Perjodohan Berakhir Cinta

Perjodohan Berakhir Cinta
ᴜᴊɪᴀɴ


__ADS_3

Sekarang semua siswa-siswi sekolah Trisatya sedang berlangsung nya ulangan semester.


Dimana mereka akan mengikuti ulangan kenaikan kelas. Karena Al dkk kelas XI SMA jadi waktu ujian agak sedikit siang.


Al, Revan, Jojo, serta Thony sedang berada di kantin. Sambil menunggu waktu ujian, bukannya belajar eh malah malah godain cewek. Siapa lagi kalau bukan Jojo.


"Hai sayang gimana kabarnya?" tanya Jojo sambil mengedipkan mata.


"gak usah jelalatan tuh mata" sindir seseorang yang membuat Jojo menghentikan aktivitasnya.


"eh kuda nil, ganggu mulu lo jadi orang!"


"terserah gue kan gue yang punya mulut" ucap Ghea dengan santai.


Saat ini, meja Al dan Lea bersebelahan. Lea menatap Al tajam, dirinya masih kesal degan apa yang Al lakukan kemarin.


"Dari pada gue liat tuh muka mending gue pergi daripada materi yang tertanam di otak gue ilang. Kesel juga lama-lama liat tuh muka" batin Lea yang siap-siap untuk pergi.


"Eh, eh Le lo mau kemana?" tanya Acha memegang pergelangan Lea.


"pergi"


"Mau pergi atau takut saingan sama gue" sindir Al.


Lea mengepalkan tangannya. Masih pagi lho udah ngajak ribut nih bocah, gak tau apa? Kalau Lea masih kesal sama dirinya eh ini malah ditambah lagi kan jadi emosi..


Tapi karena hari ini ujian dan Lea tak mau semua materi yang sudah ia hafal hilang karena melihat muka triplek Al.


"takut sama lo? gak bakal lo liat aja siapa yang dapet nilai tinggi buat ujian kali ini" ucap Lea lalu meninggalkan kantin.


Al hanya tersenyum tipis ingat sangat tipis, melihat kekesalan Lea bertambah.


"entar, jangan bilang kalian bersaing lagi?" tanya Acha.


Al hanya mengangguk sebagai jawaban, dirinya berdiri dan meninggalkan yang lainnya.


...…...

__ADS_1


Ujian di mulai semua siswa-siswi mengerjakan dengan serius ada juga yang becanda. Di kelas XI IPS 3 dimana itu adalah kelas Lea, pikiran Lea tiba-tiba ilang ketika pikirannya malah ke Al.


Sialan bukannya ingat tentang materi yang dia baca malah Al yang ada di pikirannya, kekesalannya kembali memuncak kenapa harus itu cowok sih! Meresahkan.


Lea kembali mengingat materi hingga akhirnya dirinya selesai terlebih dahulu mengerjakan ulangan.


Beda halnya di kelas XI IPS 2, kelas Alvaro di sana Al malah santai padahal semuanya tengah fokus dengan kertas ulangan mereka.


...…...


Ulangan hari pertama selesai, semua murid berhamburan menuju ke parkiran untuk pulang kerumahnya masing-masing. Karena memang ketika ujian waktu pulang lebih cepat.


...…...


Memasuki pekarangan rumah, Lea masuk dan mendapatkan sang Mama sedang memasak.


"Assalamu'alaikum Mama, laper" Memeluk Amel dari belakang.


"Waalaikumsalam, tunggu bentar lagi selesai. Sekarang kamu buruan naik terus makan ya" ucap Amel.


"iya Ma, Lea naik ya" ucap Lea menaiki satu per satu menuju kamarnya.


"udah ah mending gue mandi, daripada ngelamun gak jelas" guman Lea.


Mengambil pakaian dan menuju ke kamar mandi, mengisi bath up dan berendam untuk merendahkan pikiran nya.


...…...


Hari demi hari sudah mereka lewat adalah hari terakhir dimana Lea, Al dkk sudah melaksanakan ulangan. Hari melegakan buat mereka semua, dimana 6 hari ini mereka memutar otak untuk ulangan kenaikan kelas.


...…...


"Gila! Akhirnya ulangan selesai juga" teriak Ghea.


Tapi itu tak membuat Lea senang. Pikiran nya tertuju pada hukuman apa yang akan Lea lakukan apalagi ulangan kemarin Lea harus jadi babu buat Al selama seminggu.


Acha, Ghea dan juga Danish saling pandang satu sama lain. Acha menyenggol lengan Lea yang membuat Lea sadar dari lamunannya.

__ADS_1


"Kenapa?"


"Lo kenapa sih? Bukannya seneng kita bakal liburan sebulan lo malah cemberut" tanya Acha.


"Iya nih gak seru lo" timpal Ghea dan Danish.


Menghela nafas kasar "gue mau balik ya, gue capek. Bye semua"


"Ih ngeselin lo! Malah ganti topik, ya udah deh gapapa lo istirahat aja" ucap Ghea.


"Le! Atau jangan-jangan lo mikirin hukuman apa yang akan Al kasih ke lo. Ya gak?" Tanya Danish.


Kayaknya bener Lea harus buang Danish nyebelin banget jadi orang, orang Lea itu dari kemarin udah mikirin gimana caranya bisa kabur dari hukuman. Ini malah di ingetin.


Tolong dong kalau ada pembunuhan gratis, Lea akan daftar. Tapi bunuh orang dosa gak sih?


"DANISH!" teriak Lea.


Semua murid yang masih berkeliaran menatap ke arah Lea dkk, menatap mereka bingung. Begitupun dengan Alvarebos.


"Tuh bocah napa lagi?" batin Al.


"Hadir" ucap Danish dengan polos.


Nafas Lea naik turun, menghampiri Danish dan mencubit ke dua pipinya.


"Ih gemesin banget sih lo jadi anak! Gemes gue" ucap Lea mencubit gemas pipi Danish.


"Sampai-sampai pingin gue buang" lanjut Lea dalam hati.


"Iya dong, Danish pasti gemesin" ucap Danish sambil mengedipkan matanya beberapa kali.


"Udah lah males gue, deket lo bikin darah tinggi lama-lama. Gue pulang ya Assalamu'alaikum" pamit Lea meninggalkan sekolah.


Lea melewati parkiran Alvarebos, berjalan terus membiarkan tatapan tajam seorang Alvaro Aldebaran.


...…...

__ADS_1


Jangan lupa buat Komen sebanyak-banyaknya dan juga vote nya. Sayang kalian banyak-banyak ❤


__ADS_2