
Lidya yang dari tadi diam pun membuka suara, Lidya pamit ke toilet sebentar.
"Guys gue ke toilet dulu ya bye" Pamit Lidya.
"Mau gue anter gak?" Tawar Lea.
Lidya menggeleng sambil tersenyum "Gak usah gapapa kok, gue duluan bye" Pamit Lidya meninggalkan kantin.
...…...
Lidya masuk ke dalam kelas, ternyata di sana sudah ada Lea dan yang lain, menghampirinya dan duduk disampingnya Lea.
"Sorry ya guys nunggu lama, perut gue sakit tadi" Ucap Lidya berbohong.
"Gapapa kok, tadi gue kira lo langsung balik ke kelas makanya kita langsung ke sini"
"Gak"
Tiba-tiba terdengar suara panggilan dari speaker, terdapat panggilan ketua kelas yang menyuruh ke ruang guru.
"Assalamu'alaikum, panggilan kepada ketua kelas kelas 10 hingga 12 di mohon untuk ke ruang guru sekarang juga. Sekali lagi panggilan kepada ketua kelas kelas 10 hingga 12 di mohon untuk ke ruang guru sekarang juga"
"Dimas! Buruan di panggil noh" Ucap Ghea.
"Iya iya entar. Jangan pada berisik" Ucap Dimas lalu pergi meninggalkan kelas.
Tak berapa lama Dimas pun datang, menyuruh temannya untuk duduk sebentar. Ada info bahwa minggu depan diadakan lomba 17 Agustus.
"Eh duduk bentar, gue mau kasih info buat kalian semua" Ucap Dimas.
"Apa?"
"Ini ada info kalau minggu depan akan ada lomba 17 Agustus. Jadi siapa nih yang mau ikut lombanya? Ada tarik tambang, sepak takraw, ada basket buat basketnya tiap kelas wajib, bola pipa 4 orang per kelas" Ucap Dimas yang menjelaskan lomba apa saja yang ada.
"Gak ada yang ikut ta?"
"Pin lo ikut ya" Ucap Dimas pada Kevin.
Kevin yang merasa di panggil menoleh kearah Dimas "Ikut, gue ikut basket"
Lea dan yang lain kaget, tunggu kalau Kevin ikut lomba bisa dipastikan Al dkk juga ikut, jangan sampai mereka berdua tanding bareng. Bisa-bisa malah berantem nantinya.
"Itu beneran?" Tanya Danish.
"Hem, semoga aja mereka gak berantem di lapangan" Ucap Lea.
"Semoga sih, tapi itu kemungkinan kayaknya berantem deh" Ucap Ghea.
"Udah lah, pusing gue" Ucap Lea memijit pelipisnya.
...…...
Lea sedang menunggu di parkiran, sudah dua puluh menit Al belum menampakkan batang hidungnya, beberapa kali Lea menghela nafas sabar.
__ADS_1
"Al kemana ya? Lama banget jadi orang" Batin Lea.
"Lea"
Lea yang merasa terpanggil menoleh, di sana ada Kevin yang berjalan menghampiri Lea.
"Belom pulang?"
Lea menggeleng "Belom"
"Al mana?" Tanya Kevin kembali.
"Gak tau, udah hampir setengah jam dia blom dateng. Mungkin bentar lagi"
"Mau bareng gue?" Tawar Kevin.
"Gak deh, gak usah gapapa gue tunggu Al aja mungkin bentar lagi dateng. Lo balik duluan aja" Ucap Lea.
"Berabe kalau dia antar gue, bisa-bisa ketahuan gue" Batin Lea.
Kevin mengangguk "Oke, gue duluan ya bye Le!" Pamit Kevin.
"I-iya bye"
Tak berapa lama Al datang, dengan muka datar dan menatap Lea tajam. Lea yang dapat tatapan dibuat bingung. Ada apa lagi?.
"Masuk!"
Lea mengangguk mengikuti instruksi Al, memasang seat belt sesekali melirik kearah Al yang fokus pada jalanan. Sudah dari kemarin Al membawa mobil.
Tak ada jawaban dari Al, membuat Lea menghela nafas sabar, dengan pelan Les menghampiri Al dan mengelus lengannya.
Sebentar sejak kapan nyali Lea tinggi gini? Lea yang masih gak tau sebab Al marah kenapa, tapi dengan pelan Lea menaruh wajahnya pada bahu Al.
"Lo kenapa sih? Gue ada salah ya? Kan sebenernya gue yang marah udah nungguin lo setengah jam gak balik-balik. Ini kenapa jadi lo yang marah" Ucap Lea.
Lha tak kira ngerayu, ternyata curhat. Tapi emang bener sih sebenarnya Lea yang marah. Dirinya udah nunggu setengah jam, Tiba-tiba Al datang dengan muka sangar nya kan bingung.
Emang gue salah ya? Ucapan tersebut terus berputar pada kepala Lea.
"Al"
"Laper, mampir bentar yuk ke warung makan. Gue males masak sekarang. Boleh ya" Ucap Lea yang mencoba membuka obrolan yang lain.
Tanpa menjawab ucapan Lea. Tuh kan ngeselin Al nya. Al menjalankan mobilnya menuju ke restoran cepat saji, dirinya juga lapar plus kesal plus cemburu.
Ternyata Al bisa cemburu ya, kirain gak bisa.
...…...
Mendudukkan bokong pada kursi, Al melepas jaketnya dan mengangkat tangan, memesan beberapa makanan.
Lea sibuk mengetik sesuatu pada HP nya, HP Al bergetar menandakan suatu pesan masuk pada HP nya.
__ADS_1
Leanjing
"Jangan marah dong Al, nanti ganteng lo ilang tau gak"
"Ngomong dong kalau gue ada salah, please 🥺"
Al menatap ke arah Lea yang menatap ke arahnya juga. Untung meja yang mereka pesan berada di lantai dua bagian pojok. Al mendekatkan kursinya pada Lea, mengusap gemas kepala Lea.
"Gue gak marah"
"Terus kenapa diem?" Tanya Lea.
"Gue kesel aja sama lo, kenapa lo gak denger ucapan gue"
"Ucapan apa?" Tanya Lea dengan polosnya.
"Kenapa lo ngobrol sama Kevin, udah gue bilang kan kalau Kevin itu licik. Gue gak mau lo yang kena sasarannya"
"Cie... Lo cemburu ya?" Tunjuk Lea.
"Iya gue cemburu, sekarang kalau gue deket-deket Sandra lo cemburu gak?"
Lea mengangguk "Iya lah, gue cemburu"
"Gemes banget sih anaknya Arko"
"Ngeselin banget sih anaknya Ardit"
"Heh! Mertua lo ya!" Ucap Al.
"Mertua lo juga" Ucap Lea dengan santai.
...…...
"Al lo ikut lomba basket gak besok?" Tanya Lea yang menyiapkan makan malam.
"Hm, kenapa? Kevin ikutan?" Dapat anggukan dari Lea.
Lalat duduk di samping Lea, hening hanya suara sendok dan garu yang beradu. Lea membuka suara agar tak terjadi keheningan diantara mereka.
"Al"
"Gimana keadaan Zayn?"
"Masih sama, belom ada pemulihan. Gue izin mau keluar sama anak-anak ada hal yang mau kita omongin" Ucap Al.
"Gue sendirian dong?" Tanya Lea.
"Iya, lo mau ikut emangnya?"
"Emangnya boleh?" Tanya Lea balik.
"Boleh aja kalau lo mau, ajak tuh Acha sama yang lainnya"
__ADS_1
...…...
Jangan lupa buat Komen sebanyak-banyaknya dan juga vote nya. Sayang kalian banyak-banyak ❤