue ajak lo jalan-jalan lo suka ke pantai kan. Kita ke pantai tiap hari mau gak?" Tawar Jojo.


Ayo gas pantang mundur!


"Ogah!" Tolak Ghea mentah-mentah, mengambil roti red velvet yang dia beli di kantin.


"Udah Ghe, Terima aja. Lo berdua itu gamon, balikan aja lah susah amat. Tinggal bilang iya, gak usah gengsi"


Kenapa kalau acha ngomong selalu bener? Apalagi dia paling suka liat muka temannya yang menderita, apalagi kesal. Apalagi nih kalau temennya kena musibah, contoh nih kayak jatuh di depannya.


Bukannya dibantuin malah di ketawain, dan itu membuat Ghea dan Danish kesal. Kenapa kesal, karena mereka berdua lah yang sering terjadi.


Lea dan Acha mah gak pernah, dan ya. Acha lah yang akan tertawa paling keras.


"Ya udah tawaran terakhir, lo suka red velvet kan? Gimana kalau lo Terima gue, gue beliin semua menu red velvet yang lo suka. Terserah lo mau makanan minuman atau yang lain. Gimana?" Tawar Jojo, terakhir kalinya.


Ghea menatap Jojo spontan, jangan sampai runtuh. Jangan sampai runtuh. Ghea gak bisa jauh-jauh dari kata red velvet. Ya walaupun jarang, karena di sekolah jarang-jarang membuat menu itu.


Tapi, kalau udah keluar mall. Hal pertama yang Ghea beli adalah red velvet, bahkan sekali beli gak liat-liat.


"Gue bisa beli sendiri"

__ADS_1


Hal itu membuat Jojo depresi. Susah sekali, padahal kan itu hal yang sering Jojo lakukan kepada semua kaum hawa agar terpikat olehnya.


"Pftt" semuanya menahan tawa mereka.


__ADS_2