Perjodohan Berakhir Cinta

Perjodohan Berakhir Cinta
ᴇxᴛʀᴀ ᴘᴀʀᴛ (ᴇɴᴅ)


__ADS_3

...Siapa nih yang nungguin PBC up?...


...Gimana kabarnya? baik atau baik banget...


...Jangan lupa tinggalkan jejaknya, satu jejak berarti banget buat author!!!...


...Happy reading semua!!!...


...---------------...


Empat tahun kemudian


Hari ini tepatnya hari sabtu, Ardit serta keluarga kecilnya sedang bersiap-siap akan pergi ke rumah Clara. Sahabat sekaligus kakak satunya tersebut akan melangsungkan pernikahan. Akad kecil-kecilan dirumahnya.


Clara sudah menumukan jodohnya, setelah hampir 25 tahun, hari ini tepat melepaskan masa lajangnya.


Pagi-pagi mereka disibukkan dengan kebutuhan mereka masing-masing, apalagi kebutuhan Al. Al sedang duduk di kursi menunggu kedua orang tuanya yang daritadi ribut.


Entah ribut apa? Al hanya melirik sekilas, kembali menatap TV yang menurutnya lebih asik. Dengan muka datar sambil memegang minuman kesukaan nya.


Susu kotak, dengan rasa vanila. Sesekali menyeruput minumannya.


"Al sini nak, ganti baju" panggil Rika sambil membawa satu stel baju.


Al menoleh, menganggukkan kepala. Turun perlahan menghampiri sang bunda.


"sini" mengedong Al dan mendudukan di atas kasur.


Memasangkan pakaian ketubuh mungil Al, bocah dengan Empat tahun lima bulan tersebut dari tadi hanya memainkan anak rambut yang mengenai muka Al, bukannya nangis malah di tarik.


"Al jangan di jambak dong" menarik anak rambutnya.


"buna cantik" ucap Al dengan suara candel nya.


Rika hanya tersenyum "Al juga ganteng" mengecup singkat pipi Al.


... --------...


Dengan dres selutut serta sepatu hells, serta kemeja putih serta jas hitam dan tak lupa sepatu pantofel. Memasuki pekarangan rumah Clara.


"yuk masuk" memeluk pinggang Rika sambil menggendong Al.


"Rikaa!"


Rika menoleh mendapatkan Amel yang menghampiri dirinya, memeluk Rika melepaskan kerinduan. Amel dan Rika sudah tak seperti dulu lagi.

__ADS_1


Amel, Arko serta Lea pindah ke Surabaya, hampir setengah tahun mereka tak bertemu.


"gue kangen banget"


"kayak anak kecil lo" tegur Rika.


Amel tak menanggapi ucapan Rika.


"Al mana by?" tanya Rika yang tak melihat Al di gendongan Ardit.


Ardit menunjuk dengan dagunya, Al sedang bermain dengan Lea dan juga Ziko -anak Zabrina. Sebenarnya bukan main Al hanya duduk dan melihat saja, Al tak tertarik dengan mainan seperti ini.


Dirinya lebih suka dengan permaian yang cukup ekstrim, Al mengikuti bela diri, walaupun umurnya masih kayak cabe rawit tapi bukan cabe-cabean ya.


Meskipun begitu Al sangat hebat, di umurnya yang masih kecil seperti ini Al sudah bisa menjaga dirinya sendiri. Kayaknya sifat Al turun nih dari sang bunda.


Ardit tak melarang apa yang Al mau, dirinya malah mendukung apa yang Al mau, Rika pun demikian dirinya tak ingin membatasi Al melakukan apa yang dia mau.


Rika tak ingin kejadian dirinya akan turun ke Al oleh karena itu Rika maupun Ardit tak melarang. Tapi walupun begitu mereka berdua juga akan mengawasi apa yang Al lakukan.


"MASYA ALLAH! KAK CLARA CANTIK BANGET" teriak Amel.


Ketiga orang tersebut langsung menutup kedua telinga nya, menoleh ke kursi pelaminan. Ternyata Clara dan juga sang suami sangat serasi dengan pakaian adat Sunda.


Rika dan yang lain berjalan menuju ke tempat pelaminan dimana di sana sudah ada Clara dan sang suami.


"makasih Rik udah dateng" ucap Clara.


Rika tersenyum "Sama-sama Kak, semoga samawa. Cepet-cepet kasih Rika ponakan" canda Rika.


"aamiin"


"selamat Bob semoga samawa, cepet-cepet kasih gue ponakan" menepuk pundak Bobby.


"makasih Rik udah dateng"


"sama-sama, gimana keadaan nyokap"


"alhamdullilah, udah membaik. Maafin kesalahan gue ya Rik. Makasih udah cabut tuntutannya"


Rika menghela napas lega, mendengarkan ucapan Bobby tersebut.


"santai aja kali, gue juga gak setega itu buat kasih hukuman sama orang. Gue tau lo bisa berubah" ucap Rika sambil tersenyum.


Oh iya, ngomong-ngomong soal Bobby, Bobby sudah bebas enam bulan yang lalu. Rika melepas tuntutan tersebut padahal masih beberapa tahun.

__ADS_1


Rika mendapatkan kabar bahwa nyokap Bobby sedang sakit, dirinya terus memanggil Bobby, Rika yang melihat hal tersebut tak tega, dia juga bisa merasakan bagaimana kerinduan ibu terhadap anak mereka.


Setelah kebebasan Bobby, Bobby tak sengaja bertemu dengan Clara di toko obat, di sana lah benih-benih cinta tumbuh di antara mereka berdua.


Hingga akhirnya Bobby datang ke rumah Clara dan meminta restu untuk menikahi Clara, awalnya tak di terima oleh orang tua Clara, tapi karena kesungguhan Bobby untuk mempersunting Clara.


Mereka berdua menerima lamaran tersebut, dan berakhirnya hingga mereka berdua menikah.


Semuanya menikmati, tak lupa berfoto ria untuk mengabadikan momen.


... ----------...


Tak ada yang menyangka memang, kalau Bobby adalah jodoh untuk Clara, mungkin ini jodoh terbaik yang Tuhan berikan untuk mereka berdua. Kita tak tau apa yang terjadi untuk kedepannya.


Kita hanya bisa berencana dan berusaha, sisanya Tuhan yang menghendaki. Perjalanan yang mereka semua lewati kini berbuah manis.


...----------...


Assalamualaikum wr. wb


Hai semua apa kabar, balik lagi sama Nana. Akhirnya selesai juga untuk episode Perjodohan Berakhir Cinta nya.


Makasih buat yang sudah baca, makasih juga yang udah support cerita Nana. Maaf bila ada kesalahan kata atau kesalahan cerita karena ini juga Nana baru buat novel.


Selalu support author untuk cerita ini atau cerita yang akan datang.


Luvv u sayang kalian banyak-banyak 🥰🥰


...----------...


Bonus Visual


Arika Winata



Arditya Aldebaran



Amelia Wijaya



Arko Louis

__ADS_1



__ADS_2